Ilustrasi anak yang bermain gadget (Pixabay)
INDOZONE.ID - Anak-anak zaman sekarang dikabarkan banyak mengalami pubertas dini. Bahkan, anak yang masih duduk di sekolah dasar, sudah ada yang mengalami pubertas dini.
Para peneliti beranggapan, jika pubertas dini dipicu karena pengaruh cahaya biru dari penggunaan gadget pada anak-anak. Cahaya biru merupakan salah satu warna spektrum cahaya tampak, yang memiliki panjang gelombang terpendek dan energi tertinggi.
Matahari adalah sumber utama cahaya biru. Lampu neon, lampu LED (light-emitting diode), dan perangkat elektronik seperti komputer, layar laptop, televisi, ponsel, dan tablet yang menggunakan teknologi LED, juga memancarkan cahaya biru.
Medical Daily dalam laporannya pekan lalu mengungkapkan, hasil penelitian yang menunjukkan paparan cahaya biru dapat memengaruhi mata, meningkatkan risiko kanker, dan memengaruhi siklus tidur-bangun.
Baca Juga: Hati-hati! Kecanduan Gadget Bisa Bikin Anak Depresi hingga Narsistik
Pubertas atau masa kematangan seksual terjadi setelah usia delapan tahun pada anak perempuan, dan sembilan tahun pada anak laki-laki.
Pubertas dini merupakan kondisi ketika anak mencapai pubertas lebih cepat dari usia yang seharusnya. Pubertas dini pada anak, dapat dipengaruhi sejumlah faktor seperti infeksi, masalah hormonal, tumor, dan cedera otak.
Anak main gadget (Pexels/Kaku Nguyen)
Kasus pubertas dini dilaporkan meningkat selama pandemi COVID-19. Untuk menguji apakah hal ini ada kaitannya dengan peningkatan penggunaan perangkat pemancar cahaya biru selama periode tersebut, para peneliti dari Rumah Sakit Kota Ankara Bilkent dan Universitas Gazi di Turki, menganalisis efek paparan cahaya biru pada jaringan testis tikus jantan muda.
Dalam penelitian yang dipublikasikan pada jurnal Frontier in Endocrinology, peneliti memeriksa 18 tikus betina setelah membaginya menjadi tiga kelompok yang sama.
Baca Juga: Enggak Mau Anak Ketergantungan Gadget? Yuk, Coba Lakukan Permainan Berikut Ini
Mereka adalah kelompok kontrol, kelompok dengan paparan cahaya biru selama enam jam, dan kelompok dengan paparan cahaya biru selama 12 jam.
“Tanda-tanda pubertas pertama terjadi secara signifikan lebih awal, pada kedua kelompok yang terpapar cahaya biru, dan semakin lama durasi paparan, semakin dini pula permulaan pubertas,” ucap para peneliti dalam rilis beritanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA