Serangga baru temuan Davis Marthin Damaledo
INDOZONE.ID - Davis Marthin Damaledo tidak pernah menyangka, jika hobinya mengumpulkan serangga akan membuat namanya tercatat dalam sebuah publikasi ilmiah.
Seperti dilansir akun Instagram @folkshitt, nama pelajar SMA di Nusa Tenggara Timur (NTT) ini mendunia setelah menemukan spesies serangga baru.
Saat ditemukan dua tahun lalu, serangga yang kemudian dinamai Nesiophasma sobesonbaii tengah hinggap di sebuah pohon jambu biji, di Desai Oemasi, Kecamatan Nekamese, Kupang, NTT. Serangga tersebut terlihat seperti ranting kecil berwarna hijau terang, dengan ukuran sekitar 20 sentimeter.
Meski belum bisa mengidentifikasi jenis, apalagi nama serangga tersebut, Davis bertekad membawa pulang serangga tersebut.
Kemudian, karena rasa penasarannya, dia menghubungi rekannya di jejaring penggemar serangga yang lebih berpengalaman, Garda Bagus Damastra untuk membantu mengidentifikasi.
Saat itu, Garda hanya mengetahui genus dari serangga itu saja, yakni Nesiophasma.
Baca Juga: Orang Amerika Butuh Rp20 M untuk Pensiun dengan Nyaman, Bagaimana dengan Indonesia?
Karena sama-sama memiliki pengetahuan terbatas, Garda lantas mengontak seorang peneliti serangga asal Kanada Frank H. Hennemann.
Dari sini, Davis lantas mengirimkan induk serangga yang sudah mati setelah menetaskan anak-anaknya kepada Hennemann.
Dari hasil identifikasi di Kanada, mengungkapkan bahwa serangga yang ditemukan Davis adalah spesies baru.
Baca Juga: Warga Bekasi Jual Sawah dengan Sumber Minyak ke Pertamina Rp1,1 M, Netizen: Rugi!
Maret lalu, Davis dan Garda bersama tiga peneliti asing menuliskan temuan ini dalam publikasi yang berjudul ‘Nesiophasma sobesonbaii n. sp. – a new giant stick insect from the island of Timor, Indonesia (Insecta: Phasmatodea)’.
Sementara tiga peneliti asing yang juga terlibat dalam penelitian dan penulisan publikasi antara lain, Hennemann Frank, Royce T. Cumming dan Stéphane Le Tirant.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram