Minggu, 15 MARET 2026 • 12:00 WIB

8 Parts of Speech dalam Bahasa Inggris: Pengertian, Macam, dan Contohnya

Author

Ilustrasi. 8 Parts of speech (Freepik)

INDOZONE.ID - Pernahkah Anda mencoba merakit sebuah furnitur tanpa membaca buku panduannya terlebih dahulu? Hasilnya kemungkinan besar akan goyah atau bahkan ambruk. Hal yang sama berlaku saat Anda belajar bahasa Inggris. Saat Anda merangkai sebuah kalimat, Anda membutuhkan "buku panduan" atau fondasi yang kuat agar pesan yang ingin disampaikan tidak salah arti. Dalam tata bahasa Inggris (grammar), fondasi fundamental tersebut dikenal dengan istilah Parts of Speech.

Bisa dikatakan, belajar parts of speech sama pentingnya dengan bernapas dalam proses menguasai bahasa Inggris. Tanpa memahami fungsi dari setiap kata yang Anda gunakan, merangkai kalimat yang utuh dan bermakna hanyalah angan-angan. Oleh karena itu, mari kita bedah bersama pengertian parts of speech, klasifikasinya, beserta contoh penggunaannya agar tata bahasa Anda semakin rapi dan natural!

Apa Itu Parts of Speech?

Secara definisi tradisional, Parts of Speech (atau sering disebut sebagai kelas kata/word classes) adalah klasifikasi atau pengelompokan kata-kata dalam bahasa Inggris berdasarkan fungsi dan peran sintaksisnya di dalam sebuah kalimat. Ibarat sebuah tim sepak bola, setiap kata memiliki posisi dan tugasnya masing-masing ada yang bertugas sebagai subjek (penyerang), ada yang menjadi kata kerja pembentuk aksi (gelandang), hingga kata sifat yang memperindah susunan (pemain sayap).

Secara umum, tata bahasa Inggris membagi kelas kata ini menjadi delapan (8) komponen utama, ditambah satu kategori modern (Article/Determiner). Klasifikasi ini dibagi lagi ke dalam dua kelompok besar:

  • Open-Classes (Kelas Terbuka): Kata benda, kata kerja, kata sifat, dan kata keterangan. Disebut "terbuka" karena seiring berkembangnya zaman, kata-kata baru (slang, teknologi) terus bermunculan dan ditambahkan ke dalam kelompok ini.
  • Closed-Classes (Kelas Tertutup): Kata ganti, preposisi, kata sambung, dan determiner. Kelas ini sifatnya kaku dan hampir tidak pernah ada penambahan kosa kata baru.

Penting untuk diingat bahwa satu kata bisa masuk ke dalam lebih dari satu part of speech, bergantung pada konteksnya. Contohnya kata "book". Jika berfungsi sebagai Noun artinya "buku", tetapi jika berfungsi sebagai Verb artinya "memesan/mem- booking".

Mari kita bahas kedelapan komponen tersebut secara mendetail!

Baca juga: Contoh Descriptive Text Tentang Hewan dalam Bahasa Inggris Beserta Artinya

1. Noun (Kata Benda)

Noun berfungsi untuk menamai orang, tempat, benda fisik, hewan, hingga konsep abstrak atau gagasan. Noun memegang peran sentral dalam kalimat, sering kali bertindak sebagai Subjek atau Objek. Perlu diingat, nama resmi seseorang, tempat, atau lembaga (Proper Noun) harus selalu diawali dengan huruf kapital.

Contoh Kata: Muhammad, teacher, cat, school, coffee, danger, New York, happiness.

Contoh Kalimat:

  • The teacher told the student to work hard. (Guru menyuruh siswa tersebut belajar keras).
  • Ali is good at English but weak at Arabic. (Ali pintar bahasa Inggris tapi lemah di bahasa Arab).

2. Pronoun (Kata Ganti)

Pronoun digunakan untuk menggantikan Noun dalam sebuah kalimat agar kita tidak perlu mengulang-ulang nama benda/orang yang sama sehingga kalimat terdengar kaku. Terdapat beberapa tipe pronoun:

  1. Subject Pronoun: I, you, we, they, he, she, it.
  2. Object Pronoun: me, you, us, them, him, her, it.
  3. Possessive Adjective: my, your, our, their, his, her, its.
  4. Possessive Pronoun: mine, yours, ours, theirs, his, hers.
  5. Reflexive Pronoun: myself, yourself, ourselves, themselves, himself.

Contoh Kalimat:

  • Don’t tell her the truth. (Jangan beri tahu dia kebenarannya).
  • She tried it herself. (Dia mencobanya sendiri).

3. Verb (Kata Kerja)

Verb adalah "jantung" dari sebuah kalimat yang menunjukkan tindakan atau keadaan/kondisi dari subjek. Verb adalah satu-satunya kelas kata yang wujudnya bisa berubah-ubah bergantung pada waktu kejadian (Tenses, misalnya Present ke Past) dan jumlah subjek (Tunggal atau Jamak).

