Rabu, 17 SEPTEMBER 2025 • 17:15 WIB

Kenapa Menguap Bisa Menular? Fakta Unik di Balik Kebiasaan Sehari-hari

Author

Ilustrasi orang sedang menguap. (onesecbeforethedub on Visual Hunt)

INDOZONE.ID - Coba deh ingat-ingat, kapan terakhir kali kamu menguap? Bisa jadi saat membaca ini, kamu tiba-tiba juga ikut menguap. Aneh, ya, tapi itulah fakta menarik tentang menguap: kadang hanya melihat orang lain menguap, atau bahkan sekadar membaca kata “menguap,” mulut kita langsung terbuka lebar. Fenomena ini dikenal dengan istilah contagious yawning alias menguap yang menular.

Menguap sendiri adalah refleks tubuh yang sangat umum. Biasanya muncul ketika kita capek, mengantuk, atau bosan. Namun ternyata, bukan hanya itu penyebabnya. Para peneliti sudah lama penasaran dengan fenomena ini, dan hasilnya cukup menarik.

Salah satu teori menyebutkan bahwa menguap menular erat kaitannya dengan empati. Jadi, ketika kita melihat orang dekat, seperti teman, keluarga, atau pasangan sedang menguap, otak kita ikut merespons karena adanya keterhubungan emosional. Itulah sebabnya kita lebih sering ketularan menguap dari orang yang kita kenal dibandingkan orang asing. Seperti semacam sinyal sosial yang tanpa sadar kita tangkap.

Baca juga: Menguap Terlalu Lebar, Wanita Ini Mengalami Dislokasi Rahang, Apa Itu?

Namun, bukan hanya soal perasaan. Ada juga penelitian yang menghubungkan menguap dengan mekanisme pendinginan otak. Saat kita menguap, kita menarik napas panjang yang membuat kadar oksigen dalam darah meningkat. Oksigen ini bisa membantu menstabilkan suhu otak agar tidak “overheat” setelah bekerja keras seharian. Mungkin ini juga alasan mengapa kita lebih sering menguap saat lelah atau mengantuk, karena otak membutuhkan penyegaran.

Penelitian dari University of Vienna bahkan sempat melakukan eksperimen menarik. Mereka meminta peserta menonton video orang menguap sambil ditempeli kompres dingin atau hangat di dahi. Hasilnya, orang yang menggunakan kompres dingin lebih jarang ketularan menguap dibandingkan dengan yang memakai kompres hangat. Artinya, suhu otak memang bisa menjadi salah satu kunci mengapa menguap dapat menular.

Selain itu, tim dari University of Pisa juga menemukan kaitan antara menguap menular dengan tingkat empati. Orang yang memiliki skor empati tinggi lebih mudah terbawa ketika melihat orang lain menguap. Jadi, jika kamu sangat gampang ketularan, mungkin itu tanda kamu punya jiwa yang peka terhadap sekitar.

Yang lebih menarik, fenomena ini tidak hanya terjadi pada manusia. Hewan juga bisa ketularan menguap, lho. Simpanse, anjing, bahkan ikan pernah diteliti, dan hasilnya sama: jika satu mulai menguap, yang lain sering ikut-ikutan. Seperti kode sosial alami yang menunjukkan kebersamaan.

Baca juga: Kenapa Menguap Bisa Menular? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Lalu, bisa nggak sih kita menghindari menguap menular? Sayangnya, tidak ada cara pasti. Menguap adalah refleks alami, sehingga sangat sulit ditahan. Namun ada faktor yang bisa membuat kita lebih rentan, misalnya sedang capek atau kurang tidur. Jika kondisi tubuh segar dan penuh energi, biasanya kita lebih tahan untuk tidak terbawa.

Jadi, kalau kamu sering merasa, “Kenapa sih aku gampang banget ketularan menguap?” sebenarnya itu hal yang sangat normal. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Malah, bisa jadi tanda otak sedang jujur dengan kondisinya atau hatimu lebih peka terhadap orang lain.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Customcompunding.com.au

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU