c
INDOZONE.ID - Setiap kali menjelang akhir Januari atau awal Februari, suasana kota biasanya mulai dihiasi dengan lampion merah, ornamen naga, dan pohon angpao.
Masyarakat awam sering menyebut momen ini sebagai Hari Raya Imlek, namun bagi komunitas Tionghoa, istilah Sincia juga sangat akrab terdengar.
Lantas, apa sebenarnya arti dari Sincia dan mengapa perayaan itu begitu sakral?
Pengertian Sincia
Secara etimologi, kata Sincia berasal dari dialek Hokkien. Istilah ini terdiri dari dua kata, yaitu Sin yang berarti "baru" dan Cia yang merujuk pada "bulan pertama" dalam kalender lunar.
Jadi, Sincia secara harfiah berarti "Bulan Pertama yang Baru."
Di negara asalnya, Tiongkok, perayaan ini lebih dikenal dengan sebutan Chunjie atau Festival Musim Semi. Di Indonesia, Sincia sering digunakan secara bergantian dengan istilah Tahun Baru Imlek.
Baca juga: Kapan Imlek 2026 Dirayakan? Ini Shio, Makna, dan Peruntungannya
Sejarah Sincia
Sejarah Sincia bermula 3.500 tahun lalu pada masa Dinasti Shang sebagai ritual syukur panen. Di era Dinasti Han, tanggalnya resmi ditetapkan lewat kalender lunar sebagai awal tahun baru yang sakral bagi warga.
Secara mitos, Sincia adalah perayaan kemenangan mengusir monster Nian. Penggunaan warna merah, petasan, dan lampion menjadi simbol tradisional untuk menakuti monster tersebut serta membuang segala nasib buruk.
Kini, Sincia menjadi momen reuni keluarga yang hangat. Tradisi makan malam bersama dan berbagi angpao melambangkan kasih sayang serta harapan agar tahun baru membawa kelimpahan rezeki bagi seluruh keluarga.
Makna di Balik Perayaan Sincia
Sincia bukan sekadar pesta kembang api atau bagi-bagi angpao. Perayaan ini memiliki makna filosofis yang sangat dalam:
1. Wujud Syukur dan Harapan
Sincia awalnya merupakan perayaan para petani di Tiongkok untuk menyambut musim semi dan bersyukur atas hasil panen. Kini, maknanya meluas sebagai harapan akan keberuntungan dan rezeki yang lebih baik di tahun yang baru.
2. Reuni Keluarga
Inti dari Sincia adalah makan malam bersama (Tuan Yuan Fan) pada malam sebelum tahun baru. Anggota keluarga yang merantau akan pulang untuk mempererat tali persaudaraan.
3. Penghormatan Leluhur
Sebelum merayakan kemeriahan, masyarakat Tionghoa biasanya melakukan sembahyang untuk menghormati dan mendoakan para leluhur yang telah tiada.
4. Pembersihan Diri dan Lingkungan
Membersihkan rumah sebelum Sincia dipercaya dapat membuang sial. Sebaliknya, saat hari H, ada pantangan menyapu rumah agar keberuntungan yang baru masuk tidak ikut terbuang keluar.
Baca juga: Kenapa Ada Tebu di Depan Orang Tionghoa Selama 15 Hari saat Imlek? Ini Alasannya!
Tradisi Khas Sincia di Indonesia
Perayaan Sincia di Indonesia memiliki ciri khas yang unik, antara lain:
1. Angpao
Amplop merah berisi uang yang diberikan oleh orang yang sudah menikah kepada anak-anak atau orang tua sebagai simbol transfer kesejahteraan.
2. Hidangan Khas
Seperti Kue Keranjang (Nian Gao) yang lengket melambangkan keeratan keluarga, serta Ikan Bandeng yang melambangkan rezeki berlimpah.
3. Warna Merah
Penggunaan dekorasi dan pakaian serba merah dipercaya dapat mengusir energi negatif dan melambangkan kebahagiaan.
4. Barongsai
Tarian singa yang meriah ini dipercaya sebagai pengusir roh jahat dan pembawa keberuntungan bagi lingkungan sekitar.
Pantangan dalam Perayaan Sincia
Ada beberapa pantangan yang diyakini dapat memengaruhi keberuntungan dan keharmonisan keluarga, antara lain:
1. Dilarang Menyapu
Meskipun membersihkan rumah adalah bagian dari persiapan Sincia, menyapu pada hari pertama perayaan diyakini bisa “menyapu keberuntungan” dari rumah.
2. Hindari Kata Kasar
Di awal tahun baru, jangan ngomong kasar, ngomel berlebihan, atau bahas kematian. Kata-kata dan suasana hati kamu dipercaya bawa hoki atau sial sepanjang tahun.
3. Jangan Pecahkan Barang
Memecahkan piring atau gelas dianggap pertanda retaknya rezeki dan keharmonisan keluarga. Jika terjadi secara tidak sengaja, biasanya segera diucapkan doa.
4. Larangan Menagih Hutang
Menagih atau bayar hutang pas Sincia sebaiknya dihindari. Konon, hal ini bisa bikin keuangan tersendat dan rezeki nggak lancar buat pemberi maupun penerima hutang.
Baca juga: Kenapa Imlek Selalu Hujan Begini Penjelasannya
Itulah penjelasan tentang Sincia, tradisi Tionghoa yang mengajarkan pembersihan diri, menghormati leluhur, menjaga keluarga, dan menyambut tahun baru dengan keberuntungan dan semangat positif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Blog.getandride.com