Ilustrasi patah hati karena putus cinta (freepik/jcomp)
INDOZONE.ID - Putus cinta memang nggak pernah terasa mudah. Awalnya mungkin kamu terbiasa menerima chat “Udah makan belum?” setiap hari, punya seseorang untuk diajak cerita, atau sekadar berbagi hal random sebelum tidur. Lalu tiba-tiba semuanya berhenti begitu saja.
Yang biasanya selalu ada kini mendadak hilang. Rasanya mirip seperti terbiasa pulang lewat jalan yang sama setiap hari, lalu suatu hari jalannya ditutup tanpa peringatan. Bingung, kosong, dan bikin hidup terasa berantakan.
Nggak heran kalau banyak orang merasa sulit bangkit setelah hubungan berakhir. Ada yang menangis berhari-hari, ada yang sibuk berpura-pura bahagia, bahkan ada juga yang memilih memendam semua rasa sakit sendirian karena takut dianggap lemah.
Baca juga: Jangan Buru-Buru Putus! 3 Cara Ini Bisa Selamatkan Asmara yang Hampir Hancur
Padahal, ada satu langkah sederhana yang sering diremehkan tapi justru bisa sangat membantu proses move on: bercerita kepada seseorang yang kamu percaya.
Banyak orang merasa setelah putus mereka harus terlihat kuat. Mereka tetap aktif di media sosial, bercanda seperti biasa, bahkan terlihat baik-baik saja di depan orang lain. Padahal kenyataannya, hati mereka sedang kacau.
Memendam emosi terlalu lama itu seperti menuang air kedalam botol yang sudah penuh lalu berharap semuanya tetap baik-baik saja, padahal air tersebut akan tumpah. Artinya, keadaan bukannya membaik masalah justru bisa semakin buruk.
Baca juga: Doa Menyembelih Hewan Kurban Lengkap dengan Tata Caranya
Kesedihan yang tidak diungkapkan bisa berubah menjadi stres berlebihan, sulit tidur, kehilangan fokus saat bekerja, hingga membuat seseorang terus terjebak dalam kenangan masa lalu.
Karena itu, jangan ragu untuk menghubungi orang terdekat saat kamu sedang merasa rapuh.
Kamu nggak harus punya solusi atas semua rasa sakit yang sedang dialami. Kadang yang dibutuhkan hanya seseorang yang mau mendengarkan tanpa menghakimi.
Sahabat, saudara, pasangan keluarga, atau orang tua bisa menjadi tempat aman untuk menuangkan isi hati. Kalimat sederhana seperti:
“Aku lagi capek banget menghadapi semua ini.” atau “Aku nggak tahu harus cerita ke siapa, tapi aku sedang sedih.” – bisa menjadi awal yang sangat membantu.
Baca juga: Hukum Patungan Kurban di Sekolah, Sah atau Tidak?
Saat kamu mulai berbicara, emosi yang tadinya terasa menumpuk perlahan bisa lebih terurai. Rasa marah, kecewa, kehilangan, penyesalan, dan kebingungan yang bercampur menjadi satu akan terasa lebih mudah dipahami ketika kamu mengungkapkannya.
Sering kali setelah curhat, orang merasa jauh lebih lega meski masalahnya belum sepenuhnya selesai.
Salah satu kesalahan terbesar setelah putus adalah merasa harus cepat sembuh karena melihat orang lain tampak baik-baik saja lebih dulu.
Padahal setiap hubungan punya cerita berbeda. Ada yang bisa move on dalam hitungan minggu, ada juga yang membutuhkan waktu berbulan-bulan bahkan lebih lama untuk benar-benar pulih.
Baca juga: Karyawan Wajib Tahu, Ini Aturan Cuti Mendampingi Istri Melahirkan
Hati manusia bukan mesin yang bisa di-reset dengan satu tombol. Kalau hari ini kamu masih sedih, itu bukan berarti kamu gagal move on. Itu hanya tanda bahwa kamu sedang berproses.
Tidak semua orang nyaman membuka luka kepada teman atau keluarga. Ada yang takut dihakimi. Ada juga yang merasa orang terdekat tidak akan memahami situasinya.
Kalau kamu merasa seperti itu, mencari bantuan profesional bisa menjadi pilihan yang sangat baik. Konselor atau psikolog dapat membantu kamu memproses emosi dengan lebih sehat dan membantu menemukan cara agar kamu bisa bangkit kembali tanpa membawa luka yang sama ke hubungan berikutnya.
Baca juga: Doa Sujud Syukur Lengkap Beserta Tata Cara dan Syarat Sahnya
Mencari bantuan profesional bukan berarti kamu lemah. Justru itu menunjukkan bahwa kamu peduli pada kesehatan mentalmu sendiri.
Setelah putus, banyak orang terlalu sibuk membuktikan bahwa mereka baik-baik saja. Padahal proses penyembuhan yang sebenarnya terjadi saat kamu berani jujur pada diri sendiri.
Kalau memang sedih, akui.
Kalau memang kecewa, rasakan.
Baca juga: 8 Bahan Alami yang Bisa Usir Tikus dari Rumah, Auto Kabur tanpa Ribet!
Kalau memang butuh bantuan, cari bantuan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline