Cara mengatasi Hustle Culture (freepik)
INDOZONE.ID - Pernah merasa sulit fokus saat bekerja, tapi justru merasa bersalah saat ingin berhenti sejenak? Kalau iya, bisa jadi kamu sedang terjebak dalam hustle culture.
Hustle culture adalah pola pikir yang menganggap kesuksesan hanya bisa diraih jika seseorang mendedikasikan hampir seluruh hidupnya untuk bekerja tanpa henti.
Padahal, kamu bukan robot, tubuh dan pikiran tetap butuh istirahat agar bisa berfungsi dengan baik.
Nah, bagi kamu yang masih bingung cara menyikapinya, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan.
Salah satu ciri utama seseorang terjebak dalam hustle culture adalah merasa bahwa produktif berarti harus bekerja terus-menerus tanpa jeda.
Saat tidak bekerja atau memilih beristirahat, ia justru merasa bersalah, seolah-olah sedang membuang waktu.
Padahal, pola pikir seperti ini bisa membuat seseorang kehilangan batas antara bekerja dan menjalani hidup.
Baca juga: 5 Mindset yang Harus Diterapkan untuk Mengurangi Hustle Culture
Akibatnya, pekerjaan terus memenuhi kepala, bahkan saat sedang berada di rumah, berkumpul dengan orang lain, atau seharusnya beristirahat.
Beberapa ciri hustle culture yang perlu diwaspadai antara lain:
Jika dibiarkan, hustle culture bukan hanya berdampak pada kondisi mental, tetapi juga bisa memengaruhi kesehatan fisik.
Seseorang bisa lebih sering mengalami keluhan seperti pusing, sakit perut, tubuh tidak enak badan, hingga kelelahan berkepanjangan akibat bekerja terlalu berlebihan.
Ada beberapa cara mengtaasi hustle culture yang bisa kamu lakukan. Berikut penjelasannya.
Kalau tubuh sudah terasa capek, kepala penuh, atau sulit fokus, jangan dipaksa terus bekerja. Segera ambil waktu untuk istirahat agar kondisi fisik dan mental tetap terjaga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Verywell Mind