Selasa, 20 JANUARI 2026 • 17:00 WIB

Apakah Makan Membatalkan Wudhu? Ini Penjelasan Lengkap Menurut Ulama

Author

Ilustrasi makan tidak membatalkan wudhu. (Freepik)

INDOZONE.ID - Pertanyaan seputar wudhu sering muncul dalam aktivitas ibadah sehari-hari, salah satunya mengenai apakah makan membatalkan wudhu?

Banyak orang ragu apakah setelah makan harus kembali berwudhu sebelum shalat.

Untuk menjawabnya, penting memahami penjelasan ulama berdasarkan dalil Alquran, hadis, dan pendapat para mazhab.

Baca juga: Tata Cara Wudhu yang Benar Beserta Niat dan Doa Lengkap

Makan Tidak Membatalkan Wudhu

Mayoritas ulama sepakat bahwa makan dan minum tidak membatalkan wudhu. Hal ini karena tidak ada dalil yang menyebutkan secara langsung bahwa makan termasuk perkara membatalkan wudhu.

Wudhu pada dasarnya batal karena keluarnya sesuatu dari qubul dan dubur, tidur yang nyenyak, hilang akal, dan sebab-sebab lain yang telah ditetapkan syariat.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda bahwa wudhu diwajibkan karena keluarnya sesuatu dari tubuh, bukan karena apa yang masuk ke dalamnya.

Dari sini, para ulama menyimpulkan bahwa makan dan minum tidak memengaruhi keabsahan wudhu seseorang.

Pendapat Empat Mazhab

Keempat mazhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali, memiliki pandangan yang sama bahwa makan tidak membatalkan wudhu,

Selama tidak terjadi hal lain yang membatalkan wudhu setelah makan, maka seseorang tetap dianggap suci dan boleh melaksanakan sholat.

Namun, terdapat pengecualian yang sering dibahas dalam kitab-kitab fikih, yaitu terkait makan daging unta.

Dalam mazhab Hanbali, sebagian ulama berpendapat bahwa memakan daging unta membatalkan wudhu berdasarkan hadis Nabi SAW. 

Meski demikian, pendapat ini tidak diikuti oleh mayoritas ulama dari mazhab lain.

Baca juga: 5 Tips Kecantikan Dalam Islam, Salah Satunya Menjaga Wudhu -

Anjuran Berwudhu Setelah Makan

Meski makan tidak membatalkan wudhu, terdapat anjuran untuk membersihkan mulut setelah makan, terutama jika mengonsumsi makanan yang berbau menyengat seperti bawang.

Dalam beberapa riwayat, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk tidak mendekati Masjid dengan bau mulut yang mengganggu orang lain. 

Berwudhu kembali setelah makan juga dapat menjadi bentuk kehati-hatian (ihtiyath) dan menjaga kebersihan sebelum beribadah, meskipun hukumnya tidak wajib.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa makan tidak membatalkan wudhu menurut mayoritas ulama. Wudhu hanya batal oleh sebab-sebab tertentu yang telah ditetapkan dalam syariat.

Meski demikian, menjaga kebersihan diri, termasuk berkumur atau berwudhu kembali setelah makan, tetap dianjurkan demi kenyamanan dan kekhusyukan ibadah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Nu Online

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU