INDOZONE.ID – Lampu gak cuma sebagai sumber penerangan di kehidupan manusia. Di banyak rumah dan ruang publik, termasuk sekolah, UMKM, hingga pedagang yang bekerja sampai malam, lampu menjadi kebutuhan utama agar aktivitas tetap berjalan lancar.
Karena itu, penggunaan lampu hemat energi punya dampak besar bagi kualitas hidup dan pengeluaran rumah tangga.
Direktur PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk, Teresa Wibowo menegaskan pentingnya beralih ke lampu LED yang jauh lebih efisien dibandingkan lampu pijar, bohlam oranye, atau lampu spiral yang masih mengonsumsi daya besar.
“Di perkotaan, namanya lampu LED ini sebagian besar sudah tahu, kita nggak lagi pakai bohlam transparan atau lampu pijar yang boros listrik. Dengan LED, pakai 9 watt saja itu sudah jauh lebih hemat,” ujar Teresa dalam acara AZKO Berbagi Cahaya di Living Plaza Bintaro.
Keuntungan Pakai Lampu Hemat Energi di Rumah Tangga
Ia menambahkan, penggunaan LED bisa menghemat 30–40 persen biaya listrik. “Kalau misalnya bulanan listrik Rp30 ribu, ya bisa hemat pengeluaran dan bantu dompet bulanan,” lanjutnya.
Selanjutnya simak sederet keuntungan lain yang wajib tahu saat pakai lampu LED ini. Yuk simak!
1. Hemat Tagihan Listrik
Kata Teresa, LED membutuhkan energi yang jauh lebih kecil untuk menghasilkan cahaya yang sama terangnya dibanding lampu biasa.
“Dengan watt yang lebih rendah 9 watt, otomatis pengeluaran listrik bulanan ikut turun,” ujar Teresa.
2. Lebih Terang dan Tahan Lama
Lampu LED menghasilkan cahaya yang stabil dan nyaman untuk mata, cocok untuk ruang belajar anak atau tempat bekerja yang butuh pencahayaan maksimal. Umurnya pun lebih panjang, sehingga tidak perlu sering-sering membeli lampu baru.
3. Menunjang Aktivitas Masyarakat
Penerangan yang baik memungkinkan aktivitas tetap berjalan hingga malam hari.
Menurut Teresa, lampu sangat penting di sekolah-sekolah dan rumah warga agar anak-anak bisa belajar tengah malam, dan banyak warga seperti UMKM atau asongan tetap bisa bekerja.
4. Dampak Sosial yang Nyata
Pencahayaan yang memadai berpengaruh langsung terhadap kualitas hidup masyarakat lebih aman, lebih nyaman, dan lebih produktif.
Baca juga: 7 Jenis Bunga Cantik yang Cocok untuk Dekorasi Rumah
5. Lebih Ramah Lingkungan
Penggunaan LED berkontribusi pada pengurangan emisi dan konsumsi energi. Teresa menyebut, melalui program LED hemat energi, potensi pengurangan energi listrik bisa mencapai 73.800.000 kWh, dengan penghindaran emisi sekitar 62.206-64.206 ton CO₂ selama masa pakai lampu.
“Pakai lampu LED itu bisa mengurangi emisi. Selain berbagi cahaya, kita lihat juga sampah bisa lebih terkontrol,” ungkap Teresa.
Baca juga: Indahnya Langit Malam Sumenep Dihiasi Puluhan Layangan LED
Dorong Aksi Iklim dan Hidup Lebih Hemat Energi
Selain memperluas akses pencahayaan hemat energi bagi masyarakat, kampanye berbagi cahaya di 30.000 rumah, 300 sekolah, 300 fasilitas publik di 80 kota di Indonesia ini membawa dampak positif di kehidupan sehari-hari.
Dari sisi sosial, program ini meningkatkan kualitas hidup keluarga melalui cahaya yang lebih baik dan biaya listrik yang lebih ringan.
Dari sisi lingkungan, dampak pengurangan energi dan emisi sangat signifikan menciptakan efek positif yang berkelanjutan bagi komunitas maupun bumi.
“Pada akhirnya harapan kami, program ini dapat mengedukasi, membangun kesadaran, dan mendorong perilaku masyarakat luas tentang efisiensi energi dan praktik ramah lingkungan untuk bumi yang lebih baik,” tambah Teresa.
Teresa juga berharap satu titik cahaya saja sudah cukup membawa perubahan. “Satu titik cahaya dapat membantu keluarga hidup lebih nyaman, menghemat biaya listrik, dan turut menjaga dampak lingkungan.
Dengan sederet manfaat ini, sudah saatnya masyarakat beralih ke lampu hemat energi. Selain membantu ekonomi keluarga, langkah kecil ini ikut berkontribusi pada masa depan lingkungan yang lebih baik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan