INDOZONE.ID - Di tengah ritme hidup yang makin cepat, scrolling tanpa henti, dan update terus-menerus, banyak dari kita yang pernah merasa, “Kok aku nggak punya passion, ya?” atau “Semua orang kayaknya punya passion-nya, kenapa aku nggak?”
Padahal sebenarnya, perasaan itu punya akar yang lebih dalam dan cukup relevan, terutama buat Gen Z. Bukan cuma soal kurangnya motivasi, tapi juga karena cara kita hidup dan cara kita terhubung dengan dunia sekarang ini yang beda banget dari generasi sebelumnya. Yuk, kita coba gali lebih dalam kenapa hal ini bisa terjadi.
Apa sih “passion” itu, dan kenapa rasanya hilang?
“Passion” biasanya diartikan sebagai dorongan kuat terhadap sesuatu, aktivitas yang kita suka, anggap penting, dan rela kita curahkan waktu serta energi buat itu. Tapi studi justru menunjukkan, sekitar 30% orang merasa mereka nggak punya passion yang jelas dalam hidupnya. Jadi, merasa “nggak punya passion” itu bukan cuma kamu yang ngalamin, banyak orang juga merasakannya. Kamu nggak sendirian kok.
Baca juga: Temukan Passion Diri untuk Jalani Hidup yang Lebih Baik
Kenapa banyak orang merasa kehilangan passion di era serba cepat?
1. Tekanan “harus punya passion” dan ekspektasi tinggi
Zaman sekarang, banyak banget yang bilang, “Find your passion!” atau “Follow your passion!”. Tapi masalahnya, banyak dari kita dibesarkan dengan anggapan kalau passion itu datangnya instan, sudah kelihatan sejak kecil, dan kalau belum ketemu berarti ada yang salah sama kita.
Padahal studi justru bilang, saran “find your passion” itu bisa bikin stres dan membuat orang merasa gagal kalau passion-nya nggak langsung muncul dengan cepat.
Jadi banyak yang cuma nunggu “petir” menyambar dan tiba-tiba bilang, “Yes! Ini passion aku!” Padahal kenyataannya, mereka malah dibiarkan tanpa gerak karena takut belum nemu yang “pas” atau sempurna.
2. Banyak pilihan bikin bingung dan kurang fokus
Di era digital sekarang, kita punya akses yang luas banget ke berbagai informasi, banyak jalur karier, dan beragam “passion” yang ditawarkan lewat media sosial. Tapi justru karena pilihan yang terlalu banyak ini, banyak dari kita malah jadi bingung dan merasa nggak ada yang benar-benar menonjol atau menarik hati.
Salah satu artikel bilang, ketika kita nggak punya sense of direction alias arah yang jelas, kita jadi susah buat ambil keputusan dan tujuan jangka panjang pun jadi nggak fokus atau kabur.
Contohnya, kamu mungkin mikir, “Aku suka musik, tapi juga tertarik fotografi, atau mungkin coding...” Tapi ujung-ujungnya nggak mendalami satu pun karena bingung harus pilih yang mana.
3. Gaya hidup cepat dan reward instan
Kita hidup di era yang serba instan, like di postingan langsung naik, trending topic cepat banget berganti, dan kita pengen hasil kerja cepat terlihat.
Padahal passion itu seringkali butuh waktu, konsistensi, dan kerja keras untuk dibangun. Studi juga menunjukkan, membangun passion lewat proses dan usaha itu jauh lebih efektif daripada cuma nunggu passion datang begitu saja.
Sayangnya, karena kita terbiasa dengan kecepatan dan hasil yang cepat, kalau sesuatu yang kita kerjakan nggak langsung “menggelegar” atau bikin semangat luar biasa, kita jadi gampang capek, bosan, atau malah berhenti di tengah jalan.
4. Rutinitas, burnout, dan kondisi mental
Kehidupan yang serba cepat juga berarti jadwal yang padat, harus multitasking terus, tekanan dari media sosial, dan risiko burnout atau rasa apati yang tinggi.
Saat otak dan tubuh kita mulai lelah atau stres, passion yang biasanya kita punya bisa terasa menguap atau hilang begitu saja.
Artikel yang membahas soal “loss of passion” menyebut beberapa penyebabnya, seperti rutinitas yang membosankan, kurangnya reward atau hasil yang langsung terlihat, serta kondisi mental yang kurang sehat atau nggak optimal. Semua ini bisa bikin semangat dan dorongan untuk menjalani passion jadi luntur.
5. Definisi passion yang terlalu sempit
Banyak orang berpikir passion itu harus besar, dramatis, bisa mengubah dunia, atau terlihat sangat cool. Padahal passion itu nggak harus selalu seperti itu.
Passion kamu bisa aja hal sederhana, misalnya membantu teman bikin desain grafis kecil-kecilan, atau menulis blog.
Artikel dari Psychology Today bilang, kalau kita punya definisi passion yang terlalu sempit dan “besar-besaran,” itu justru bisa bikin kita merasa, “Kayaknya bukan passion aku kalau nggak sesuatu yang gede.” Padahal passion yang sederhana juga sama berharganya kok!
Baca juga: Gemar Mencoba Hal Unik Ternyata Salah Satu Jalan Menemukan Passion
Jadi, apa yang bisa kita lakukan?
Kalau kamu lagi merasa, “Kok aku nggak punya passion?”, stop dulu ngebandingin diri sama “yang udah sukses” di feed. Itu bukan full story.
Coba deh beberapa langkah simpel ini:
- Coba eksplor hal kecil yang bikin kamu merasa “oke” hari ini. Nggak harus besar.
- Beri waktu dan konsistensi, karena passion itu kadang tumbuh dari aktivitas yang kita lakukan terus-menerus, bukan dari satu aha moment.
- Kurangi ekspektasi instan: nggak semua hal langsung viral atau jadi ladang penghasilan.
- Fokus ke proses, bukan hanya hasil.
- Jangan takut untuk gagal atau pindah jalur. Kadang passion berubah, atau bentuknya berbeda dari yang kita pikir.
Nggak punya passion itu bukan akhir dunia dan bukan berarti kamu gagal. Era yang serba cepat, pilihan yang banyak, dan ekspektasi tinggi bisa bikin kita merasa “lost”. Tapi sekarang kamu udah tahu kenapa bisa begitu. Langkah selanjutnya: mulai dari hal kecil, beri waktu, dan biarkan passion itu tumbuh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Psychology Today, Dalilimedical.com, Sciencedaily.com