Ilustrasi psoriasis. (freepik.com)
INDOZONE.ID - Pernah lihat garis hitam tipis seperti “cipratan tinta” di bawah kuku? Sekilas memang kelihatan nggak berbahaya, bahkan banyak orang mengira itu cuma bekas benturan biasa.
Tapi hati-hati, kondisi ini kadang bukan sekadar masalah kecil di kuku.
Di dunia medis, garis seperti ini dikenal sebagai splinter hemorrhages, dan bisa jadi petunjuk awal dari kondisi kesehatan tertentu — termasuk penyakit kulit yang sering nggak disadari sejak awal.
Garis hitam atau kecoklatan di kuku muncul ketika ada perdarahan kecil di bawah permukaan kuku. Bentuknya tipis memanjang, seperti serpihan kecil yang “terjebak” di dalam kuku.
Baca juga: Bintik Putih di Kuku Bukan Sekadar Karena Kurang Kalsium! Ini Kemungkinan Penyebab Lainnya
Masalahnya, banyak orang baru sadar setelah garisnya terlihat jelas. Padahal, tubuh sebenarnya sudah memberi “kode” lebih dulu.
Salah satu kondisi yang bisa memicu perubahan pada kuku adalah psoriasis. Ini merupakan penyakit kulit kronis yang cukup umum, tapi sering tidak disadari sejak awal.
Menariknya, psoriasis bukan cuma muncul di kulit seperti ruam atau sisik. Pada banyak kasus, justru perubahan di kuku bisa jadi tanda awal yang sering terlewat. Beberapa perubahan yang bisa muncul antara lain:
Baca juga: Muncul Garis Putih di Kukumu? Bisa Jadi Tanda Tubuh Terpapar Logam Berat
Karena gejalanya terlihat “ringan”, banyak orang sering mengabaikannya.
Memang benar, tidak semua garis hitam di kuku berarti penyakit serius. Bisa saja hanya akibat benturan kecil, misalnya terjepit atau terbentur tanpa sadar.
Tapi kalau garis tersebut muncul tanpa sebab jelas, bertahan lama, atau makin sering muncul di beberapa kuku, ini patut diwaspadai!
Baca juga: Awas! Keseringan Perawatan Malah Bisa Bikin Muncul Bintik Putih di Kuku
Kuku sering disebut sebagai “cermin kecil” kondisi tubuh. Jadi perubahan kecil di sana bisa jadi sinyal awal yang penting banget untuk diperhatikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline