Ilustrasi orang berbohong. (freepik)
INDOZONE.ID - Hubungan yang sehat dan langgeng tidak hanya bergantung pada cinta atau perhatian, tetapi juga kepercayaan.
Sayangnya, banyak hubungan mulai retak karena kebiasaan yang sering dianggap sepele, yaitu menyimpan rahasia dan berbohong kepada pasangan.
Sebagian orang memilih tidak jujur karena takut memicu pertengkaran, mengecewakan pasangan, atau merasa tidak semua hal perlu diketahui.
Padahal, kebohongan dan rahasia yang terus disimpan bisa menjadi bom waktu yang sewaktu-waktu merusak hubungan.
Baca juga: Penumpang Kereta Ini Bikin Kaget, Kompak Berselimut hingga Menutupi Kepala!
Ketika kepercayaan mulai memudar, konflik biasanya akan lebih mudah muncul. Tidak hanya itu, rasa curiga, kecewa, cemas, hingga keraguan terhadap pasangan juga dapat berkembang dan perlahan mengubah dinamika hubungan yang sebelumnya harmonis.
Tidak semua kebohongan dilakukan dengan niat buruk. Ada banyak alasan mengapa seseorang memilih untuk tidak jujur kepada pasangannya.
Sebagian orang takut menghadapi reaksi pasangan jika mengatakan hal yang sebenarnya. Ada yang khawatir akan mengecewakan orang yang dicintainya.
Bahkan, tidak sedikit yang beranggapan bahwa kebohongan kecil lebih baik daripada menciptakan pertengkaran besar.
Baca juga: Viral Kerbau Albino Mirip Donald Trump, Kini Jadi Artis Usai Gak Jadi Dikurbankan
Contohnya, menyembunyikan masalah keuangan, berbohong soal aktivitas sehari-hari, menghapus percakapan tertentu, atau menutupi kesalahan yang pernah dilakukan.
Pada awalnya, hal-hal tersebut mungkin terlihat sepele. Namun ketika pasangan mengetahui kenyataan yang sebenarnya, fokus masalah sering kali bukan lagi pada kesalahan yang dilakukan, melainkan hilangnya rasa percaya.
Kepercayaan ibarat kaca. Saat masih utuh, semuanya terlihat jelas dan nyaman. Namun ketika pecah, meskipun bisa diperbaiki, bekas retakannya sering kali tetap ada.
Dalam hubungan, sekali seseorang merasa dibohongi, ia akan mulai mempertanyakan banyak hal. Ucapan pasangan yang dulu dipercaya sepenuhnya bisa mulai diragukan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Psychologytoday.com