Potret wanita yang sulit move on setelah putus cinta. (freepik.com)
INDOZONE.ID - Putus cinta sering kali terasa seperti ditabrak kenyataan yang nggak siap kita hadapi. Hari-hari yang biasanya penuh chat, telepon, atau rutinitas bersama tiba-tiba berubah sunyi. Notifikasi yang dulu bikin senyum sekarang justru nggak muncul sama sekali.
Yang lebih menyakitkan, terkadang yang hilang bukan cuma pasangan — tapi juga kebiasaan, rasa nyaman, bahkan bayangan masa depan yang sudah kamu susun rapi di kepala.
Putus memang nggak pernah terasa mudah, mau hubungan itu baru berjalan beberapa bulan atau sudah bertahun-tahun. Meski kamu merasa sudah siap dengan kemungkinan terburuk, rasa sakitnya sering tetap datang seperti tamu tak diundang.
Baca juga: Jangan Buru-Buru Putus! 3 Cara Ini Bisa Selamatkan Asmara yang Hampir Hancur
Jangan heran kalau setelah putus kamu jadi gampang cemas, sulit tidur, kehilangan nafsu makan, atau pikiranmu nggak bisa berhenti mengulang semua momen manis di masa lalu.
Sebuah penelitian menemukan bahwa perpisahan dalam hubungan dapat meningkatkan rasa cemas dan memicu gejala depresi dalam jangka pendek.
Ini terjadi karena otak sedang berusaha beradaptasi dengan kehilangan seseorang yang sebelumnya selalu hadir dalam hidupmu.
Ibaratnya begini: kamu terbiasa berjalan dengan seseorang setiap hari, lalu tiba-tiba harus melanjutkan perjalanan sendirian di jalan yang sama. Wajar kalau langkahmu terasa berat di awal.
Baca juga: Doa Menyembelih Hewan Kurban Lengkap dengan Tata Caranya
Apalagi jika kamu dan mantan sudah punya banyak rencana besar — mulai dari tinggal bersama, menikah, traveling bareng, atau membangun masa depan yang terlihat begitu nyata.
Saat hubungan berakhir, yang ikut hancur bukan cuma hubungan itu sendiri, tapi juga ekspektasi yang pernah dibangun bersama.
Banyak orang memaksa diri terlihat baik-baik saja setelah putus hanya demi terlihat kuat di depan orang lain. Padahal, luka emosional nggak akan sembuh hanya karena kamu pura-pura bahagia di media sosial.
Kalau memang sedih, kamu boleh bersedih.
Kalau ingin menangis, maka menangislah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline