Ilustrasi kuku rapuh (Freepik)
INDOZONE.ID - Banyak orang langsung panik saat wajah berjerawat, rambut rontok, atau berat badan naik drastis. Tapi saat kuku mulai rapuh, gampang patah, sampai mengelupas, kebanyakan justru menganggapnya hal biasa.
Padahal, perubahan pada kuku bisa jadi tanda tubuh sedang “berbicara” soal kondisi kesehatanmu.
Meski nggak selalu berarti penyakit serius, kuku yang tiba-tiba berubah tekstur tetap nggak boleh disepelekan. Dalam beberapa kasus, masalah ini hanya dipicu kebiasaan sehari-hari.
Namun di kondisi tertentu, kuku rapuh juga bisa berkaitan dengan masalah nutrisi hingga gangguan kesehatan tertentu.
Baca juga: Cara Memotong Kuku yang Benar agar Tidak Cantengan
Tanpa disadari, kondisi kuku sering mencerminkan apa yang sedang terjadi didalam tubuh. Kuku sehat umumnya terasa kuat, permukaannya halus, dan tidak mengalami perubahan warna mencolok.
Kalau kuku mulai terlihat kasar, tipis, pecah-pecah, atau mudah terbelah, ada kemungkinan tubuh sedang kekurangan nutrisi penting.
Dr. Sara Norris, dokter naturopati asal Los Angeles, mengungkapkan bahwa masalah kuku rapuh cukup sering berkaitan dengan pola makan yang buruk atau penyerapan nutrisi yang tidak optimal.
Artinya, kalau tubuh kekurangan asupan penting seperti zat besi atau nutrisi lain, kuku bisa menjadi salah satu bagian pertama yang menunjukkan tanda-tandanya.
Baca juga: Kapan Potong Kuku untuk Orang yang Berkurban? Simak Hukumnya
Sebelum overthinking soal penyakit serius, coba cek dulu kebiasaan harianmu.
Kuku rapuh sering kali terjadi karena terlalu sering terkena air lalu mengering berulang kali. Aktivitas seperti mencuci piring, mencuci baju, berenang, atau terlalu sering memakai sabun dan cairan pembersih bisa membuat kuku kehilangan kelembaban alami.
Efeknya?
Kuku jadi tipis, kering, gampang retak, bahkan mengelupas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline