Ilustrasi kaligrafi huruf hiragana, katakana, dan romaji. (freestockcenter/magnific.com)
INDOZONE.ID - Budaya Jepang seperti anime, manga, serial, musik, hingga makanan khasnya telah lama masuk dan digemari oleh masyarakat di Indonesia. Karena popularitasnya, tidak sedikit orang Indonesia yang tertarik untuk mempelajari bahasa Jepang, baik untuk hobi maupun untuk meraih cita-cita berkuliah di sana.
Namun, mempelajari bahasa Jepang membutuhkan adaptasi ekstra. Berbeda dengan bahasa Indonesia yang secara keseluruhan hanya menggunakan abjad Latin, bahasa Jepang memiliki empat jenis sistem tulisan, yaitu huruf hiragana, katakana, kanji, dan romaji. Sebagai fondasi dasar, menguasai hiragana katakana sering disebut sebagai "pintu gerbang" sebelum Anda melompat ke materi grammar yang lebih rumit.
Lalu, apa sebenarnya huruf hiragana itu, berapa jumlahnya, dan apa bedanya dengan jenis huruf lain? Mari kita bahas secara lengkap.
Baca juga: Pulang ke Korea, Siwon Berikan Salam Perpisahan Pakai Bahasa Indonesia
Apa Itu Huruf Hiragana?
Huruf hiragana adalah salah satu huruf fonetik asli Jepang (kana) di mana setiap karakternya mewakili penyebutan satu suku kata. Aksara ini adalah bentuk penyederhanaan dari huruf kanji yang berasal dari Tiongkok.
Berdasarkan sejarahnya, huruf hiragana dan katakana diciptakan pada rentang zaman Nara (710 – 784 M) hingga zaman Heian (794 – 1185 M). Pada awal perkembangannya, kaum elit laki-laki di Jepang menolak penggunaan huruf ini dan bersikeras hanya menggunakan huruf kanji. Akan tetapi, karena perempuan pada era tersebut tidak diperbolehkan mempelajari kanji, para wanita bangsawan Jepang akhirnya beralih dan mengembangkan huruf hiragana dari bentuk tulisan kursif kanji. Inilah sebabnya huruf hiragana dulu dikenal dengan sebutan "onnade" yang memiliki arti tulisan wanita. Berkat hal ini, hiragana Jepang mulai digunakan secara luas pada abad ke-10 Masehi.
Dalam struktur kalimat bahasa Jepang modern, huruf hiragana memiliki fungsi khusus untuk:
- Menuliskan partikel dalam tata bahasa, seperti wa, ga, no, dan lain-lain.
- Menuliskan akhiran untuk kata kerja serta kata sifat.
- Menuliskan kosakata asli bahasa Jepang yang tidak mempunyai kanji.
- Digunakan sebagai furigana, yakni panduan cara baca huruf kanji yang sangat membantu bagi pemula.
- Menulis karakter yang mengiringi kanji (okurigana) serta ungkapan penghormatan (honorifik).
Huruf Hiragana Ada Berapa dan Apa Saja Daftarnya?
Untuk Anda yang bertanya huruf hiragana ada berapa, aksara ini terdiri dari 46 macam karakter dasar. Berikut adalah daftar huruf hiragana dasar lengkap beserta pelafalannya:
- Vokal dasar: A = あ, I = い, U = う, E = え, O = お
- Baris K: Ka = か, Ki = き, Ku = く, Ke = け, Ko = こ
- Baris S: Sa = さ, Shi = し, Su = す, Se = せ, So = そ
- Baris T: Ta = た, Chi = ち, Tsu = つ, Te = て, To = と
- Baris N: Na = な, Ni = に, Nu = ぬ, Ne = ね, No = の
- Baris H: Ha = は, Hi = ひ, Fu = ふ, He = へ, Ho = ほ
- Baris M: Ma = ま, Mi = み, Mu = む, Me = め, Mo = も
- Baris Y: Ya = や, Yu = ゆ, Yo = よ
- Baris R: Ra = ら, Ri = り, Ru = る, Re = れ, Ro = ろ
- Lainnya: Wa = わ, Wo = を, N = ん
Selain karakter dasar di atas, terdapat juga huruf hiragana turunan yang dikombinasikan untuk menghasilkan bunyi lain, yaitu:
- Dakuon (Tenten)
Huruf hiragana pada baris Ka, Sa, Ta, dan Ha yang ditambahkan dua garis kecil di kanan atas (seperti tanda kutip) untuk menebalkan bunyi menjadi Ga, Za, Da, dan Ba.
