Ilustrasi, panggilan dalam bahasa Jepang (DALL-E 3/magnific.com)
INDOZONE.ID - Sama halnya dengan budaya Timur lainnya, masyarakat Jepang sangat menjunjung tinggi tata krama dan hierarki dalam berkomunikasi. Salah satu aspek terpenting dari etika tersebut adalah bagaimana cara menyebut nama atau memberikan panggilan dalam bahasa Jepang kepada orang lain.
Jika di Indonesia kita terbiasa memanggil orang asing yang belum kita kenal dengan sebutan "Mas", "Mbak", "Bapak", atau "Ibu", Jepang memiliki sistem gelar honorifik (keigo) yang spesifik. Penggunaannya sangat bergantung pada siapa lawan bicara Anda, status sosial, usia, dan tingkat keakraban. Salah memanggil nama di Jepang bisa dianggap sebagai tindakan yang tidak sopan.
Bagi Anda yang sedang belajar bahasa Jepang, baik untuk keperluan wisata, pendidikan, maupun pekerjaan, INDOZONE.ID telah merangkum aturan memanggil nama, penggunaan gelar, hingga daftar kosakata keluarga bahasa Jepang.
Baca juga: Apa Bahasa Jepang Sama-sama? Ini 10 Cara Menjawab 'Arigatou' Berdasarkan Tingkat Kesopanan
Sebelum masuk ke gelar panggilan, Anda harus memahami aturan dasar penulisan nama orang Jepang. Berbeda dengan negara-negara Barat yang meletakkan nama keluarga/marga di bagian belakang, Jepang meletakkan nama keluarga di bagian depan.
Sebagai contoh, untuk penyanyi terkenal Utada Hikaru (宇多田ヒカル), "Utada" adalah nama keluarga, sedangkan "Hikaru" adalah nama diri. Saat berkenalan, orang Jepang umumnya akan saling memanggil menggunakan nama keluarga, bukan nama diri. Memanggil nama diri hanya dilakukan jika kedua pihak sudah benar-benar akrab atau memiliki hubungan khusus.
Untuk menunjukkan rasa hormat, masyarakat Jepang wajib menyematkan gelar honorifik di akhir nama seseorang. Berikut adalah empat gelar panggilan yang wajib Anda ketahui:
San adalah gelar honorifik yang paling umum, aman, dan paling sering digunakan di Jepang. Gelar ini setara dengan panggilan "Bapak", "Ibu", "Tuan", atau "Nyonya" dalam bahasa Indonesia. San dapat digunakan untuk laki-laki maupun perempuan, dan biasanya disematkan di belakang nama keluarga seseorang yang belum terlalu akrab.
Contoh: Tanaka-san, Atsuko-san.
Gelar ini juga bisa dilekatkan pada profesi, misalnya Honya-san (penjual buku) atau Isha-san (dokter).
Gelar -Kun memiliki nuansa yang lebih santai dibandingkan -San. Gelar ini hampir secara eksklusif digunakan untuk memanggil laki-laki yang usianya sebaya atau lebih muda dari pembicara.
Digunakan oleh guru kepada murid laki-lakinya, atau atasan kepada bawahan di lingkungan kerja bahkan terkadang atasan menggunakan -kun untuk bawahan perempuan.
Sebagai catatan Anda dilarang keras menggunakan -kun untuk memanggil atasan atau orang yang lebih tua karena dinilai sangat tidak sopan.
Chan adalah bentuk penyebutan yang imut dan mengekspresikan rasa keakraban serta kasih sayang. Gelar ini paling sering disematkan pada nama anak kecil, remaja perempuan, atau di antara sahabat wanita.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber