Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 02 JULI 2026 • 10:58 WIB

Pasangan Ragu Diajak Serius? Penelitian Ungkap Kemungkinan Penyebabnya

Pasangan Ragu Diajak Serius? Penelitian Ungkap Kemungkinan PenyebabnyaIlustrasi pasangan ragu diajak serius. (freepik)

INDOZONE.ID - Menentukan arah sebuah hubungan memang terdengar mudah. Kalau merasa cocok, lanjutkan. Kalau tidak, akhiri. 

Namun, kenyataannya tidak sedikit orang yang justru terus diliputi keraguan saat harus mengambil keputusan tentang hubungan asmara.

Sebagian orang mungkin menunda pembicaraan soal masa depan, bingung menentukan status hubungan, atau sering berubah pikiran ketika diminta berkomitmen. 

Dari luar, sikap ini bisa terlihat seperti tidak serius. Padahal, menurut penelitian, ada alasan yang jauh lebih kompleks di balik keraguan tersebut.

Baca juga: Lagi Dirawat di RS, Bapak Ini Kaget Begitu Tau Tim Jagoannya di Piala Dunia 2026 Kalah Semua

Penelitian yang dilakukan Kuan-Ju Huang dan tim dari Kyoto University pada 2026 mengungkapkan bahwa mengambil keputusan dalam hubungan romantis seringkali tidak semudah yang dibayangkan. 

Hubungan dipenuhi berbagai ketidakpastian, konflik batin, dan banyak pertimbangan yang membuat seseorang sulit mengambil keputusan dengan cepat dan mantap.

Banyak Hal yang Dipikirkan Sebelum Mengambil Keputusan

Keputusan dalam hubungan berbeda dengan keputusan sehari-hari. Saat memutuskan masa depan hubungan, seseorang tidak hanya mengandalkan perasaan, tetapi juga mempertimbangkan harapan, pengalaman masa lalu, hingga kemungkinan yang akan terjadi di masa depan.

Misalnya, seseorang bisa terus bertanya dalam hati apakah pasangannya benar-benar orang yang tepat, apakah hubungan tersebut bisa bertahan lama, atau apakah keputusan yang diambil nantinya akan disesali.

Baca juga: Contoh Skill dalam CV untuk Fresh Graduate dan Profesional

Semakin banyak pertanyaan yang muncul, semakin besar pula keraguan yang dirasakan. Akibatnya, seseorang bisa terus berada dalam dilema tanpa benar-benar yakin harus melangkah maju atau memilih jalan yang lain.

Menurut Huang dan rekan-rekannya, kondisi seperti ini merupakan hal yang cukup umum ketika seseorang dihadapkan pada keputusan besar dalam sebuah hubungan.

Lingkungan dan Budaya Ternyata Juga Berpengaruh

Penelitian tersebut juga menjelaskan bahwa keraguan dalam hubungan tidak hanya dipengaruhi oleh kepribadian. Lingkungan sosial dan budaya tempat seseorang tumbuh juga memiliki peran penting.

Para peneliti menggunakan konsep “relational mobility” atau mobilitas relasional, yaitu seberapa besar seseorang merasa memiliki kesempatan untuk membangun hubungan baru atau mengakhiri hubungan yang sedang dijalani.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Psychologytoday.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Pasangan Ragu Diajak Serius? Penelitian Ungkap Kemungkinan Penyebabnya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!