Ilustrasi orang berkepribadian ekstrovert. (healthcenter.com)
INDOZONE.ID - Pernah nggak kamu ketemu orang yang baru masuk ruangan langsung jadi pusat perhatian, gampang ngobrol sama siapa aja, dan kayak nggak pernah kehabisan energi?
Mereka itu biasanya disebut ekstrovert atau extravert— tipe orang yang hidupnya “nyala” kalau ada interaksi sosial.
Tapi dibalik vibe ceria dan supel itu, ada fakta menarik yang jarang dibahas: jadi ekstrovert itu nggak selalu se-enak kelihatannya.
Baca juga: Dikira Kaku dan Membosankan, Ini Sifat Asli ISTJ yang Paling Dicari Tapi Nggak Semua Orang Tahan
Buat ekstrovert, dunia itu kayak “charger energi”. Semakin banyak interaksi, semakin hidup mereka terasa. Mereka cenderung cepat ambil inisiatif, suka mencoba hal baru dan gampang terlibat dalam percakapan apapun.
Bahkan dalam banyak situasi, mereka lebih memilih “terjun langsung” daripada diam mengamati. Tapi masalahnya, kalau terlalu lama sendirian, rasanya bisa seperti “kehabisan baterai”. Bukan cuma bosan, tapi bisa merasa benar-benar tidak terisi.
Dalam sebuah survei perilaku sosial ditemukan bahwa 89% ekstrovert merasa nyaman mengungkapkan rasa terima kasih secara langsung, sementara pada introvert angkanya hanya sekitar 67%.
Baca juga: Takdir Mubram Adalah: Pengertian, Contoh, dan Perbedaannya dengan Muallaq
Temuan ini menunjukkan bahwa ekstrovert cenderung lebih “lepas” dalam mengekspresikan emosi positif, di mana apa yang mereka rasakan biasanya lebih mudah tersampaikan secara spontan tanpa banyak ditahan.
Ada hal lain yang cukup menarik. Sekitar 87% ekstrovert merasa yakin bahwa mereka memiliki kemampuan untuk menjadi pemimpin yang baik, sedangkan pada Introvert persentasenya hanya sekitar 56% yang merasa hal serupa.
Nggak heran kalau ekstrovert sering terlihat dominan di lingkungan kerja, organisasi, atau pergaulan. Mereka cepat mengambil peran, berani bicara, dan nggak ragu memimpin.
Baca juga: 5 Dampak Negatif dari Letak Geografis Indonesia yang Perlu Diwaspadai, Apa Saja?
Namun di sisi lain, dorongan untuk selalu terlihat aktif dan terus terlibat dalam berbagai situasi kadang membuat mereka cenderung bertindak impulsif, sulit menikmati momen-momen tenang, bahkan terkadang melakukan sesuatu semata-mata hanya untuk mencari keseruan atau stimulasi baru.
Ekstrovert sering dianggap “sempurna” di dunia sosial. Padahal kenyataannya, mereka juga bisa terjebak dalam kebutuhan untuk terus aktif dan diakui.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: 16 Personalities