Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 23 NOVEMBER 2024 • 13:30 WIB

Power Over Skin: Teknologi Revolusioner Penghantar Listrik Melalui Kulit

Power Over Skin: Teknologi Revolusioner Penghantar Listrik Melalui KulitPower Over Skin, penghantar listrik melalui kulit.

INDOZONE.ID - Sekelompok peneliti dari Future Interfaces Group di Carnegie Mellon University mendemonstrasikan penggunaan kulit untuk memindahkan listrik dari baterai yang disimpan di saku, ke perangkat yang dikenakan di tempat lain. Teknologi ini disebut power-over-skin.

Di sisi lain, mahasiswa doktoral Daehwa Kim, Profesor Madya Chris Harrison dan mahasiswa gap year Andy Kong, baru-baru ini menerbitkan penelitian mereka tentang power-over-skin, sebuah penemuan revolusioner di mana kulit digunakan sebagai konduktor (penghantar) listrik untuk memberi daya pada perangkat elektronik kecil tanpa baterai.

Penemuan tersebut bukan lagi hanya sebatas teoritis saja, kelompok ini merancang proyek di mana mereka menggunakan elektroda kering, yang tidak memerlukan gel konduktif lengket untuk terhubung ke medan listrik tubuh.

Sebelumnya, tim ini menemukan efisiensi transfer energi RF nirkabel tubuh pada 40 MHz, frekuensi yang cukup tinggi untuk tetap tidak terdeteksi oleh ujung saraf sensitif, yang artinya pada frekuensi tersebut, merupakan titik tertinggi di mana tubuh tidak mengalami reaksi terhadap sengatan listrik.

Baca Juga: 6 Manfaat Mineral Zinc untuk Kesehatan Kulit dan Rambut yang Perlu Kamu Tahu

Setelah menguji implementasi mereka secara menyeluruh mereka mencoba berbagai lokasi pemancar listrik, bahkan mereka menguji untuk memastikan bahwa teknologi power-over-skin tetap berfungsi dengan baik meskipun ada lapisan kain tersebut yang dapat menghalangi atau mengurangi efisiensi transfer energi. Dari pengujian tersebut, mereka berhasil mengirimkan lebih dari 100 µW dengan aman ke bisep (lengan) kiri dari pemancar yang terletak di saku celana kiri.

Para peneliti fokus mengembangkan teknologi power-over-skin untuk perangkat kecil berdaya rendah, seperti joystick Bluetooth LE (berdaya rendah) yang dioperasikan dengan ibu jari dan sensor kesehatan yang ditempelkan pada kulit. Perangkat tersebut menggunakan kapasitor untuk menyimpan dan menggunakan energi yang ditransfer melalui kulit alih-alih menggunakan baterai.

Dengan menggunakan prinsip siklus tidur-bangun, di mana perangkat dapat masuk ke mode hemat daya (sleep mode) ketika tidak aktif dan menyala hanya saat diperlukan, para peneliti menemukan bahwa teknologi ini cukup efektif untuk perangkat kecil mendapatkan daya langsung melalui transfer listrik melalui kulit, tanpa sumber daya seperti baterai dan kabel.

Baca Juga: 5 Mineral Water Terbaik untuk Kulit Berjerawat dan Berminyak

Teknologi ini masih membutuhkan pengembangan lebih lanjut untuk perangkat wearable (perangkat yang langsung dipakai pada tubuh manusia, seperti smartwatch, headphone, dan sebagainya) dengan baterai sekitar 0,5Wh.

Namun, teknologi ini masih bermanfaat terutama penyandang disabilitas yang memakai perangkat wearable, seperti alat bantu komunikasi atau sensor yang memantau kesehatan secara real-time, serta bagi mereka yang hidup dengan kondisi kesehatan kronis, yang menggunakan perangkat kesehatan terus-menerus untuk memantau kondisi tubuh, seperti sensor tekanan darah, detak jantung, atau kadar oksigen, dengan cara yang lebih praktis dan tanpa mengganggu kenyamanan pengguna.

 


Power Over Skin: Teknologi Revolusioner Penghantar Listrik Melalui KulitBanner Z Creators.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Androidpolice.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Power Over Skin: Teknologi Revolusioner Penghantar Listrik Melalui Kulit

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!