INDOZONE.ID - Pernah enggak sih, kamu kepikiran kenapa bisa terjadi pergantian musim atau perbedaan lama siang dan malam?
Ternyata, semua itu ada hubungannya dengan pergerakan Bumi di tata surya, yang terus berlangsung setiap waktu.
Bumi yang kita tempati ternyata tidak diam, melainkan terus bergerak. Selain berputar pada porosnya, Bumi juga mengelilingi Matahari. Gerakan Bumi mengelilingi Matahari inilah yang disebut revolusi Bumi.
Nah, supaya makin paham tentang ilmu astronomi dan geografi, yuk kenali berbagai dampak revolusi Bumi berikut ini!
Pengertian Revolusi Bumi
Revolusi Bumi adalah pergerakan Bumi mengelilingi Matahari pada jalurnya yang disebut orbit. Gerakan ini berlangsung terus-menerus, dan membuat Bumi selalu berada pada posisi yang berbeda terhadap Matahari sepanjang tahun.
Untuk melakukan satu kali putaran penuh mengelilingi Matahari, Bumi membutuhkan waktu sekitar 365¼ hari. atau satu tahun.
Karena itulah, revolusi Bumi menjadi dasar dalam penentuan kalender dan menyebabkan berbagai fenomena alam yang terjadi di Bumi.
Baca juga: Pemandangan Spektakuler Bumi dari Luar Angkasa yang Diambil Kru Misi Artemis II
7 Dampak Revolusi Bumi yang Perlu Kamu Ketahui
Yuk, simak beberapa dampak revolusi Bumi dalam kehidupan sehari-hari berikut ini.
1. Perbedaan Durasi Waktu Siang dan Malam
Pernahkah kamu mendengar bahwa di beberapa negara, waktu puasa bisa mencapai 20 jam? Hal ini terjadi karena kemiringan sumbu Bumi sebesar 23,5° terhadap bidang ekliptika saat merevolusi Matahari.
- Pada waktu tertentu, kutub utara lebih condong ke Matahari (siang lebih lama).
- Di waktu lain, kutub selatan yang lebih condong ke Matahari.
- Hanya di daerah khatulistiwa durasi siang dan malam cenderung seimbang (masing-masing 12 jam).
2. Terjadinya Pergantian Musim
Salah satu dampak revolusi Bumi yang paling sering dirasakan adalah pergantian musim. Negara yang letaknya jauh dari garis khatulistiwa biasanya memiliki empat musim, yaitu musim semi, panas, gugur, dan dingin.
Sedangkan negara tropis seperti Indonesia mengalami dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau.
Pergantian musim terjadi karena Bumi terus bergerak mengelilingi Matahari. Saat posisi Bumi berubah, setiap wilayah mendapatkan cahaya Matahari yang berbeda-beda, sehingga musim pun ikut berubah sepanjang tahun.
3. Gerak Semu Tahunan Matahari
Matahari terlihat seolah-olah bergerak dari utara ke selatan sepanjang tahun. Padahal sebenarnya, yang bergerak adalah Bumi yang sedang berevolusi mengelilingi Matahari.
Fenomena ini disebut gerak semu tahunan Matahari. Dampaknya dapat memengaruhi perubahan suhu udara, dan kondisi cuaca di berbagai wilayah.
Baca juga: Misteri Perubahan Iklim di Luar Angkasa: Apa Cuaca di Planet Lain Bisa Pengaruhi Bumi?
4. Perubahan Kenampakan Rasi Bintang
Pernahkah kamu memperhatikan mengapa rasi bintang Orion terlihat jelas pada bulan-bulan tertentu, tetapi tidak terlihat di bulan lainnya?
Fenomena ini ternyata terjadi karena Bumi terus bergerak mengelilingi Matahari.
Saat Bumi berevolusi, posisi Bumi terhadap bintang-bintang di luar angkasa ikut berubah. Akibatnya, rasi bintang yang terlihat dari Bumi menjadi berbeda-beda setiap bulannya.
5. Penetapan Kalender Masehi
Kalender Masehi yang kita gunakan setiap hari, dari Januari sampai Desember, ternyata dibuat berdasarkan waktu revolusi Bumi mengelilingi Matahari.
Bumi membutuhkan waktu sekitar 365¼ hari untuk mengelilingi Matahari satu kali penuh.
Nah, karena ada tambahan 1/4 hari setiap tahunnya, maka dibuatlah tahun kabisat setiap empat tahun sekali. Pada tahun kabisat, bulan Februari menjadi 29 hari supaya perhitungan kalender tetap sesuai.
6. Adanya Aphelion dan Perihelion
Karena orbit Bumi berbentuk elips, ada kalanya Bumi berada pada titik terjauh dari Matahari (Aphelion) dan titik terdekat dengan Matahari (Perihelion).
- Perihelion: Terjadi sekitar tanggal 3 Januari (jarak ±147 juta km).
- Aphelion: Terjadi sekitar tanggal 4 Juli (jarak ±152 juta km).
7. Terjadinya Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan
Revolusi Bumi juga berpengaruh terhadap terjadinya gerhana Matahari dan gerhana Bulan. Gerhana terjadi ketika posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada pada satu garis tertentu.
Gerhana Matahari terjadi saat Bulan berada di antara Matahari dan Bumi, sehingga cahaya Matahari tertutup seluruhnya.
Sementara itu, gerhana Bulan terjadi ketika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan sehingga bayangan Bumi menutupi Bulan.
Baca juga: Hari Rotasi Bumi dan Penemuan Foucault: Mengingat Bukti Nyata Bumi yang Berputar
Itulah 7 dampak revolusi Bumi yang perlu kamu ketahui. Revolusi Bumi memengaruhi berbagai fenomena alam dan kehidupan sehari-hari yang terjadi di sekitar kita setiap tahun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Quipper.com