Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 09 MEI 2026 • 10:35 WIB

Mengenal Kesenian Tradisional Badud Pangandaran, Warisan Mistis yang Tetap Hidup

Mengenal Kesenian Tradisional Badud Pangandaran, Warisan Mistis yang Tetap HidupKesenian tradisional Badud Pangandaran. (Ilustrasi Copilot)

INDOZONE.ID - Pangandaran bukan hanya terkenal dengan pantainya yang indah, tetapi juga memiliki kekayaan budaya yang masih dijaga hingga kini. 

Salah satu warisan budaya yang paling menarik adalah kesenian Badud, sebuah pertunjukan tradisional yang berasal dari Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang. 

Kesenian ini sudah ada sejak abad ke-19 dan menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat setempat.  

Badud lahir dari tradisi agraris masyarakat Sunda. Dahulu, pertunjukan ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen sekaligus doa agar terhindar dari hama dan gangguan binatang buas. 

Baca juga: Ronggeng Gunung Pangandaran, Warisan Budaya Penuh Sejarah dan Filosofi

Dalam setiap gerak dan tabuhan, tersimpan makna tentang hubungan manusia dengan alam dan leluhur. Badud bukan sekadar hiburan, melainkan simbol keseimbangan dan penghormatan terhadap kekuatan yang tak terlihat.  

Pertunjukan Badud biasanya dilakukan di ruang terbuka. Para pemain mengenakan pangsi hitam dan iket kepala khas Sunda. 

Musik pengiring terdiri dari dogdog, angklung bambu, dan gong kecil. Dogdog besar disebut badublag, sedangkan yang kecil disebut tilingtit. Irama tabuhan dogdog berpadu dengan lantunan tembang Sunda menciptakan suasana yang magis. 

Pada momen tertentu, pemain bisa mengalami trance atau kesurupan, bergerak spontan, berteriak, bahkan berinteraksi dengan penonton. Unsur mistis inilah yang membuat Badud berbeda dari kesenian lain.  

Baca juga: 10 Nama Tarian Daerah dan Asalnya, Kamu Wajib Tahu!

Meski sempat dianggap kuno, Badud tetap bertahan berkat semangat para pelaku seni di Pangandaran. Mereka terus menampilkan pertunjukan ini di berbagai acara adat dan festival budaya. 

Pemerintah daerah juga masih mendukung pelestarian Badud dengan menjadikannya bagian dari promosi wisata budaya. Generasi muda kini mulai dilibatkan agar kesenian ini tidak hilang ditelan zaman.  

Badud adalah cermin kehidupan masyarakat Pangandaran yang penuh rasa syukur dan kebersamaan. Melalui kesenian ini, mereka menjaga warisan leluhur sekaligus memperkuat identitas daerah. 

Menyaksikan Badud bukan hanya menikmati pertunjukan, tetapi juga memahami nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat. Di era modern, Badud tetap berdiri sebagai pengingat bahwa budaya adalah akar yang tak boleh diputus dan jadi identitas Pangandaran.  

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Mypangandaran.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mengenal Kesenian Tradisional Badud Pangandaran, Warisan Mistis yang Tetap Hidup

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!