- Handakuon (Maru)
Khusus huruf baris Ha, Hi, Fu, He, Ho yang diberi lingkaran kecil (seperti tanda derajat) di kanan atas, sehingga bunyinya berubah menjadi Pa, Pi, Pu, Pe, Po.
- Youon
Huruf dasar kolom I (seperti Ki, Shi, Chi) yang digabungkan dengan huruf Ya (ゃ), Yu (ゅ), Yo (ょ) berukuran kecil untuk menghasilkan bunyi mendayu seperti Kya, Kyu, Kyo.
- Sukuon
Tambahan huruf Tsu (っ) kecil di depan huruf konsonan untuk memberikan efek penggandaan konsonan (contoh: kite menjadi kitte).
- Chouon
Aturan penambahan huruf vokal di belakang konsonan yang sama untuk membentuk bunyi panjang (contoh: okaasan, ojiisan).
Baca juga: Kumpulan Kosakata Bahasa Mandarin Sehari-hari Lengkap untuk Pemula dan Artinya
Apa Perbedaan Romaji dan Hiragana?
Ketika mulai merambah bahasa Jepang, Anda pasti akan mendengar istilah Romaji. Perbedaan paling mendasar antara keduanya adalah:
- Huruf Hiragana
Merupakan huruf abjad asli Jepang dengan ciri khas visual karakter yang melengkung.
- Huruf Romaji
- Merupakan sistem alihaksara yang menuliskan pelafalan bahasa Jepang menggunakan abjad Latin standar (A, B, C, D) untuk mempermudah orang asing membacanya. Sistem alihaksara yang populer digunakan antara lain alihaksara Hepburn, Kunrei-shiki, dan Romaji Nihon-Shiki.
Apa Perbedaan Hiragana dan Katakana?
Sama seperti hiragana, katakana juga berfungsi sebagai suku kata fonetik dan memiliki 46 karakter dasar dengan bunyi yang identik. Meskipun bunyinya sama, terdapat perbedaan hiragana katakana yang sangat kentara:
- Bentuk Tulisan
Karena dulunya sering digunakan oleh perempuan, ciri khas huruf hiragana adalah goresannya yang terbentuk dari garis-garis lengkung, sehingga tampak halus dan lembut. Di sisi lain, huruf katakana memiliki garis guratan lurus, pendek, serta bersudut tajam, sehingga tampilannya terlihat lebih kaku.
- Fungsi Penggunaan
Hiragana wajib digunakan untuk menulis kata-kata asli Jepang. Sebaliknya, katakana difungsikan untuk menulis kosakata serapan dari bahasa asing (gairaigo). Katakana juga digunakan untuk menulis nama orang asing, nama kota di luar negeri, onomatope (kata tiruan bunyi), istilah teknis/ilmiah, serta memberikan efek penekanan layaknya huruf kapital.
- Asal Mula Sejarah
Jika hiragana dibuat oleh wanita bangsawan, katakana awalnya justru diciptakan dan digunakan oleh para biksu Buddha. Karakter katakana adalah pecahan atau potongan dari bagian huruf kanji yang dimanfaatkan untuk mempermudah para biksu dalam membaca sutra. Nama "katakana" itu sendiri memiliki arti "potongan kana".
Tips Belajar Hiragana Katakana untuk Pemula
Agar tidak tertukar antara keduanya karena bunyinya yang sama namun bentuknya berbeda, Anda bisa menerapkan beberapa strategi belajar yang efektif:
- Gunakan mnemonik visual, seperti membayangkan bentuk huruf "カ" (ka) katakana sebagai kaki kucing untuk mempermudah ingatan.
- Lakukan latihan menulis tangan secara konsisten setiap hari pada kertas bergaris kotak (genkou youshi) agar tulisan lebih rapi dan otot tangan Anda terbiasa.
- Gunakan kartu hapalan (flashcard) atau aplikasi belajar bahasa digital yang mengadopsi sistem pengulangan.
- Tempelkan label berisi kosakata hiragana katakana pada benda-benda yang ada di rumah Anda untuk menghafal secara kontekstual.
Menguasai hiragana Jepang serta aksara turunannya tidak boleh dilewati jika Anda serius belajar. Tanpa keterampilan dasar ini, Anda akan menemui kebuntuan dalam memahami percakapan hingga menuliskan teks paling sederhana sekalipun.