Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 13 JULI 2026 • 05:00 WIB

Phrasal Verbs: Definisi, 4 Jenis Aturan, dan Contoh Kalimat Sehari-hari

Phrasal Verbs: Definisi, 4 Jenis Aturan, dan Contoh Kalimat Sehari-hariIlustrasi seorang gadis yang sedang duduk dan membaca. (magnific/magnific.com)

INDOZONE.ID - Pernahkah Anda mencoba menerjemahkan sebuah kalimat bahasa Inggris kata per kata, namun maknanya malah menjadi aneh dan tidak masuk akal? Misalnya, kata “give” berarti memberi, dan “up” berarti atas. Namun, mengapa saat digabung menjadi “give up” maknanya berubah total menjadi menyerah? Fenomena unik inilah yang dalam tata bahasa Inggris dikenal dengan istilah Phrasal Verbs.

Bagi Anda yang ingin berbicara atau menulis bahasa Inggris dengan gaya yang lebih natural layaknya native speaker, menguasai materi ini adalah sebuah keharusan. Pasalnya, phrasal verbs sangat sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, film, lirik lagu, hingga pesan teks informal.

Agar Anda tidak lagi bingung saat menemukan kombinasi kata kerja ini, mari kita bedah secara mendalam pengertian, struktur, jenis, hingga contoh phrasal verbs beserta terjemahannya!

Baca juga: 5 Contoh Descriptive Text Tentang Hobi dalam Bahasa Inggris Beserta Artinya

Apa Itu Phrasal Verbs?

Secara definisi, Phrasal Verb adalah frasa yang terdiri dari gabungan verb dengan satu atau dua particle, bisa berupa preposisi/kata depan atau adverb/kata keterangan.

Kombinasi dari kata-kata ini akan menciptakan sebuah unit makna baru yang sering kali benar-benar berbeda dari arti harfiah kata aslinya jika dipisah.

Sebagai contoh, mari kita lihat kata "Turn" (berputar).

  • Ditambah partikel "on" menjadi Turn on (Menyalakan).
  • Ditambah partikel "off" menjadi Turn off (Mematikan).
  • Ditambah partikel "into" menjadi Turn into (Berubah menjadi).

4 Jenis Phrasal Verbs dan Cara Penggunaannya

Menggunakan phrasal verbs tidak boleh sembarangan. Anda harus mengetahui penempatan objek yang tepat. Secara umum, ahli bahasa membaginya ke dalam 4 jenis utama:

1. Transitive Phrasal Verbs (Membutuhkan Objek)

Jenis ini wajib diikuti oleh objek agar kalimatnya memiliki makna yang utuh. Tanpa objek, kalimat akan terasa menggantung. Contoh:

  • The university called off the campus tour. (Universitas membatalkan tur kampus tersebut).

Jika Anda hanya bilang "The university called off," kalimat tersebut menjadi salah karena tidak ada objek (apa yang dibatalkan?).

2. Intransitive Phrasal Verbs (Tidak Membutuhkan Objek)

Kebalikan dari jenis pertama, phrasal verb ini sudah memiliki makna utuh dan bisa berdiri sendiri tanpa perlu ditambahkan objek apa pun di belakangnya.

Contoh:

  • I woke up early today. (Saya bangun lebih awal hari ini).
  • The car suddenly broke down. (Mobil itu tiba-tiba mogok).

Baca juga: 140+ Singkatan Bahasa Inggris dalam Chatting 2026: Arti dan Cara Pakainya

3. Separable Phrasal Verbs (Bisa Dipisahkan)

Pada jenis yang sangat fleksibel ini, Anda bisa meletakkan objek setelah phrasal verb, atau menyisipkannya di tengah-tengah di antara verb dan partikel. Keduanya sama-sama benar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Phrasal Verbs: Definisi, 4 Jenis Aturan, dan Contoh Kalimat Sehari-hari

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!