Senin, 02 FEBRUARI 2026 • 08:15 WIB

Apa Itu Sincia dalam Tradisi Tionghoa? Ini Pengertian dan Maknanya

Author

cTahun Baru Imlek (Photo/Unsplash/Humphrey Muleba)

INDOZONE.ID - Setiap kali menjelang akhir Januari atau awal Februari, suasana kota biasanya mulai dihiasi dengan lampion merah, ornamen naga, dan pohon angpao. 

Masyarakat awam sering menyebut momen ini sebagai Hari Raya Imlek, namun bagi komunitas Tionghoa, istilah Sincia juga sangat akrab terdengar. 

Lantas, apa sebenarnya arti dari Sincia dan mengapa perayaan itu begitu sakral?

Pengertian Sincia

Secara etimologi, kata Sincia berasal dari dialek Hokkien. Istilah ini terdiri dari dua kata, yaitu Sin yang berarti "baru" dan Cia yang merujuk pada "bulan pertama" dalam kalender lunar.

Jadi, Sincia secara harfiah berarti "Bulan Pertama yang Baru."

Di negara asalnya, Tiongkok, perayaan ini lebih dikenal dengan sebutan Chunjie atau Festival Musim Semi. Di Indonesia, Sincia sering digunakan secara bergantian dengan istilah Tahun Baru Imlek.

Baca juga: Kapan Imlek 2026 Dirayakan? Ini Shio, Makna, dan Peruntungannya

Sejarah Sincia

Sejarah Sincia bermula 3.500 tahun lalu pada masa Dinasti Shang sebagai ritual syukur panen. Di era Dinasti Han, tanggalnya resmi ditetapkan lewat kalender lunar sebagai awal tahun baru yang sakral bagi warga.

Secara mitos, Sincia adalah perayaan kemenangan mengusir monster Nian. Penggunaan warna merah, petasan, dan lampion menjadi simbol tradisional untuk menakuti monster tersebut serta membuang segala nasib buruk.

Kini, Sincia menjadi momen reuni keluarga yang hangat. Tradisi makan malam bersama dan berbagi angpao melambangkan kasih sayang serta harapan agar tahun baru membawa kelimpahan rezeki bagi seluruh keluarga.

Makna di Balik Perayaan Sincia

Sincia bukan sekadar pesta kembang api atau bagi-bagi angpao. Perayaan ini memiliki makna filosofis yang sangat dalam:

1. Wujud Syukur dan Harapan

Sincia awalnya merupakan perayaan para petani di Tiongkok untuk menyambut musim semi dan bersyukur atas hasil panen. Kini, maknanya meluas sebagai harapan akan keberuntungan dan rezeki yang lebih baik di tahun yang baru.

2. Reuni Keluarga

Inti dari Sincia adalah makan malam bersama (Tuan Yuan Fan) pada malam sebelum tahun baru. Anggota keluarga yang merantau akan pulang untuk mempererat tali persaudaraan.

3. Penghormatan Leluhur

Sebelum merayakan kemeriahan, masyarakat Tionghoa biasanya melakukan sembahyang untuk menghormati dan mendoakan para leluhur yang telah tiada.

4. Pembersihan Diri dan Lingkungan 

Membersihkan rumah sebelum Sincia dipercaya dapat membuang sial. Sebaliknya, saat hari H, ada pantangan menyapu rumah agar keberuntungan yang baru masuk tidak ikut terbuang keluar.

Baca juga: Kenapa Ada Tebu di Depan Orang Tionghoa Selama 15 Hari saat Imlek? Ini Alasannya!

Tradisi Khas Sincia di Indonesia

Perayaan Sincia di Indonesia memiliki ciri khas yang unik, antara lain:

1. Angpao

Amplop merah berisi uang yang diberikan oleh orang yang sudah menikah kepada anak-anak atau orang tua sebagai simbol transfer kesejahteraan.

2. Hidangan Khas

Seperti Kue Keranjang (Nian Gao) yang lengket melambangkan keeratan keluarga, serta Ikan Bandeng yang melambangkan rezeki berlimpah.

3. Warna Merah

Penggunaan dekorasi dan pakaian serba merah dipercaya dapat mengusir energi negatif dan melambangkan kebahagiaan.

4. Barongsai

Tarian singa yang meriah ini dipercaya sebagai pengusir roh jahat dan pembawa keberuntungan bagi lingkungan sekitar.

Pantangan dalam Perayaan Sincia

Ada beberapa pantangan yang diyakini dapat memengaruhi keberuntungan dan keharmonisan keluarga, antara lain:

1. Dilarang Menyapu

Meskipun membersihkan rumah adalah bagian dari persiapan Sincia, menyapu pada hari pertama perayaan diyakini bisa “menyapu keberuntungan” dari rumah.

2. Hindari Kata Kasar

Di awal tahun baru, jangan ngomong kasar, ngomel berlebihan, atau bahas kematian. Kata-kata dan suasana hati kamu dipercaya bawa hoki atau sial sepanjang tahun.

3. Jangan Pecahkan Barang

Memecahkan piring atau gelas dianggap pertanda retaknya rezeki dan keharmonisan keluarga. Jika terjadi secara tidak sengaja, biasanya segera diucapkan doa. 

4. Larangan Menagih Hutang

Menagih atau bayar hutang pas Sincia sebaiknya dihindari. Konon, hal ini bisa bikin keuangan tersendat dan rezeki nggak lancar buat pemberi maupun penerima hutang.

Baca juga: Kenapa Imlek Selalu Hujan Begini Penjelasannya

Itulah penjelasan tentang Sincia, tradisi Tionghoa yang mengajarkan pembersihan diri, menghormati leluhur, menjaga keluarga, dan menyambut tahun baru dengan keberuntungan dan semangat positif.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Blog.getandride.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU