Kabar meninggalnya Clerence Chyntia Radhanta, memberikan duka yang sangat mendalam bagi drummer NOAH, Rio Alief. Istri yang dinikahkan sejak November 2020 lalu ini, harus pergi untuk selama-lamanya akibat sakit kanker pembuluh darah yang dialami.
Menurut Rio di sela proses pemakaman jenazah, sang istri sudah berjuang melawan kanker tersebut selama kurang lebih delapan bulan.
Lantas, apa itu kanker pembuluh darah, dan bagaimana gejalanya?
Dikutip Hello Sehat, kanker pembuluh darah, atau istilah kedokterannya disebut angiosarkoma, adalah salah satu jenis kanker sarkoma yang langka. Kanker ini bisa terjadi di bagian tubuh manapun, tapi umumnya di kulit kepala dan leher.
Baca Juga: Istri Drummer NOAH Rio Alief Meninggal Dunia karena Kanker, David: Wanita Kuat & Hebat
Istilah angiosarkoma berasal dari gabungan kata angio, dan sarkoma. Angio berarti pembuluh darah atau pembuluh limfa. Sementara sarkoma, berarti kanker daging atau kanker jaringan ikat.
Pada kanker ini yang menjadi ganas ialah sel-sel endotelial, yang membentuk jaringan endotelium di lapisan dinding pembuluh darah atau pembuluh limfa. Sel-sel endotelial menjadi ganas karena mulai bertumbuh secara tak terkendali.
Mereka lalu membentuk lebih banyak pembuluh darah hingga terbentuk tumor yang terdiri dari pembuluh-pembuluh darah itu. Kanker angiosarkoma sifatnya sangat agresif, lantaran punya tingkat metastasis yang tinggi.
Kanker ini bisa bermetastasis (menyebar) dengan bebas, karena sel-sel kankernya bersentuhan langsung dengan peredaran darah.
Baca Juga: Hoaks! Panaskan Makanan di Microwave Bisa Picu Sel Kanker
Belum diketahui secara pasti, apa yang menjadi penyebab dari penyakit kanker pembuluh darah ini. Meskipun, ilmuwan sudah mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit tersebut.
Ilmuwan berpendapat, kemungkinan besar penyakit ini terjadi karena sel di lapisan pembuluh darah atau pembuluh getah bening mengalami kesalahan (mutasi) dalam kode genetiknya.
Hal tersebut menyebabkan sel tumbuh dengan cepat, membuat lebih banyak sel abnormal. Sel-sel abnormal terus hidup ketika sel-sel lain akan mati.
Akibat hal tersebut, terjadi penumpukan sel abnormal yang tumbuh dari pembuluh darah atau pembuluh getah bening yang terkena. Seiring waktu, sel-sel dapat pecah dan menyebar (bermetastasis) ke area lain di tubuh.
Baca Juga: Hoaks! Parfum Bermerek di Toko Bisa Sebabkan Kanker
Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena angiosarcoma, yaitu:
- Terapi radiasi
Dilansir dari pusat riset kesehatan Mayo Clinic, angiosarkoma biasanya terjadi 5-10 tahun setelah terapi radiasi selesai dilakukan.
- Pembengkakan akibat kerusakan pembuluh getah bening (limfedema)
Hal ini dapat disebabkan beberapa hal seperti operasi kelenjar getah bening, infeksi, atau kondisi lainnya.
- Bahan kimia
Jenis angiosarkoma hati biasanya terjadi akibat paparan bahan kimia terus-menerus pada tubuh. Misalnya vinil klorida dan arsenik.
Baca Juga: Penglihatan Suka Kabur? Waspadai Gejala Kanker Mata
Tanda atau gejala angiosarkoma berbeda-beda, tergantung dari tempat pertumbuhan sel-sel kankernya. Bila kanker jenis ini menyerang kulit leher dan kepala, maka akan menimbulkan gejala seperti:
- Area kulit tampak keunguan seperti memar;
- Lesi memar semakin membesar dari hari ke hari;
- Lesi memar bisa berdarah jika tergores atau terbentur;
- Kulit di sekitar lesi membengkak.
Sementara itu, angiosarkoma yang sudah menyebar ke organ-organ vital tubuh, seperti hati atau jantung, justru lebih sulit terdeteksi. Kamu mungkin hanya akan merasa sakit di bagian tubuh yang terserang kanker.
Misalnya, angiosarkoma jantung membuat kamu akan merasakan nyeri di bagian dada. Sementara angiosarkoma pada hati, bisa menyebabkan timbulnya rasa sakit di bagian perut sebelah kanan.
Nah, jika kamu merasa mengalami gejala atau tanda seperti di atas, ada baiknya segera konsultasikan masalah kesehatan tersebut ke dokter. Sehingga, sakit yang kamu rasakan bisa segera ditangani dokter dengan tepat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: