Selasa, 17 FEBRUARI 2026 • 19:15 WIB

Niat Mandi Puasa Ramadhan: Bacaan, Tata Cara, dan Perlukah Keramas?

Author

Ilustrasi mandi mandi puasa Ramadhan (pexels.com/madeaw_ec)

INDOZONE.ID - Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, banyak umat Muslim mulai mempersiapkan diri secara lahir dan batin. 

Salah satu amalan yang kerap dilakukan adalah mandi untuk menyambut puasa.

Lalu, apa sebenarnya niat mandi puasa Ramadhan, bagaimana tata caranya, dan apakah harus keramas? Berikut penjelasan lengkapnya.

Baca juga: Doa Mandi Wajib Pria Lengkap: Niat, Tata Cara, dan Rukun Sesuai Sunnah

Apa Itu Niat Mandi Puasa Ramadhan?

Mandi sebelum memulai puasa Ramadhan umumnya merujuk pada mandi wajib (mandi junub) bagi orang yang memiliki hadas besar, seperti setelah mimpi basah, berhubungan suami istri, atau selesai haid dan nifas.

Niat mandi ini bertujuan untuk mensucikan diri agar ibadah puasa yang dijalankan sah secara syariat.

Jika seseorang tidak dalam keadaan hadas besar, maka mandi sebelum puasa hukumnya sunah sebagai bentuk kebersihan dan persiapan ibadah.

Bacaan Niat Mandi Wajib

Berikut lafaz niat mandi wajib untuk menyambut puasa Ramadhan:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الأَكْبَرِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى

"Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari fardhan lillaahi ta‘aalaa."

Artinya: Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadas besar, fardu karena Allah Ta’ala.

Langkah-Langkah Mandi Wajib sebelum Puasa

Tata cara mandi wajib pada dasarnya sama seperti mandi junub pada umumnya:

  • Membaca niat dalam hati sebelum mulai mandi.
  • Membersihkan kedua tangan terlebih dahulu.
  • Mencuci bagian tubuh yang terkena najis hingga bersih.
  • Berwudhu seperti wudhu untuk sholat.
  • Menyiram kepala tiga kali hingga air merata ke pangkal rambut.
  • Menyiram seluruh tubuh dimulai dari sisi kanan lalu kiri sampai tidak ada bagian yang kering.
  • Yang terpenting adalah air mengenai seluruh tubuh tanpa terkecuali.

Apakah Niat Puasa Ramadhan Harus Keramas?

Banyak yang mengira mandi wajib harus selalu disertai keramas menggunakan sampo. 

Tapi bagaimana sebenarnya secara fikih? Simak penjelasannya berikut.

  • Keramas tidak wajib.
  • Yang wajib hanyalah membasahi seluruh rambut dan kulit kepala hingga air sampai ke akarnya.
  • Penggunaan sampo hanya bersifat tambahan untuk kebersihan, bukan syarat sah mandi wajib.

Jadi, selama air sudah merata ke seluruh tubuh dan rambut, mandi wajib sudah dianggap sah meskipun tanpa keramas.

Waktu Terbaik Melakukan Mandi Wajib

Mandi wajib sebaiknya dilakukan sebelum waktu Subuh agar seseorang sudah dalam keadaan suci ketika mulai berpuasa.

Namun, jika mandi dilakukan setelah Subuh, puasanya tetap sah selama hadas besar tidak sengaja menunda hingga melewati waktu sholat.

Baca juga: Bolehkah Puasa Tanpa Mandi Wajib? Ini Penjelasan Lengkapnya!

Jadi, bisa disimpulkan bahwa niat mandi puasa Ramadhan berkaitan dengan mandi wajib untuk menghilangkan hadas besar agar ibadah puasa sah.

Tata caranya meliputi niat, wudhu, serta menyiram seluruh tubuh hingga merata. Keramas bukan kewajiban, yang penting air mencapai seluruh rambut dan kulit kepala.

Dengan memahami niat dan tata cara mandi wajib yang benar, umat Muslim dapat menyambut Ramadhan dalam keadaan suci, bersih, dan siap menjalankan ibadah dengan khusyuk. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Nu Online, Kementerian Agama RI

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU