INDOZONE.ID - Literasi baca di Indonesia disebut sangat rendah dan memprihatinkan. Banyak faktor yang memicu fenomena itu bisa terjadi di masyarakat.
UNESCO menyebutkan Indonesia urutan kedua dari bawah soal literasi dunia. Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia, hanya 0,001%. Artinya, dari 1,000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca.
Melihat kondisi itu, Big Bad Wolf (BBW) hadir untuk mempermudah masyarakat di Indonesia yang ingin mencari buku-buku yang menarik dan berkualitas. Tak heran kalau pameran buku ini juga dinantikan oleh banyak masyarakat di Tanah Air.
Baca juga: Tips Baca Buku Ala Generasi Z: Temukan Kembali Keajaiban Membaca
Dalam acara Press Conference BBW Jakarta 2026, Country Director BBW Indonesia Wandi Budianto turut mengungkap penyebab rendahnya literasi baca di masyarakat. Bahkan ia sendiri punya pengalaman pribadi yang kesulitan mencari buku bagus.
“Kalau kita lihat masalahnya lebih dalam lagi bukan karena orang malas baca, tapi bukunya yang susah dicari. Misal di retail, di mal, persebaran toko buku itu jarang, selain di Jakarta ya, lalau ngomong kota-kota di luar Pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi, retail buku sangat jarang dan masyarakat gak punya aksesnya,” katanya di Taman Ismail Marzuki, baru-baru ini.
Berdasarkan pengalaman pribadi sebagai orang tua, Wandi merasa kesulitan mencari buku untuk dibaca. Dia sendiri merasa di beberapa retail, opsi buku yang bagus memang tidak banyak.
“Padahal di Eropa yang paling banyak berubah itu buku anak-anak yang nyaman dibaca, inovasinya, lalu koleksi buku anak-anak dan sangat disayangkan kalau untuk distribusinya di sini,” imbuhnya.
Dalam kesempatan ini, Wandi juga merekomendasikan banyak opsi buku yang bisa membantu menambah literasi terutama di kalangan anak-anak.
“Opsi buku-buku sebenarnya cukup banyak untuk menambah literasi. Salah satunya adalah pop up book dan sound book, terutama pada anak-anak lebih mudah untuk menambah literasi dan bikin mereka suka baca dan menambah pengetahuan,” kata Wandiz.
Baca juga: Buku Jendela Dunia, Ini Tips Biar Semangat Baca Buku
Melihat fenomena itu, Wandi tertarik untuk memberikan akses literasi yang mudah ke masyarakat. Salah satunya mengadakan pameran buku yang mudah dijangkau oleh masyarakat.
“Kami ingin memberikan experience membaca yang berbeda agar anak-anak gak sama gadget terus. Kami punya cara lain untuk mencari buku dan di kota orang bisa eksplor buku-buku yang kita bawa,” bebernya.
Kalau dijumlahkan, dalam pameran buku yang digelar 29 April-3 Mei 2026 nanti akan ada lebih dari 3.500 meja, dengan lebih dari 9.000 buku yang tidak ada di tempat lain. Menariknya, BBW ke-10 ini akan kembali digelar di ICE BSD selama 5 hari dan dibuka 24 jam.
“Harapannya experience ini semakin mudah untuk belanja buku, dengan transaksi dan bawa barangnya juga semakin mudah,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan