INDOZONE.ID - Wudhu adalah syarat sah salat yang wajib dilakukan oleh setiap muslim. Dengan wudhu, tubuh menjadi suci dari hadas kecil sehingga ibadah dapat diterima oleh Allah SWT. Oleh karena itu, penting untuk memahami tata cara wudhu yang benar sesuai ajaran Islam, lengkap dengan niat dan doa.
Wudhu disyariatkan pada malam Isra Mi’raj, bersamaan dengan diwajibkannya salat lima waktu. Wudhu ditetapkan sebagai bentuk penyucian diri karena salat merupakan munajat seorang hamba kepada Allah SWT, sehingga pelaksanaannya harus dilakukan dalam keadaan suci.
Allah berfirman di dalam Al-Quran surat Al-Maidah ayat 6 yang berbunyi:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki. (QS. Al-Maidah : 6)
Dalil tentang penolakan shalat tanpa bersuci juga tercantum dalam hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, sebagaimana berikut:
لَا يَقْبَلُ اللَّهُ صَلَاةً بِغَيْرِ طَهُورٍ
“Allah tidak menerima shalat tanpa bersuci,” (HR Muslim).
Baca juga: Bacaan Doa Setelah Wudhu beserta Latin dan Terjemahannya Serta Keutamaan Membacanya
Syarat Sah Wudhu
Sebelum melaksanakan wudhu, ada beberapa syarat yang perlu diperhatikan agar wudhu sah menurut syariat Islam, yaitu:
- Islam
- Mumayyiz (bisa membedakan baik dan buruk)
- Suci dari haid dan nifas
- Menggunakan air suci dan menyucikan
- Tidak ada penghalang air ke kulit
- Mengetahui fardu wudhu
Rukun Wajib Wudhu
Terdapat 6 rukun wudhu yang wajib dipenuhi agar wudhu sah menurut syariat Islam, yaitu:
1. Niat Wudhu
Niat wudhu dilakukan di dalam hati bersamaan dengan membasuh wajah. Berikut bacaan niat wudhu dalam tulisan Arab, latin, dan artinya:
نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَصْغَرِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitul wudlû-a li raf‘il ḫadatsil asghari fardlal lillâhi ta‘âlâ
Artinya: Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil, fardhu karena Allah Ta‘la
2. Membasuh Wajah
Menurut penjelasan Imam Nawawi, batas wajah yang wajib dibasuh saat wudhu adalah dari pangkal tumbuh rambut hingga dagu secara memanjang, serta dari telinga kanan sampai telinga kiri secara melebar.
3. Membasuh Kedua Tangan hingga Siku
Saat membasuh tangan, air harus mengenai seluruh bagian tangan mulai dari ujung jari sampai siku, termasuk kuku dan rambut halus. Bagian bawah kuku juga harus bersih agar tidak menghalangi air menyentuh kulit.
4. Mengusap Sebagian Kepala
Mengusap kepala cukup dilakukan pada sebagian kecil kepala atau rambut yang berada di area kepala. Mengusap rambut yang menjuntai keluar dari batas kepala, seperti ke bahu atau punggung, tidak dianggap sah.
5. Membasuh Kedua Kaki hingga Mata Kaki
Kedua kaki wajib dibasuh sampai mata kaki secara menyeluruh, termasuk sela-sela jari, kuku, dan rambut yang ada di bagian kaki.
6. Tertib
Tertib berarti melaksanakan rukun wudhu secara berurutan, dimulai dari niat dan membasuh wajah, lalu tangan hingga siku, mengusap kepala, dan diakhiri dengan membasuh kedua kaki hingga mata kaki.
Tata Cara Wudhu yang Benar
Berikut adalah urutan wudhu yang mencakup rukun dan sunnah, yang dianjurkan dilakukan secara tertib agar wudhu menjadi sah dan sempurna:
1. Membersihkan mulut dengan siwak.
2. Membaca basmalah.
3. Membasuh kedua telapak tangan hingga pergelangan.
4. Berkumur-kumur 3 kali.
5. Menghirup air ke dalam hidung lalu mengeluarkannya sebanyak 3 kali.
6. Melafalkan niat.
7. Menghadirkan niat di dalam hati ketika mulai membasuh wajah.
8. Membasuh wajah sebanyak 3 kali.
9. Membasuh kedua tangan hingga siku sebanyak 3 kali.
10. Mengusap sebagian kepala dengan air.
11. Membersihkan kedua telinga sebanyak 3 kali.
12. Membasuh kedua kaki hingga mata kaki sebanyak 3 kali.
13. Dianjurkan menghadap kiblat selama berwudhu.
14. Membaca doa setelah selesai wudhu.
Doa Setelah Wudhu
Adapun lafal doa setelah wudhu adalah sebagaimana berikut:
أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ، وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنْ التَّوَّابِينَ، وَاجْعَلْنِي مِنْ الْمُتَطَهِّرِينَ، سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ، وَأَتُوبُ إلَيْكَ
Baca juga: 6 Rukun Wudhu yang Wajib Dilakukan untuk Menyempurnakan Salat
Asyhadu an lā ilāha illallāhu wahdahū lā syarīka lahū, wa asyhadu anna Muhammadan abduhū wa rasūluhū. Allāhummaj’alnī minat tawwābīna, waj’alnī minal mutathahhirīna. Subhānakallāhumma wa bi hamdika asyhadu an lā ilāha illā anta, astaghfiruka, wa atūbu ilayka.
“Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa tiada sekutu bagi-Nya dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan Rasul-Nya. Ya Allah jadikanlah saya termasuk golongan orang-orang yang bertaubat. Dan jadikanlah saya termasuk golongan orang-orang yang suci. Maha Suci Engkau Ya Allah, segala pujian untuk-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau dan aku meminta ampunan dan bertaubat pada-Mu). Wallâhu a‘lam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kemenag Go.id