Rabu, 21 JANUARI 2026 • 15:40 WIB

Bacaan Bilal Sebelum dan Sesudah Sholat Idul Fitri, Lengkap Arab-Latin dan Maknanya

Author

Ilustrasi sholat Idul Fitri. (Freepik/aidildiafragma)

INDOZONE.ID - Sebelum sholat Idul Fitri dimulai, biasanya kita mendengar bacaan Bilal yang berisi seruan dan pengingat bagi jemaah untuk memulai ibadah. Hal ini dikarenakan, sholat Id tidak diawali dengan azan maupun iqamah.

Selain jadi aba-aba untuk memulai sholat, bilal juga mengumandangkan takbir, tahmid, dan tahlil yang menambah kekhidmatan suasana.

Tradisi ini berlangsung secara turun-temurun di berbagai daerah di Indonesia dan tak terpisahkan dari pelaksanaan sholat Id.

Baca juga: Doa Bilal Tarawih dan Jawabannya, Lengkap dengan Tugas Pentingnya yang Harus Kamu Ketahui!

Dalam artikel ini, Indozone akan membahas apa itu Bilal dalam Sholat Id, bacaan Arab-Latin dan artinya.

Apa Itu Bilal dalam Sholat Id?

Ilustrasi sholat Idul Fitri. (Freepik/rawpixel.com)

Singkatnya, bilal dalam sholat Idul Fitri bertugas jadi pengingat jamaah tentang niat sholat, tata cara pelaksanaan, serta mengumandangkan takbir sebelum sholat dimulai.

Beda dengan sholat lima waktu, sholat Id tak diawali dengan azan dan iqamah. Bilal menjadi pengganti seruan khusus kepada jamaah.

Dilansir laman Muhammadiyah, penjelasan kenapa tak ada azan dan iqamah dalam sholat Id sudah diriwayatkan oleh Jabir bin Abdillah RA:

عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ قَالَ صَلَّيْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْعِيدَيْنِ غَيْرَ مَرَّةٍ وَلَا مَرَّتَيْنِ بِغَيْرِ أَذَانٍ وَلَا إِقَامَةٍ

Artinya: "Dari Jabir bin Samurah ia berkata; Saya telah menunaikan shalat dua hari raya bersama Rasulullah saw lebih dua kali, yakni (beliau menunaikannya) tanpa adzan dan iqamah." (HR Muslim).

Peran Bilal dalam Sholat Id

Seorang bilal memiliki peran yang sangat penting dalam shalat Id atau Idul Adha. Meskipun secara hukum fikih shalat Id tidak menggunakan Azan dan Iqamah, seorang bilal berfungs mengatur agar ibadah berjalan tertib, khidmat, dan sesuai tuntunan sunnah.

1. Pemberi Komando Persiapan Shalat (Mubasyir)

Karena tidak ada Azan, jemaah sering kali tidak tahu kapan tepatnya shalat akan dimulai. Di sinilah Bilal berperan mengumandangkan seruan Ash-shalatu Jamiah. Kalimat ini adalah tanda bagi jemaah untuk segera berdiri, merapikan shaf, dan menyimpan ponsel atau berhenti mengobrol karena imam sudah siap di tempatnya.

2. Penjaga Kekhusyukan Khutbah

Ini adalah peran Bilal yang paling krusial. Dalam tradisi di Indonesia, Bilal akan berdiri memegang tongkat dan membacakan seruan yang mengingatkan jemaah agar diam dan mendengarkan khutbah.

3. Pemandu Transisi Ibadah

Bilal bertugas menghubungkan dua bagian besar ibadah Id yakni Shalat dan Khutbah. Setelah salam, bilal biasanya memimpin pembacaan shalawat atau takbir saat imam berjalan menuju mimbar. Transisi ini menjaga suasana masjid tetap berwibawa dan tidak gaduh oleh suara jemaah yang ingin langsung beranjak pulang.

4. Pendoa di Antara Dua Khutbah

Ketika khatib duduk di sela dua khutbah, suasana masjid biasanya menjadi hening sejenak. Pada momen inilah bilal mengambil peran dengan melantunkan shalawat Nabi secara lantang. Bacaan shalawat tersebut bukan sekadar pengisi jeda, tetapi juga dimaksudkan agar waktu singkat itu tetap diisi dengan zikir dan doa, sekaligus menjadi isyarat bagi khatib untuk bersiap melanjutkan khutbah kedua.

Bacaan Bilal Sholat Idul Fitri

Saat jemaah sudah berbaris rapi dan sholat segera dimulai, maka bilal akan berdiri menghadap jemaah dan menyerukan:

Bacaan Arab:

الصَّلَاةَ... الصَّلَاةَ... الصَّلَاةَ سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ جَامِعَةً رَحِمَكُمُ اللهُ

الصَّلَاةَ... الصَّلَاةَ... الصَّلَاةَ سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ جَامِعَةً رَحِمَكُمُ اللهُ

الصَّلَاةَ... الصَّلَاةَ... الصَّلَاةَ سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ

Bacaan Latin:

As-shalāh… As-shalāh… As-shalāta(u) sunnatan li 'īdil fithri jāmi'ah rahimakumullāh.

As-shalāh… As-shalāh… As-shalāta(u) sunnatan li 'īdil fithri jāmi'ah rahimakumullāh.

As-shalāh… As-shalāh… As-shalāta(u) sunnatan li 'īdil fithri lā ilāha illallāh.

