Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 10 MEI 2026 • 14:00 WIB

Sampah Rumah Tangga Menumpuk, Ibu-ibu di Karawang Terapkan Kebiasaan Baru

Sampah Rumah Tangga Menumpuk, Ibu-ibu di Karawang Terapkan Kebiasaan BaruIbu-ibu PKK terapkan kebiasaan baru pilah sampah rumah tangga. (Dewi Kania/Z Creators)

INDOZONE.ID - Sejumlah ibu-ibu PKK di Kabupaten Karawang belajar memilah sampah rumah tangga yang menjadi masalah serius bagi lingkungan. Mereka mulai mengubah kebiasaan lama yakni mencampur semua jenis sampah di lingkungan sekitar.

Kegiatan ini merupakan bagian dari edukasi yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Karawang dan KSM Sahabat Lingkungan Desa Warung Bambu bersama Unicharm. Para ibu-ibu sangat antusias untuk memulai kebiasaan baru dalam mengelola sampah.

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan (SIPSN KLHK), lebih dari 50% dari jumlah sampah pada 2025 berasal dari rumah tangga. Sayangnya, semua jenis sampah bercampur antara residu, organik, hingga sampah plastik.

Baca juga: Dari Sampah Jadi Cuan: Kisah Ibu Amaliyah Ubah Limbah Jadi Berkah di Kampung Masigit

Padahal kalau jenis timbulan sampah itu dipilah dengan baik akan menambah nilai ekonomi sirkular. Sebab ada beberapa jenis sampah yang bisa didaur ulang dan jadi cuan.

Penata Kelola Penyehatan Lingkungan Ahli Muda/Ketua Tim Kerja Kelompok Sub. Substansi Pengendalian B3, Limbah B3 dan Non B3 dari DLHK Kabupaten Karawang Agus Yuniarto mengatakan, masalah sampah tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah. Butuh sinergi kolaboratif antara regulator, pihak swasta, dan masyarakat agar bisa betul-betul memulai upaya pemilahan sampah dari rumah. 

“Sinergi positif ini dapat terus terjaga demi bersama merealisasikan peta jalan pengurangan sampah nasional,” ujarnya dalam acara “Unicharm Green Action: Ayo Pilah Sampah 3R Bersama!" di Karawang, baru-baru ini. 

Dia menjelaskan, memilah sampah memiliki banyak manfaat. Salah satunya membantu mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA). 

“Dengan memilah sampah, masyarakat turut berkontribusi membantu pemerintah mengurangi sampah yang lari ke TPA,” imbuhnya. 

Baca juga: Keren! Warga Malang Ubah Sampah Jadi Gas, Gratis Buat Kebutuhan Rumah Tangga

Sementara itu, Presiden Direktur Unicharm Yasutaka Nishioka menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat. Ia menegaskan, pihaknya akan terus bersinergi dengan masyarakat serta pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Kami akan terus bersinergi dengan masyarakat dan pemerintah dalam melestarikan lingkungan serta memberikan kontribusi sosial yang berkelanjutan di Indonesia," ungkap Nishioka.

Pada inisiatif kali ini, masyarakat tak cuma belajar memilah sampah, tapi bisa mengelola sampah pasca konsumsi, demi mendukung target nasional pengurangan sampah 30% di 2029. 

Dari langkah ini pula, diharapkan bisa memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah langsung dari sumbernya. Serta menjadi upaya baru dalam mengurangi beban lingkungan dan kapasitas TPA.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Sampah Rumah Tangga Menumpuk, Ibu-ibu di Karawang Terapkan Kebiasaan Baru

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!