INDOZONE.ID - Di balik kampanye “Teh Celup Sosro Hidupkan Ramadanmu”, tersimpan cerita hangat dari para relawan dapur yang menyiapkan hidangan berbuka bagi masyarakat.
Program ini tidak hanya sekadar membagikan makanan, tetapi juga menghadirkan semangat gotong royong dari para ibu relawan yang terlibat langsung di dapur masjid.
Mereka bekerja sejak dini hari, mulai dari menyiapkan bahan hingga memasak ratusan porsi makanan untuk dibagikan saat berbuka.
Lantas seperti apa cerita di balik suksesnya kampanye ini? Berikut kisah lengkapnya:
Kisah Relawan Dapur Masjid Menyiapkan Hidangan Berbuka
Program berbagi hidangan berbuka Ramadan dalam kampanye teh celup sosro ini, tidak hanya melibatkan perusahaan dan organisasi sosial, tetapi juga digerakkan oleh para relawan dapur yang bekerja langsung menyiapkan makanan bagi masyarakat.
Salah satunya adalah para ibu relawan yang dipercaya oleh Foodbank of Indonesia (FOI) untuk mengolah makanan berbuka puasa di dapur masjid.
Salah satu relawan, Dwi Hidayati, mengaku bersyukur mendapat kesempatan terlibat dalam kegiatan tersebut.
Ia mengatakan bahwa para relawan diberi ruang untuk mengolah berbagai menu berbuka dengan bahan-bahan rempah yang kemudian disajikan kepada masyarakat sekitar.
“Kami berterima kasih kepada Teh Celup Sosro dan Foodbank of Indonesia yang telah mempercayai kami sebagai relawan masak di dapur. Kami diberi kesempatan untuk berkreasi dengan masakan yang menggunakan bahan rempah, lalu diolah menjadi makanan siap saji untuk masyarakat di wilayah kami,” Ujar Dwi Hidayati SP, selaku Ibu Relawan FOI Kebayoran Lama, Jakarta Selatan dalam jumpa pers di Jakarta Pusat (10/3/26)
Meski harus bekerja sejak dini hari, para relawan mengaku tetap menjalankan kegiatan tersebut dengan penuh semangat.
Baca juga: Solidaritas Tanpa Batas: Relawan Terjang Medan Lumpur demi Salurkan Bantuan di Aceh Tamiang
Bahkan mereka harus berbelanja bahan makanan sejak tengah malam agar bahan yang digunakan tetap segar.
“Kami biasanya harus belanja dari jam satu malam, karena bahan seperti ayam tidak bisa dibeli mendadak. Tapi kami tidak merasa lelah, karena semuanya saling membantu,” katanya.
Menurutnya, kebersamaan menjadi kunci utama selama proses memasak berlangsung.
Para relawan tidak memperhitungkan siapa yang melakukan pekerjaan tertentu, melainkan saling membantu agar hidangan berbuka dapat tersaji tepat waktu.
Cerita Haru Saat Membagikan Makanan Berbuka
Tak hanya proses memasak, momen pembagian makanan berbuka juga menyimpan cerita yang membekas bagi para relawan.
Dwi mengaku sering melihat antusiasme masyarakat yang datang untuk mendapatkan hidangan berbuka yang disiapkan di masjid.
Menurutnya, banyak masyarakat yang rela mengantre dengan tertib menunggu giliran mereka.
Namun ada satu pengalaman yang paling diingatnya ketika membagikan makanan kepada pengemudi ojek online.
“Yang kami utamakan biasanya pengemudi ojek online, karena penghasilan mereka tidak menentu. Waktu itu kami sempat bilang makanannya sudah habis, mereka hampir pulang,” ceritanya.
Namun para pengemudi tersebut ternyata masih menunggu di seberang jalan, berharap masih ada makanan yang tersisa.
Baca juga: Kisah Dokter Putri Relawan Covid-19 Wisma Atlet Ingin Join Polisi Kini Lolos SIPSS
Melihat hal itu, para relawan akhirnya memutuskan untuk menyisihkan sebagian makanan yang tersisa agar bisa diberikan kepada mereka.
“Akhirnya kami kurangi sedikit jatah di masjid dan kami berikan kepada mereka. Mereka senang sekali, katanya makanan itu untuk anak dan istrinya di rumah,” ujarnya.
Bagi para relawan, momen seperti itu menjadi pengalaman yang penuh makna selama menjalankan kegiatan berbagi di bulan Ramadan.
Ia pun berharap program kolaborasi antara Teh Celup Sosro dan Foodbank of Indonesia ini dapat terus berlanjut di masa mendatang, tidak hanya saat Ramadan tetapi juga pada kegiatan sosial lainnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan