Ilustrasi terkena kanker usus besar (Freepik/katemangostar)
INDOZONE.ID - Banyak orang tidak menyadari bahwa pola makan sehari-hari memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan usus. Beberapa makanan yang sering dikonsumsi justru dapat meningkatkan risiko kanker usus jika dimakan terlalu sering atau dalam jumlah berlebihan.
Kanker usus merupakan penyakit serius yang berkembang di usus besar. Meski lebih sering terjadi pada usia lanjut, penyakit ini sebenarnya bisa dialami siapa saja. Karena itu, penting untuk lebih bijak memilih makanan agar kesehatan sistem pencernaan tetap terjaga dan risiko penyakit dapat diminimalkan.
Berikut beberapa jenis makanan dan minuman yang sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan karena berpotensi meningkatkan risiko kanker usus:
Daging merah seperti sapi, kambing, dan babi memang kaya protein serta zat besi yang dibutuhkan tubuh. Namun, konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko kanker usus. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa makan daging merah dalam jumlah tinggi secara rutin berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit ini. Selain itu, cara memasaknya juga berpengaruh karena daging yang dibakar atau dipanggang pada suhu sangat tinggi dapat menghasilkan senyawa berbahaya yang berpotensi memicu pertumbuhan sel kanker jika dikonsumsi dalam jangka panjang.
Sosis, bacon, ham, dan kornet termasuk daging olahan yang diproses melalui pengasapan, penggaraman, atau penambahan bahan pengawet. Jika dikonsumsi terlalu sering, makanan ini dapat menghasilkan zat yang kurang baik bagi tubuh. Sejumlah penelitian juga mengaitkan konsumsi daging olahan secara rutin dengan peningkatan risiko kanker usus serta berbagai gangguan pada sistem pencernaan.
Baca juga: 7 Cara Mudah Mencegah Risiko Kanker Usus yang Kamu Harus Tau!
Makanan seperti roti putih, mi instan, dan sereal manis berasal dari biji-bijian yang telah melalui proses pemurnian sehingga sebagian besar serat alaminya hilang. Padahal, serat sangat penting untuk menjaga kesehatan pencernaan. Selain itu, makanan ini juga dapat memicu lonjakan gula darah dan meningkatkan risiko resistensi insulin, yang berkaitan dengan meningkatnya peluang munculnya berbagai penyakit kronis, termasuk kanker.
Camilan manis seperti permen, kue, dan minuman berpemanis memang menggoda. Namun, jika dikonsumsi berlebihan, makanan tersebut hanya memberikan kalori tanpa nutrisi penting bagi tubuh. Asupan gula yang terlalu tinggi juga dapat memicu kenaikan berat badan hingga obesitas, yang menjadi salah satu faktor peningkat risiko kanker usus.
Ilustrasi gorengan (Unsplash/Apex 360)
Gorengan dan makanan cepat saji yang dimasak dengan banyak minyak sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan. Kandungan lemak yang tinggi membuat makanan ini lebih sulit dicerna dan, jika menjadi kebiasaan dalam jangka panjang, dapat mengganggu kesehatan pencernaan serta meningkatkan risiko berbagai masalah pada usus.
Minuman beralkohol telah lama dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan. Konsumsi secara rutin dapat meningkatkan risiko penyakit serius, termasuk kanker usus, serta berdampak buruk pada organ penting seperti jantung, hati, dan otak.
Baca juga: Terbukti! Susu Bisa Cegah Kanker Usus Besar, Cocok Diminum di Pagi Hari
Kafein dalam kopi, teh, atau minuman energi memang dapat membantu meningkatkan fokus dan energi. Namun, konsumsi berlebihan bisa memicu gangguan pencernaan seperti mual, diare, dan peningkatan asam lambung yang, jika berlangsung terus-menerus, dapat mengganggu kesehatan sistem pencernaan.
Menjaga kesehatan usus tidak hanya soal menghindari makanan tertentu, tetapi juga memastikan pola makan tetap seimbang. Memperbanyak konsumsi sayur, buah, serta makanan tinggi serat dapat membantu menjaga fungsi pencernaan tetap optimal. Selain itu, menjalani gaya hidup sehat seperti rutin berolahraga dan menjaga berat badan ideal juga berperan penting dalam menurunkan risiko kanker usus.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ciputrahospital.com