Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 18 JUNI 2026 • 05:10 WIB

Memahami Imperative Sentence: Definisi, Fungsi, Contoh, dan Cara Penggunaan

Memahami Imperative Sentence: Definisi, Fungsi, Contoh, dan Cara PenggunaanIlustrasi, belajar bahasa Inggris. Imperative Sentence: Definisi, Fungsi, Contoh, dan Cara Penggunaan (freepik/magnific.com)

INDOZONE.ID - Dalam percakapan sehari-hari bahasa Inggris, kita sering kali memberikan instruksi, menyuruh seseorang, atau bahkan memberikan nasihat. Tanpa disadari, saat kita mengatakan kalimat seperti "Close the door!" (Tutup pintunya!) atau "Don't touch that!" (Jangan sentuh itu!), kita sedang menggunakan apa yang disebut dengan imperative sentence.

Namun, apakah imperative sentence hanya sebatas untuk marah-marah atau memberikan komando keras saja? Tentu tidak. Jenis kalimat ini memiliki fungsi yang sangat kaya dan fleksibel, mulai dari sekadar undangan ramah hingga larangan tegas.

Agar Anda tidak lagi bingung saat harus membuat kalimat perintah atau instruksi dalam bahasa Inggris, INDOZONE telah merangkum panduan lengkap mengenai apa itu imperative sentence, fungsi-fungsinya, cara penggunaan, puluhan contoh kalimat, hingga latihan soal untuk menguji pemahaman Anda.

Baca juga: Irregular Verb dalam Bahasa Inggris: Pengertian, Aturan, dan Contoh yang Perlu Dipahami

Apa Itu Imperative Sentence?

Imperative sentence adalah tipe kalimat dalam bahasa Inggris yang secara khusus digunakan untuk memberikan perintah (command), peringatan (warning), instruksi (instruction), nasihat (advice), atau permintaan (request).

Karakteristik paling menonjol dari imperative sentence adalah ketiadaan subjek (S) secara eksplisit. Anda tidak akan menemukan kata I, you, they, we di awal kalimat ini. Mengapa demikian? Karena subjek "You" (kamu/kalian) sebagai pihak penerima pesan sudah tersirat di dalam kalimat tersebut.

Dari segi tanda baca, imperative sentence bisa diakhiri dengan tanda seru (!) untuk menunjukkan tekanan atau emosi kuat, namun bisa juga diakhiri dengan tanda titik (.) jika diucapkan dengan nada datar sebagai instruksi atau permintaan sopan.

Cara Penggunaan Imperative Sentence (Rumus Dasar)

Membentuk kalimat imperatif sebenarnya sangat mudah karena Anda tidak perlu memusingkan perubahan tenses yang rumit.

1. Kalimat Perintah Positif (Positive Imperative)

Gunakan kata kerja bentuk dasar (Verb 1 / Bare Infinitive) tanpa embel-embel to, -ing, -s/-es, lalu ikuti dengan objek atau keterangan pelengkap.
Rumus: Verb 1 + Object/Complement
Contoh: Open the book! (Buka buku itu!)

Jika tidak ada kata kerja aksi, gunakan "Be".
Rumus: Be + Adjective/Noun
Contoh: Be careful! (Hati-hati!)

2. Kalimat Perintah Negatif/Larangan (Negative Imperative)

Untuk melarang seseorang melakukan sesuatu, cukup tambahkan kata "Do not" atau "Don't" di awal kalimat.
Rumus: Don't + Verb 1 + Object/Complement
Contoh: Don't go there! (Jangan pergi ke sana!)

Rumus: Don't + be + Adjective/Noun
Contoh: Don't be sad. (Jangan bersedih.)

Untuk memperhalus kalimat agar terdengar lebih sopan, Anda sangat dianjurkan untuk menyelipkan kata "Please" di awal atau di akhir kalimat. (Contoh: Please sit down atau Sit down, please).

Fungsi dan Contoh Imperative Sentence dalam Kehidupan Sehari-hari

Untuk memberikan gambaran komprehensif, berikut adalah tabel klasifikasi imperative sentence berdasarkan fungsinya masing-masing:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Cambridge Dictionary, Berbagai Sumber

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Memahami Imperative Sentence: Definisi, Fungsi, Contoh, dan Cara Penggunaan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!