Ilustrasi ekstensi bulu mata. (freepik.com)
INDOZONE.ID - Banyak orang mengidamkan bulu mata yang lentik dan lebat. Oleh karena itu, penggunaan bulu mata palsu serta ekstensi menjadi tren, karena mampu memberikan kesan mata yang lebih besar dan menarik.
Meski begitu, produk kecantikan ini juga berpotensi menimbulkan risiko bagi kesehatan mata.
Banyak yang menganggapnya sebagai solusi instan untuk mempercantik penampilan dan membuat mata terlihat lebih ekspresif.
Penggunaan lem untuk merekatkan bulu mata palsu bisa menimbulkan berbagai masalah. Bahan dalam lem tersebut berpotensi menyebabkan iritasi pada mata hingga memicu infeksi.
Seorang ahli memaparkan secara mendalam berbagai risiko yang bisa timbul dari pemakaian bulu mata palsu, termasuk dampak negatif lem terhadap fungsi alami bulu mata.
Oleh karena itu, penting untuk mengetahui risiko-risiko ini sebelum memutuskan untuk menggunakannya, agar kecantikan tetap terjaga tanpa mengorbankan kesehatan mata.
Dr. Rahil Chaudhary, Managing Director - Eye7Hospital, New Delhi memaparkan bahwa "Menggunakan lem untuk menempelkan bulu mata dapat menghalangi saluran minyak alami di mata Anda," jelasnya.
Orang yang memiliki bulu mata sering mengeluhkan mata bengkak dan perih, disertai gejala-gejala lainnya. Berikut ini adalah beberapa risiko yang disebutkan oleh ahli.
Baca Juga: Rahasia Memanjangkan Bulu Mata dengan 9 Bahan Alami Tanpa Perlu Mengeluarkan Biaya Mahal
Ilustrasi mata wanita (Freepik)
Apabila kamu merasakan gejala tidak biasa setelah menggunakan bulu mata palsu, segeralah konsultasikan dengan dokter mata untuk menghindari komplikasi lebih lanjut dan menjaga kesehatan penglihatan.
Mengenali tanda-tanda masalah mata sangat krusial, dan berikut beberapa gejala yang perlu diwaspadai:
Baca Juga: Rahasia Memanjangkan Bulu Mata dengan 9 Bahan Alami Tanpa Perlu Mengeluarkan Biaya Mahal
Untuk memastikan keselamatan mata saat menggunakan bulu mata palsu, pertahankan kebersihan dengan rutin membersihkan bulu mata menggunakan pembersih lembut tanpa minyak, untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan infeksi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Onlymyhealth.com