Contoh Kata: sing, dance, believe, finish, eat, run, is, am, are.

Contoh Kalimat:

  • Don’t try to run before you can walk. (Jangan mencoba berlari sebelum kamu bisa berjalan).
  • Leave me alone! (Tinggalkan aku sendiri!).

4. Adjective (Kata Sifat)

Adjective bertugas untuk mendeskripsikan, memodifikasi, atau memberikan sifat pada sebuah Noun atau Pronoun. Kata sifat memberikan informasi tambahan mengenai kualitas, ukuran, bentuk, atau warna benda tersebut.

Contoh Kata: hot, lazy, funny, unique, bright, beautiful, poor, smooth.

Contoh Kalimat:

  • The small squirrel ran up the tree. (Tupai kecil itu berlari memanjat pohon).
  • My mother has short hair. (Ibu saya memiliki rambut pendek).

5. Adverb (Kata Keterangan)

Jika Adjective menjelaskan benda, maka Adverb bertugas untuk menjelaskan Verb, Kata Sifat (Adjective), atau bahkan Adverb lainnya. Adverb memberikan informasi lebih lanjut mengenai Kapan, Di mana, Bagaimana, dan Seberapa Sering suatu tindakan dilakukan. Biasanya, Adverb diakhiri dengan imbuhan -ly.

Contoh Kata: softly, lazily, often, only, hopefully, very, rapidly.

Contoh Kalimat:

  • I have a very large pet dog. (Saya punya anjing peliharaan yang sangat besar).
  • The boy is crying loudly. (Anak laki-laki itu menangis dengan keras).

6. Preposition (Kata Depan)

Preposition digunakan untuk menunjukkan hubungan (biasanya arah, waktu, atau tempat) antara sebuah Noun/Pronoun dengan kata-kata lain dalam satu kalimat. Kata depan selalu diikuti oleh objek pembentuk prepositional phrase.

Contoh Kata: up, over, against, by, for, into, out of, on, in, at.

Contoh Kalimat:

  • The cat is sitting on the wall. (Kucing itu sedang duduk di atas tembok).
  • I am going to the salon after my dinner. (Saya akan pergi ke salon setelah makan malam).

7. Conjunction (Kata Sambung)

Sesuai namanya, Conjunction berfungsi sebagai "jembatan" yang menghubungkan kata, frasa, atau klausa agar menjadi satu kesatuan kalimat yang padu dan logis.

Contoh Kata: and, but, or, so, yet, for, nor, because, although.

Contoh Kalimat:

  • I will go to the shop but not before I have had something to eat. (Saya akan pergi ke toko tetapi tidak sebelum saya makan sesuatu).
  • I was tired yet I still went to the gym. (Saya lelah namun saya tetap pergi ke pusat kebugaran).

8. Interjection (Kata Seru)

Interjection adalah ungkapan pendek yang ditambahkan dalam kalimat (atau berdiri sendiri) untuk mengekspresikan emosi atau perasaan spontan yang kuat, seperti kejutan, rasa sakit, atau kegembiraan. Kata seru tidak memiliki hubungan gramatikal dengan bagian kalimat lainnya.

Contoh Kata: ah, whoops, ouch, phew, wow, hooray!

Contoh Kalimat:

  • Wow! Did you see how big that bird was? (Wow! Apakah kamu melihat betapa besarnya burung itu?).
  • Hooray! You passed your exam! (Hore! Kamu lulus ujianmu!).

Baca juga: Contoh Perkenalan Diri dalam Bahasa Inggris dan Artinya untuk Siswa Lengkap

Articles & Determiners

Dalam tata bahasa modern, Articles (kata sandang) dan Determiners sering dipisahkan dari Adjective. Fungsinya adalah membatasi atau menentukan spesifikasi suatu Noun.

Article: a, an, the.

Determiner: these, that, those, enough, much, few.

Contoh: "She is a beautiful girl." (Kata "a" adalah penentu wajib agar kalimat tunggal secara struktur bisa dikatakan benar).

Memahami 8 Parts of Speech mungkin tidak secara instan menyulap Anda menjadi seorang pujangga layaknya William Shakespeare. Namun, menguasai fondasi ini adalah tiket emas Anda untuk merangkai struktur kalimat yang logis, menghindari ambiguitas, dan berkomunikasi dalam bahasa Inggris secara elegan dan tepat sasaran. Sama halnya dengan merakit furnitur tadi saat Anda mengenali fungsi setiap baut dan papan, hasil akhir yang kokoh hanyalah masalah waktu.

Setelah membaca panduan di atas, apakah Anda sudah bisa menentukan part of speech dari kata-kata yang ada dalam kalimat ini: "Wow, the clever dog quickly caught the red ball"? Teruslah berlatih dan jangan ragu untuk berbagi artikel ini kepada teman-teman Anda yang sedang berjuang menaklukkan grammar!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Oxford University Press

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU