INDOZONE.ID - Menguap adalah suatu hal wajar yang sering dialami seseorang. Menurut kepercayaan lama, seseorang harus menutup mulutnya dengan tangan saat menguap, supaya jin atau makhluk halus tidak bisa masuk dengan mudah ke dalam tubuh manusia.
Menguap biasanya dialami saat merasa bosan, ngantuk, maupun tanpa alasan yang jelas.
Namun, ada alasan ilmiah mengapa seseorang menguap, antara lain adalah ketika otak mencoba membangunkan seseorang saat mengantuk karena merangsang arteri dan meningkatkan detak jantung.
Kemudian, menguap dapat membantu meredakan tekanan di telinga tengah, serta membantu mengatur suhu otak.
Peregangan otot dan aliran udara membantu mendinginkan pembuluh darah di udara.
Baca Juga: Menguap Terlalu Lebar, Wanita Ini Mengalami Dislokasi Rahang, Apa Itu?
Menguap juga diyakini dapat menular dari satu orang ke orang lainnya. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa menguap spontan (menguap awal yang dialami seseorang) maupun menguap yang menular, muncul dari mekanisme dasar yang melibatkan pengaturan suhu otak.
Maka dari itu, jika seseorang menguap setelah melihat orang lain menguap, kemungkinan besar karena kedua orang tersebut berada di iklim yang sama, yang pada akhirnya otak mereka merespons penyesuaian suhu.
Penelitian lain mengonfirmasi bahwa memang seseorang dapat menguap ketika melihat orang lain menguap.
Ini bukan disebabkan karena adanya respon emosional atau simpatik, melainkan karena menguap membantu tubuh tetap terjaga.
Ini berarti menguap sebagai respon dari orang lain merupakan sebuah cara untuk melindungi diri.
Jika merasa terganggu dengan "menguap", ada berbagai cara yang dapat dilakukan.
Baca Juga: Menguap Berlebihan Menjadi Tanda Peringatan Serangan Jantung
Misalnya dengan menarik nafas dalam-dalam, mencoba untuk menggerakkan tubuh, atau berjalan keluar ruangan dan menghirup udara segar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Cleveland Clinic