INDOZONE.ID - Pernahkah kamu bertemu seseorang yang selalu merasa jadi pihak yang paling tersakiti dalam setiap situasi? Dalam psikologi, perilaku seperti ini dikenal sebagai playing victim.
Alih-alih mencari solusi, orang dengan perilaku ini cenderung menggunakan masalah mereka untuk menghindari tanggung jawab atau mendapatkan perhatian dari orang lain.
Di artikel ini, kita akan bahas apa itu playing victim, ciri-cirinya, dampaknya, dan cara menghadapinya, supaya kamu bisa lebih memahami orang lain dan juga diri sendiri.
Apa Itu Playing Victim?
Playing victim adalah kondisi ketika seseorang sengaja atau tanpa sadar menempatkan diri sebagai korban untuk mendapatkan perhatian, simpati, atau menghindari tanggung jawab.
Orang yang suka bermain peran korban biasanya merasa semua masalah selalu karena orang lain atau keadaan, jadi mereka merasa dirugikan terus, padahal nggak selalu begitu.
Perilaku ini bisa muncul di hubungan pribadi, tempat kerja, hingga sosial media, dan kadang bikin orang di sekitarnya lelah atau bingung menghadapi mereka.
Baca juga: Modus Love Bombing yang Bisa Manipulasi Korban, Simak Cara Deteksi Pelaku
Ciri-Ciri Orang yang Playing Victim
Kalau kamu sering berinteraksi dengan orang yang suka memainkan peran korban, biasanya ada beberapa tanda yang terlihat:
1. Suka Menyalahkan Orang Lain
Jarang atau bahkan tidak pernah mengakui kesalahan sendiri. Semua masalah dianggap datang dari luar, sehingga mereka selalu merasa menjadi pihak yang dirugikan.
2. Menceritakan Kisah Sepihak
Mereka hanya menonjolkan bagian di mana mereka disakiti, tanpa menceritakan apa yang mereka lakukan sebelumnya.
3. Mencari Perhatian atau Simpati
Sering menceritakan kesulitan atau rasa tidak adil yang mereka alami supaya orang lain merasa kasihan atau memberi perhatian ekstra.
4. Mudah Tersinggung atau Marah
Mereka cenderung mudah tersinggung atau marah, bahkan saat situasinya sebetulnya netral atau kecil. Perasaan diserang atau dirugikan muncul cepat.
5. Menganggap Dunia Tidak Adil
Pandangan hidup cenderung negatif, merasa orang lain selalu lebih beruntung, dan sulit melihat sisi positif dari situasi yang dihadapi.
Dampak Playing Victim
Perilaku ini tidak hanya merugikan orang lain, tetapi juga diri mereka sendiri:
1. Buat Diri Sendiri
Orang yang suka merasa jadi korban biasanya susah berkembang karena jarang introspeksi. Mereka gampang stres, frustrasi, dan merasa nggak berdaya kalau masalah terus menumpuk.
2. Buat Hubungan
Teman, pasangan, atau rekan kerja bisa capek menghadapi keluhan terus-menerus. Komunikasi jadi susah dan kerja sama bisa terganggu karena drama yang nggak kelar-kelar.
3. Buat Lingkungan Sekitar
Lingkungan kerja, keluarga, atau pertemanan bisa terasa tegang. Masalah kecil bisa jadi besar karena pola bermain korban ini terus terulang.
Baca juga: Soft Spoken Artinya Apa? Ini Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contohnya
Kenapa Orang Bisa Playing Victim?
Ada beberapa alasan mengapa seseorang cenderung bermain korban:
1. Mencari Perhatian
Beberapa orang merasa mendapatkan perhatian atau simpati dari orang lain membuat mereka nyaman atau dihargai.
2. Menghindari Tanggung Jawab
Dengan menempatkan diri sebagai korban, mereka nggak perlu menghadapi konsekuensi atau tanggung jawab atas tindakan sendiri.
3. Trauma atau Pengalaman Masa Lalu
Orang yang pernah mengalami pengalaman buruk atau trauma mungkin terbiasa merasa dirugikan dan sulit melihat sisi positif dari situasi.
4. Kurang Keterampilan Menghadapi Masalah
Beberapa orang belum belajar cara menghadapi konflik atau kesulitan dengan sehat, jadi mereka mengambil jalur menjadi korban.
Cara Menghadapi Orang yang Playing Victim
Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan agar tetap menjaga diri sendiri sekaligus menghadapi perilaku ini:
1. Tetap Tenang
Jangan ikut terbawa emosi saat mereka mulai menyalahkan atau mengeluh berlebihan. Tetap fokus dan jangan ikut terseret drama.
2. Beri Batasan yang Jelas
Tentukan seberapa banyak waktu dan energi yang kamu gunakan untuk menghadapi keluhan mereka. Ini penting supaya kamu nggak ikut stres.
3. Gunakan Komunikasi yang Jelas dan Tegas
Sampaikan pendapat atau fakta dengan sopan tapi tegas. Hindari menyalahkan balik, tapi tetap tegaskan batasanmu.
4. Jaga Jarak Jika Perlu
Kalau perilaku mereka terlalu merugikan secara emosional, nggak apa-apa untuk menjaga jarak demi kesehatan mentalmu sendiri.
Baca juga: 5 Tips Menghindari Pelaku Love Bombing Menurut Detektif Asmara Jubun
Dengan mengenali ciri-ciri playing victim, memahami penyebabnya, dan mengetahui cara menghadapi perilaku ini, kita bisa lebih bijak, dan menjaga kesehatan mental.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Gramedia