Artinya:

"(Marilah kita) sholat… (Marilah kita) sholat… (Marilah kita) sholat sunnah Idul Fitri berjamaah.
Semoga Allah menurunkan rahmat-Nya kepadamu semua."

"(Marilah kita) sholat… (Marilah kita) sholat… (Marilah kita) sholat sunnah Idul Fitri berjamaah. Semoga Allah menurunkan rahmat-Nya kepadamu semua."

"(Marilah kita) sholat… (Marilah kita) sholat… (Marilah kita) sholat sunnah Idul Fitri berjamaah. Tiada tuhan selain Allah."

Setelah bilal selesai membaca seruan tersebut, jemaah sholat Idul Fitri dianjurkan untuk menjawab seperti berikut:

Bacaan Arab:

الصَّلَاةَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ

Bacaan Latin:

Ash-sholata (ash-sholatu) laa ilaha ilallah.

Artinya:

"Salat itu (mengikrarkan aktualisasi), Tiada Tuhan selain Allah."

Bacaan Bilal Setelah Sholat Idul Fitri

Ilustrasi khatib. (Freepik/odua)

Setelah sholat Id selesai, khatib akan naik ke mimbar untuk khutbah. Bilal mengambil tongkat dan menghadap jemaah sambil membaca:

Bacaan Arab:

مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِينَ وَزُمْرَةَ الْمُؤْمِنِينَ رَحِمَكُمُ اللَّهُ، إِعْلَمُوْا أَنَّ يَوْمَكُمْ هُذَا يَوْمُ عِيْدِ الْفِطْرِ وَيَوْمُ السُّرُورِ وَيَوْمُ الْمَغْفُوْرِ أَحَلَّ اللَّهُ لَكُمْ فِيْهِ الطَّعَامَ وَحَرَّمَ عَلَيْكُمْ فِيْهِ الصِّيَامَ إِذَا صَعِدَ الْخَطِيْبُ عَلَى الْمِنْبَرَ أَنْصِتُوا أَثَابَكُمُ اللهُ وَاسْمَعُوْا أَجَارَكُمُ اللَّهُ وَأَطِيعُوْا رَحِمَكُمُ اللهُ.

Bacaan Latin:

Ma'asyiral muslimîn wa zumratal mu'minîn rahimakumullâhu, i'lamû anna yaumakum hâdzâ yaumu 'idil fithri wa yaumus surûri wa yaumul maghfûri ahallallahu lakum fihith tha'ama wa harrama 'alaikum fihish shiyâmu idzâ sha'idal khathîbu 'alâl mimbari anshitû atsābakumullâhu wasma'û ajârakumullâhu wa athî'îû rahimakumullâhu.

Artinya:

"Wahai sekalian kaum muslimin dan mukminin, semoga Allah memberi rahmat kepada kalian. Ketahuilah sesungguhnya hari ini adalah Hari ‘Idulfitri (hari kembali suci), hari bahagia dan hari pengampunan. Allah menghalalkan bagi kalian makan pada hari itu dan Allah mengharamkan bagi kalian puasa hari itu. Ketika khatib naik ke atas mimbar, perhatikanlah, dengarkanlah, dan taatilah, semoga Allah memberi rahmat kepada kalian (2x). Perhatikanlah, semoga kalian dirahmati oleh Allah."

Setelahnya, khatib akan naik ke atas mimbar untuk memberikan khutbah.

Sambil menyerahkan tongkat ke khatib, bilal akan melafalkan doa qowil Islam yang berbunyi:

Bacaan Arab:

الَّلهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَرَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْ كُلِّ صَحَابَةِ رَسُوْلِ اللهِ أَجْمَعِيْنَ. آمين… اللَّهُمَّ قَوِّ الْإِسْلَامَ وَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَسَيِّرْهُمْ سَيِّرًا مَّنْ تَمَسَّكَ بِالدِّيْنِ الْقَوِيْمِ، رَبِّ اخْتِمْ لَنَا وَ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْكَ بِالْخَيْرِ وَيَا خَيْرَ النَّاصِرِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ والحمد لله رب العالمين

Bacaan Latin:

Allahumma sholli 'alaa sayyidina wa maulanaa Muhammad 2x, wa 'ala ali sayyidinaa Muhammad wa baarik wa sallim, allahumma qowwil Islam minal muslimin wal muslimat, wal mukminin wal mukminat, al ahya i minhum wal amwaat, wanshurhum 'ala mu'aniddiin robbikhtim lanaa minka bilkhoir, yaa khoironnaashiriin, birohmatika yaa arhamarroohimiin walhamdulillahi rabbil alamin.

Baca juga: 5 Tata Cara Sholat Idul Fitri yang Wajib Umat Muslim Ketahui

Artinya:

"Ya Allah, kuatkanlah keislaman dan keimanan kaum muslimin (pria) dan muslimat (wanita), kaum mukminin (pria) dan mukminat (wanita), yang masih hidup dari mereka semua dan juga yang sudah meninggal, mudahkanlah mereka untuk mengokohkan agama, akhirilah (hidup) kami dari-Mu dengan kebaikan, wahai Tuhan sebaik-baik penolong, dengan rahmat-Mu wahai Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua penyayang."

Itulah bacaan bilal sholat Idul Fitri lengkap dengan bacaan bilal khutabah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: NU Banyumas, Muhammadiyah

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU