INDOZONE.ID - Jika kita menoleh 10–20 tahun ke belakang, cara kita berkomunikasi, bekerja, dan berbelanja telah berubah drastis. Perubahan ini bukan kebetulan, tetapi hasil dari proses perubahan sosial yang terus terjadi.
Perubahan sosial merupakan fenomena yang pasti dialami oleh setiap masyarakat. Seiring berjalannya waktu, cara kita berinteraksi, bekerja, hingga memandang dunia akan terus berubah mengikuti perkembangan zaman.
Artikel ini akan mengajak kamu untuk memahami lebih dalam tentang apa itu perubahan sosial, teori-teori yang mendasarinya, serta faktor-faktor yang memengaruhi perubahan atau bertahannya suatu masyarakat.
Pengertian Perubahan Sosial
Secara umum, perubahan sosial adalah proses perubahan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat dari waktu ke waktu, yang meliputi perubahan cara hidup, pola pikir, nilai, norma, dan kebiasaan yang ada di dalam masyarakat.
Menurut ahli sosiologi Selo Soemardjan, perubahan sosial sebagai perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan yang memengaruhi sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai dan pola perikelakuan.
Menurut Kingsley Davis, perubahan sosial adalah perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat.
Dalam pandangannya, Masyarakat dipandang sebagai sistem yang saling berhubungan, di mana setiap bagian memiliki fungsi tertentu.
Baca juga: Sering Scroll Sosial Media Malah Stres? Ini Dampak FOMO yang Banyak Dialami Gen Z
Teori Perubahan Sosial
Teori perubahan sosial menjelaskan, bagaimana masyarakat mengalami perubahan dari waktu ke waktu melalui berbagai cara dan proses.
Para ahli membaginya ke dalam beberapa teori utama berikut:
1. Teori Linier/Evolusi
Teori ini menyatakan, perubahan sosial terjadi secara perlahan dan bertahap. Masyarakat berkembang dari bentuk yang sederhana menjadi lebih kompleks seiring berjalannya waktu.
Menurut Teori Linier, perubahan sosial terjadi secara bertahap dan berurutan. Perkembangan masyarakat biasanya melalui tiga tahap, yaitu dari primitif, tradisional, sampai modern.
a. Tahap Primitif
Pada tahap ini, kehidupan masyarakat masih sangat sederhana. Mereka belum mengenal aturan adat yang jelas dan cara hidupnya masih bergantung pada alam, seperti berburu dan meramu untuk bertahan hidup.
b. Tahap Tradisional
Di tahap ini, masyarakat sudah mulai memiliki aturan dan kebiasaan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Kehidupan juga lebih teratur, dan mereka mulai bercocok tanam serta tinggal menetap di suatu tempat.
c. Tahap Modern
Pada tahap modern, kehidupan masyarakat sudah jauh lebih maju. Mereka lebih mengandalkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.
2. Teori Siklus
Teori siklus menyatakan, perubahan sosial terjadi secara berulang atau berputar. Masyarakat bisa mengalami masa maju, kemudian mundur, lalu kembali lagi ke pola yang mirip seperti sebelumnya.
3. Teori Fungsionalis
Teori fungsionalis adalah teori yang menjelaskan, masyarakat seperti sebuah sistem yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan.
Setiap bagian memiliki fungsi masing-masing untuk menjaga agar kehidupan masyarakat tetap berjalan seimbang dan teratur.
4. Teori Konflik
Teori konflik menjelaskan, perubahan sosial terjadi karena adanya pertentangan, terutama antar kelompok sosial atau kelas dalam masyarakat, seperti antara kelompok kaya dan miskin.
5. Teori Gerakan Sosial
Teori ini menjelaskan, perubahan sosial bisa terjadi karena adanya aksi kolektif atau gerakan bersama dari masyarakat untuk mencapai tujuan tertentu, seperti perubahan kebijakan atau keadilan sosial.
Baca juga: Sering Menghindar dari Keramaian? Bisa Jadi Bukan Anti Sosial, Tapi Tanda Social Exhaustion
Faktor Penyebab Perubahan Sosial
Perubahan sosial dalam masyarakat tidak terjadi begitu saja, tetapi dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor ini bisa berasal dari dalam masyarakat sendiri maupun dari luar masyarakat. Berikut penjelasannya:
1. Faktor Internal (dari dalam masyarakat)
Faktor internal adalah penyebab perubahan sosial yang berasal dari dalam masyarakat.
a. Perubahan jumlah penduduk
Jika jumlah penduduk bertambah atau berkurang, maka kebutuhan masyarakat juga ikut berubah, seperti kebutuhan pekerjaan, rumah, dan sekolah.
b. Penemuan baru (inovasi)
Penemuan baru seperti HP, internet, dan teknologi lainnya membuat cara hidup masyarakat berubah menjadi lebih mudah dan cepat.
c. Konflik sosial
Pertengkaran atau perbedaan pendapat dalam masyarakat bisa menyebabkan perubahan, misalnya perubahan aturan agar kehidupan menjadi lebih tertib.
d. Perubahan nilai dan budaya
Perubahan cara pandang, kebiasaan, dan norma dalam masyarakat juga dapat menyebabkan perubahan sosial dalam kehidupan sehari-hari.
2. Faktor Eksternal (dari luar masyarakat)
Faktor eksternal adalah penyebab perubahan sosial yang berasal dari luar masyarakat.
a. Pengaruh budaya lain
Masuknya budaya asing dapat memengaruhi gaya hidup, bahasa, pakaian, makanan, dan kebiasaan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
b. Perubahan lingkungan alam
Bencana alam seperti banjir, gempa bumi, atau tanah longsor dapat memaksa masyarakat untuk berpindah tempat dan mengubah cara hidupnya.
c. Perang atau konflik dengan pihak luar
Peristiwa perang atau konflik antarnegara dapat mengubah sistem sosial, ekonomi, dan politik dalam suatu masyarakat.
d. Globalisasi
Perkembangan dunia yang semakin terbuka membuat informasi, teknologi, dan budaya mudah masuk, sehingga perubahan dalam masyarakat terjadi lebih cepat.
Contoh Nyata Perubahan Sosial
Berikut ini adalah beberapa contoh perubahan yang bisa kita lihat langsung dalam kehidupan sehari-hari:
1. Cara Berkomunikasi
Dulu, orang berkomunikasi menggunakan surat yang membutuhkan waktu lama untuk sampai. Sekarang, komunikasi bisa dilakukan dengan cepat melalui HP, seperti chat, telepon, atau video call.
2. Cara Belanja
Dulu masyarakat harus pergi ke pasar atau toko untuk membeli barang. Sekarang, banyak orang berbelanja melalui aplikasi online tanpa harus keluar rumah.
3. Transportasi
Dulu transportasi seperti delman, becak, dan sepeda banyak digunakan. Sekarang sudah banyak kendaraan bermotor seperti motor, mobil, dan ojek online yang lebih cepat dan praktis.
4. Pendidikan
Dulu kegiatan belajar hanya dilakukan di kelas dengan buku. Sekarang, pembelajaran juga bisa dilakukan secara online menggunakan internet, laptop, atau smartphone.
5. Gaya Hidup dan Pakaian
Perubahan sosial juga terlihat dari gaya hidup dan cara berpakaian masyarakat, terutama generasi muda. Tren global seperti K-Pop atau gaya Barat sangat memengaruhi selera fashion, gaya rambut, hingga musik yang disukai.
6. Sistem Kerja
Sistem kerja juga mengalami perubahan sosial dengan adanya kerja remote atau Work From Anywhere (WFA). Pekerja bisa bekerja dari rumah atau tempat lain tanpa harus ke kantor karena bantuan teknologi digital.
Baca juga: Pengertian Fakta dan Opini: Ciri, Perbedaan, serta Contohnya
Perubahan sosial adalah bagian penting dari kehidupan masyarakat yang terus terjadi seiring perkembangan zaman.
Perubahan ini bisa membawa dampak positif maupun negatif tergantung bagaimana masyarakat menyikapinya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ruang Guru