Ilustrasi makanan olahan. (photo/Ilustrasi/Pexels/Ella Olsson)
INDOZONE.ID - Makanan olahan dan ultra-proses atau ultra-olahan, adalah hasil formulasi industri yang dibuat dengan memecah makanan utuh menjadi komponen kimia.
Komponen ini kemudian diubah dan disusun kembali dengan bahan tambahan untuk menciptakan produk alternatif dari makanan segar, makanan dengan pengolahan minimal, dan makanan cepat saji.
Sebagian besar makanan ultra-proses diproduksi, dijual, dan dipromosikan oleh perusahaan besar.
Produk ini dirancang untuk siap dikonsumsi, terjangkau, dan memiliki rasa yang menggugah selera, sehingga bisa menggantikan makanan lain.
Upaya produsen untuk meraih keuntungan dari makanan ini tampaknya berhasil. Hal ini terlihat dari tingginya minat masyarakat untuk mengonsumsinya.
Baca Juga: Dampak Makanan Olahan Terhadap Kesehatan: Mengenali dan Mengatasi Ancamannya
Namun, makanan semacam ini ternyata memiliki dampak negatif bagi kesehatan.
Simak alasan mengapa makanan ultra tidak baik buat kesehatan atau dikonsumsi secara berlebihan.
Makanan olahan sering kali memiliki kadar lemak jenuh, garam, dan gula yang tinggi.
Saat kamu mengonsumsi makanan ultra-proses, kamu menyisakan sedikit ruang dalam pola makan kamu untuk makanan yang lebih bergizi.
Zat aditif dalam makanan ini juga diduga memiliki dampak negatif terhadap kesehatan.
Cara pengolahan makanan juga bisa memengaruhi respons tubuh kita terhadapnya.
Penelitian menunjukkan, misalnya, bahwa ketika kacang-kacangan dimakan utuh, tubuh menyerap lebih sedikit lemak dibandingkan ketika kacang digiling dan minyaknya dilepaskan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Bhf.org.uk