INDOZONE.ID - Pernah nggak sih kamu mikir: “Kalau mau nikah, harus mapan dulu gak?” atau “Ah, nikah dulu aja, nanti urusan mapannya belakangan.”
Wah, dilema klasik banget di kalangan anak muda sekarang.
Nah, lewat artikel ini kita bakal ulik berdasar penelitian, mana yang lebih baik, menikah dulu atau mapan dulu?
Kenapa banyak yang bilang “mapan dulu”
Jadi gini, konsep “harus mapan dulu sebelum nikah” itu nggak cuma omongan orang tua loh.
Ternyata, penelitian juga menunjukkan kalau stres finansial alias masalah keuangan bisa ngaruh banget ke kualitas pernikahan.
Baca juga: 5 Cara Menghadapi Cewek yang Sering Bilang ‘Terserah’ tanpa Bikin Kamu Pusing
Misalnya, ada studi dari Amerika Serikat yang bilang, tingkat kepuasan pasangan menurun ketika mereka kena tekanan ekonomi, entah karena pengangguran, utang menumpuk, atau salah kelola duit.
Intinya, kalau finansial nggak stabil, rumah tangga bisa gampang berantakan.
Selain itu, penelitian lain juga menemukan kalau kesiapan menikah di kalangan dewasa muda sering banget dikaitkan sama kondisi keuangan.
Artinya, punya uang cukup dan kemampuan men-support kehidupan bersama itu penting banget biar pernikahan bisa berjalan lancar.
Jadi, kalau lo mikir “Ah, nikah aja dulu, nanti kerja kerasnya sambil jalan,” ya hati-hati.
Baca juga: Niat Renang Pagi Biar Sepi, Tiga Cewek Ini Malah Didatangi Satu Kompi TNI
Beban ekonomi bisa jadi sumber pertengkaran nomor satu di rumah tangga.
Jadi mending siapin dulu pijakan finansial biar komitmen besar kayak nikah nggak bikin stres kedua belah pihak.
Tapi, menikah dulu juga punya keunggulan
Di sisi lain, penelitian juga bilang kalau menikah nggak selalu harus nunggu mapan dulu.
Contohnya, studi tentang early marriage di Norwegia menunjukkan kalau wanita yang menikah lebih muda nggak otomatis berisiko lebih tinggi mengalami masalah mental, asal faktor pendidikan juga diperhitungkan.
Baca juga: Momen Haru Adik Ini Selalu Tunggu Kakaknya Pulang Sekolah Karena Bawa MBG
Jadi, meski nikah sebelum finansial benar-benar stabil, tetap ada faktor lain yang bikin pernikahan bisa berjalan lancar.
Selain itu, kalau kamu dan pasangan merasa siap secara emosional, saling komitmen, dan komunikasi lancar, mapan finansial bisa jadi bukan satu-satunya syarat.
Jadi konsep “nikah dulu, urusan duit belakangan” sebenarnya bisa valid, selama hubungan kalian kuat dan sehat.
Tapi, mana yang lebih baik?
Jawabannya sih, tergantung kondisi kalian. Gak ada satu formula baku yang cocok untuk semua orang.
Tapi dari beberapa riset, ada beberapa poin penting yang bisa dijadiin patokan:
- Kalau finansial belum siap, risiko konflik dan ketidakpuasan rumah tangga biasanya lebih tinggi. Contohnya, studi dari Malaysia menemukan kalau financial well-being punya korelasi kuat sama kesiapan menikah. Jadi kalau uang masih pas-pasan, kemungkinan ada tekanan tambahan di rumah tangga.
- Kalau finansial sudah oke, tapi kesiapan mental atau komunikasi belum, mapan aja nggak cukup. Jadi jangan cuma mikirin duit, pola kerjasama, komunikasi, dan kesiapan emosional juga penting banget.
- Faktor emosional dan pengertian satu sama lain juga besar perannya. Manajemen keuangan bareng, komunikasi terbuka, dan saling support bisa bikin rumah tangga lebih kuat, walau kondisi finansial belum sempurna.
Baca juga: 5 Zodiak Paling Jago Bikin Alasan, Pisces Tetap Mendominasi!
- Kalau pilih nikah dulu tapi mapan dicicil bareng, itu sebenarnya bisa jalan. Tapi harus realistis, berarti kerja ekstra, komitmen lebih besar, dan harus lebih disiplin sama rencana finansial bareng.
- Intinya, nikah atau nunggu mapan bukan soal hitam-putih. Semua tergantung kesiapan kalian secara finansial, mental, dan emosional. Yang penting, pasangan saling ngerti dan siap menghadapi tantangan bareng.
Tips buat kamu yang masih galau “Nikah dulu atau mapan dulu?”
Berikut beberapa langkah praktis biar kalian bisa tentuin apakah siap nikah atau harus nunggu mapan dulu:
Baca juga: Mengapa Wanita Butuh Lebih Banyak Tidur Dibandingkan Pria? Ini Penjelasan Ilmiahnya
1. Cek kondisi finansial kalian
Lihat dulu, punya tabungan darurat nggak? Pengeluaran utama bisa tercover nggak? Kalau belum, nunggu mapan dulu mungkin pilihan yang lebih aman.
2. Ngobrol terbuka soal duit
Set budget bareng, bikin rencana keuangan bersama, bahas utang, pengeluaran, semua harus transparan.
Penelitian banyak bilang, konflik soal uang bisa jadi salah satu sumber pertengkaran terbesar di rumah tangga.
3. Pastikan kesiapan emosional dan komunikasi
Kadang pasangan udah mapan secara finansial, tapi belum siap hadapi konflik, belum siap kompromi.
Baca juga: Cek 15 Tanda Penting Tubuhmu Kekurangan Vitamin C Sebelum Terlambat, Jangan Anggap Remeh!
Hal ini bisa jadi jebakan kalau nggak dibicarakan sejak awal.
4. Bikin rencana bareng
Kalau pun memutuskan nikah dulu, tetap bikin “roadmap” menuju kemapanan bersama. Misalnya target tabungan, rumah, atau karier.
Jadi ada panduan jelas dan komitmen bersama.
5. Jangan tunggu kemapanan terlalu lama
Usia berjalan, tekanan sosial dan biologis bisa muncul. Kalau hubungan kalian sehat dan siap, menikah juga layak dijajaki, gak harus nunggu semua sempurna.
Baca juga: 7 Puisi Singkat tentang Mentari Pagi yang Bikin Hati Tenang
Jadi di akhirnya “menikah dulu atau mapan dulu” bukan soal mana yang pasti benar, tapi lebih ke mana yang paling cocok untuk kalian berdua.
Penelitian menunjukkan bahwa kemapanan finansial punya pengaruh positif untuk stabilitas dan kepuasan rumah tangga, tapi tidak menjamin semuanya berjalan mulus tanpa aspek kesiapan lainnya.
Begitu juga menikah dulu bisa bekerja dengan baik jika didukung kesiapan emosional, komunikasi, dan manajemen keuangan bersama.
Kalau aku harus ringkas, kalau kamu dan pasangan belum mapan tapi kondisi pribadi dan relasi kalian sangat siap, maka menikah dulu bisa jadi langkah yang oke.
Tapi kalau kalian punya waktu dan ingin lebih aman, mapan dulu jelas pilihan yang realistis juga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber