Ilustrasi anak korban toxic friendship. (freepik)
INDOZONE.ID - Perubahan sikap anak yang tiba-tiba jadi lebih pendiam, mudah emosional, atau menjauh dari keluarga sering dianggap fase biasa.
Padahal, kondisi ini bisa jadi tanda anak sedang terjebak dalam toxic friendship atau pertemanan yang tidak sehat, yaitu hubungan pertemanan yang merusak secara emosional.
Fenomena ini semakin sering terjadi, terutama di era media sosial. Anak bisa merasa sangat bahagia saat diterima oleh temannya, tapi langsung terpuruk saat dijauhi.
Pola naik-turun emosi ini bukan sekadar “drama pertemanan”, melainkan bentuk tekanan psikologis yang nyata.
Baca juga: Banyak yang Nggak Sadar, 4 Kebiasaan Ini Bikin Hubungan Jadi Toxic dan Hancur Perlahan
Tidak sedikit anak yang memiliki sifat manipulatif dan cenderung ingin mengontrol.
Mereka bisa terlihat baik di depan guru atau orang tua, tapi menunjukkan perilaku berbeda saat bersama temannya.
Beberapa pola yang sering terjadi antara lain:
Perilaku ini sering dilakukan secara halus (covert), sehingga sulit dikenali. Bahkan korban sering kali tidak sadar bahwa dirinya sedang dimanipulasi.
Baca juga: Momen Siswa SMP Putus Sekolah Bantu Orang Tua Jualan, Perpisahan Teman Sekelas Bikin Haru
Ini yang sering membuat orang tua bingung.
Banyak anak justru menyalahkan diri sendiri. Mereka merasa tidak cukup baik, takut kehilangan teman, atau khawatir akan dijauhi lingkungan sosialnya.
Selain itu:
Inilah alasan kenapa memaksa anak untuk langsung menjauh sering kali tidak efektif, bahkan bisa memperburuk keadaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Psychologytoday.com