Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 20 JUNI 2022 • 17:45 WIB

P&G Health Komitmen Perangi Neuropati, Kampanye 'Feel Life' Jadi Momentum Deteksi Dini

P&G Health Komitmen Perangi Neuropati, Kampanye Feel Life Jadi Momentum Deteksi DiniPembicara Neuropathy Awareness Week 2022 (Dok.P&G Health)

Dalam rangka menjaga komitmen memerangi masalah neuropati, P&G Health kembali menggelar acara Neuropathy Awareness Week.  

Kali ini P&G Health didukung oleh Kementerian Kesehatan dan Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) memperkenalkan kampanye 'Feel Life' yang bertujuan mengedukasi masyarakat soal pentingnya deteksi dini neuropati. 

Kampanye tersebut terdiri dari rangkaian program, seperti simposium medis profesional kesehatan, edukasi publik dan kampanye media sosial, serta pemeriksaan gejala neuropati gratis melalui roadshow Neuropati Check Point (NCP).

Baca juga: Depresi Meningkat Selama Pandemi, WHO Imbau Setiap Negara Perkuat Layanan Kesehatan Mental

Brand Director Personal Healthcare P&G Health Indonesia, Anie Rachmayani menyebut acara ini digelar untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya kesadaran mengenai masalah neuropati. 

“Neuropathy Awareness Week merupakan momentum untuk mengingatkan dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang neuropati yaitu penyakit kronis yang mempengaruhi sistem saraf tepi, dengan gejala umum seperti kebas, kesemutan, rasa seperti tertusuk, dan sensasi terbakar di tangan dan kaki yang dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang,” bebernya dalam diskusi daring yang diikuti INDOZONE, Senin (20/6/2022).

Menurutnya P&G Health akan terus berkomitmen untuk mengedukasi masyarakat dan tenaga profesional tentang pentingnya kesehatan saraf.

“Oleh karena itu, kami dengan bangga mengumumkan kampanye ‘Feel Life' dalam rangka memperingati Neuropathy Awareness Week 2022 sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih menyadari pentingnya kesehatan saraf, deteksi dini neuropati perifer & mendapatkan pengobatan yang tepat,” sambungnya.

Sementara itu, Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat – Ditjen Kesmas, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr. Imran Agus Nurali, SpKO mengungkap berdasarkan Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) 2018, proporsi penduduk Indonesia yang kurang aktivitas fisik meningkat dari 26,1% pada 2013 menjadi 33,5% pada 2018.

“Artinya 1 dari 3 orang menjalani gaya hidup sedentari dan hal ini berpotensi meningkat selama pandemi yang dapat berisiko terhadap penyakit tidak menular (PTM) termasuk kerusakan saraf. Peningkatan kasus PTM secara signifikan akan menambah beban masyarakat dan pemerintah, karena penanganannya membutuhkan banyak waktu, biaya besar dan teknologi tinggi,” ucap dr. Imran.

dr. Imran juga menyebut kampanye edukasi masyarakat dan deteksi dini PTM adalah cara yang paling efektif dan efisien untuk mengendalikan faktor risiko.

Sehingga masyarakat dihimbau untuk menjadikan CERDIK dan GERMAS sebagai bagian gaya hidup mereka.

“Kami juga percaya bahwa inisiatif dari pemangku kepentingan lainnya sangat penting untuk terus mengingatkan publik tentang masalah ini. Kami sangat menghargai P&G Health atas komitmen mereka untuk mengedukasi tentang neuropati dan kesehatan saraf secara umum. Upaya ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk melakukan deteksi dini dan pengobatan neuropati yang tepat,” bebernya. 

 

 

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

P&G Health Komitmen Perangi Neuropati, Kampanye 'Feel Life' Jadi Momentum Deteksi Dini

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!