Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 07 AGUSTUS 2021 • 10:22 WIB

Jangan Anggap Remeh! Ini Perbedaan Paru-paru Pasien Covid-19 yang Sudah Vaksin dan Belum

Author

Jangan Anggap Remeh! Ini Perbedaan Paru-paru Pasien Covid-19 yang Sudah Vaksin dan BelumParu-paru pasien Covid-19 yang belum divaksin (SSM Health)

Berbagai negara saat ini tengah gencar melakukan vaksinasi Covid-19 demi mengatasi pandemi dan agar kehidupan bisa segera berjalan normal.

Fungsi vaksin Covid-19 tentu saja bukan untuk mencegah orang terpapar virus corona. Secara umum fungsinya adalah agar orang yang sudah divaksin hanya mengalami gejala ringan dan menurunkan angka kematian.

Berdasarkan riset, ilmuwan mengatakan bahwa vaksin turun mengurangi pasien dirawat inap di rumah sakit, sehingga alat-alat pernapasan dan nakes bisa lebih fokus menangani pasien gejala berat.

Lalu, seperti apa keampuhan vaksin Covid-19 dan apa perbedaan antara orang yang sudah divaksin dan yang belum? Hal mendasar bisa dilihat dari foto rontgen paru-paru.

Dilansir Metro.co.uk, Sabtu (7/8/2021), SSM Health memperlihatkan dua gambar rontgen paru-paru. Rontgen paru-paru ini berasal dari dua pasien positif Covid-19. Bedanya, yang satu sudah divaksin dan yang seorang lagi belum.

Paru-paru pasien Covid-19 yang belum divaksin (SSM Health)

Pada pasien yang belum divaksin Covid-19, tampak area warna putih yang memperlihatkan kerusakan paru-paru karena virus. Akhirnya, pasien tersebut harus menggunakan ventilator untuk bertahan hidup.

"Kerusakan bisa jadi karena bakteri, lendir, atau sekret," kata Dr Ghassan Kamel, Direktur ICU di Rumah Sakit Universitas Saint Louis di Missouri, kepada KSTV.

Pasien yang tidak disuntik vaksin ini harus membutuhkan perawatan yang lebih intens untuk menyelamatkan nyawanya.

Baca juga: Pria Anti Vaksin Meninggal Akibat Covid-19 Setelah Meminta Masyarakat Tak Divaksinasi

“Setidaknya mereka (yang belum divaksin) membutuhkan oksigen dan terkadang mereka membutuhkan lebih dari sekadar oksigen. Mereka mungkin memerlukan ventilator atau diintubasi dengan ventilasi mekanis, dibius, dan pada dasarnya memerlukan alat bantu untuk bertahan,” kata Dr Kamel.

Sementara itu, orang yang sudah divaksin dan kemudian terinfeksi Covid-19, jarang yang membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit. Berdasarkan data, kurang dari 1% masyarakat yang sudah divaksin akan terpapar Covid-19.

Pada gambar rontgen, paru-paru pasien yang sudah divaksin memiliki lebih banyak area gelap, menandakan paru-paru sehat yang diisi oleh udara.

Paru-paru pasien Covid-19 yang sudah divaksin (SSM Health)

Kalaupun terinfeksi, maka tidak mengalami gejala berat sehingga tidak perlu dirawat di rumah sakit. Pasien positif Covid-19 yang sudah divaksin, biasanya hanya mengalami gejala seperti flu, atau tidak mengalami gejala sama sekali. Sehingga mereka cukup melakukan isolasi mandiri.

Kalaupun dirawat di rumah sakit, mereka tidak dirawat di ICU atau harus memakai ventilator. Namun, ada pengecualian yaitu kepada mereka yang mempunyai penyakit bawaan.

Meski begitu, Dokter Kamel mengingatkan orang yang sudah divaksin agar tetap mematuhi protokol kesehatan karena masih berpotensi menyebarkan virus.

“Vaksin melindungi Anda dari sakit yang sangat parah. Tetapi vaksin tidak mencegah Anda menularkan virus ke orang lain." tambah Spesialis Penyakit Menular Universitas Washington Dr Rachel Presti.

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Jangan Anggap Remeh! Ini Perbedaan Paru-paru Pasien Covid-19 yang Sudah Vaksin dan Belum

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!