Ilustrasi Cabut Pen Tulang. (Eliani Kusnedi)
INDOZONE.ID - Dalam dunia ortopedi, implan atau yang sering disebut pen tulang digunakan untuk membantu proses penyembuhan patah tulang maupun perbaikan sendi.
Alat ini berfungsi sebagai penyangga agar tulang tetap stabil selama masa pemulihan. Namun, banyak orang bertanya-tanya, pen tulang harus dicabut kapan?
Pada dasarnya, pen bukan bagian permanen dari tubuh. Karena itu, pelepasannya perlu dipertimbangkan sesuai kondisi pasien dan rekomendasi dokter spesialis ortopedi. Memahami fungsi, waktu pencabutan, hingga risikonya penting agar pemulihan berjalan optimal.
Baca juga: Rahang Berbunyi saat Buka Mulut? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Istilah pen yang sering digunakan masyarakat biasanya merujuk pada batang logam medis yang dipasang di dalam tulang. Dalam dunia medis, alat ini dikenal sebagai intramedullary nail atau batang intramedula.
Implan ini umumnya terbuat dari baja tahan karat atau titanium, lalu dimasukkan ke rongga sumsum tulang untuk menstabilkan tulang panjang yang patah, seperti:
Selain itu, ada juga jenis implan lain seperti pelat, sekrup, maupun kawat khusus. Meski bentuknya berbeda, tujuannya sama, yaitu menjaga posisi tulang agar bisa menyatu dengan baik.
Baca juga: Bahaya Ceker Ayam Jika Dikonsumsi Berlebihan, Ini Faktanya!
Penggunaan pen ortopedi memiliki beberapa manfaat penting, di antaranya:
Pen membantu menahan fragmen tulang agar tetap sejajar selama proses penyembuhan.
Dengan posisi tulang yang stabil, jaringan tulang baru dapat terbentuk lebih optimal.
Stabilisasi yang baik biasanya membuat rasa nyeri berkurang saat bergerak.
Pasien umumnya bisa mulai bergerak lebih cepat dibanding tanpa pemasangan implan.
Waktu pencabutan pen berbeda-beda pada tiap pasien. Secara umum, pen bisa dipertimbangkan untuk dilepas setelah tulang benar-benar menyatu, biasanya sekitar 6 hingga 12 bulan setelah operasi.
Namun, keputusan ini tergantung pada:
Baca juga: Apa Bedanya Overweight dan Obesitas? Simak Penjelasannya
Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan rutin dan foto rontgen untuk memastikan kondisi tulang sebelum menentukan jadwal pencabutan.
Selain tulang yang sudah sembuh, pen bisa dilepas karena beberapa kondisi berikut.
Pen atau sekrup kadang bergesekan dengan otot dan tendon sehingga terasa sakit saat beraktivitas.
Beberapa pasien merasakan benjolan, ngilu, atau area sekitar operasi terasa mengganjal.
Meski banyak implan modern aman, logam tertentu bisa mengganggu hasil pencitraan.
Jika dibiarkan sangat lama, ada risiko pen aus, patah, atau tulang sekitar menjadi lebih rapuh.
Dalam kasus tertentu, pasien bisa mengalami alergi atau reaksi terhadap material implan.
Baca juga: Cara Mencegah Kanker Kulit Sejak Dini dengan Langkah Sederhana, Jangan Sampai Terlambat!
Seperti operasi lain, pencabutan pen juga memiliki risiko, seperti:
Karena itu, pasien biasanya diminta menghindari aktivitas berat selama beberapa minggu setelah tindakan.
Ya, dalam beberapa kondisi pen bisa dibiarkan tetap terpasang, terutama jika tidak menimbulkan keluhan, pasien lanjut usia, risiko operasi lebih besar dibanding manfaatnya, kondisi kesehatan tidak memungkinkan operasi tambahan.
Baca juga: Hidung Tersumbat? Ini Cara Cuci Hidung dengan NaCl yang Benar
Pen tulang umumnya dicabut setelah proses penyembuhan selesai, sekitar 6 sampai 12 bulan, tetapi waktunya bisa berbeda pada tiap orang. Jika muncul nyeri, iritasi, atau gangguan lain, dokter mungkin menyarankan pencabutan lebih cepat.
Konsultasikan dengan dokter spesialis ortopedi agar tindakan yang diambil aman dan sesuai kondisi tulang Anda.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Primaya Hospital