INDOZONE.ID - Memasuki usia 20-an sering kali jadi fase yang penuh perubahan. Ada tuntutan untuk mulai mandiri dan menentukan arah hidup, tapi muncul rasa cemas, bingung, bahkan tekanan dari lingkungan sekitar pada saat bersamaan.
Kondisi ini dikenal sebagai quarter life crisis yang cukup umum dialami banyak orang. Fenomena ini biasanya muncul saat seseorang mulai masuk fase dewasa, lalu dihadapkan dengan berbagai keputusan besar dalam hidup, mulai dari karier, hubungan, hingga keuangan.
Baca juga: Cuma Modal Nonton Film Bareng, Kalian Bisa Makin Dekat Walau Lagi LDR
Apa Itu Quarter Life Crisis?
Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, quarter life crisis adalah periode saat seseorang memasuki masa dewasa, biasanya di usia 25–30 tahun.
Pada fase ini, banyak orang mengalami tekanan emosional seperti merasa bingung dengan arah hidup, cemas terhadap masa depan, hingga kehilangan tujuan.
Penyebab Quarter Life Crisis
Quarter life crisis umumnya dipicu oleh pengalaman pertama dalam menghadapi realitas kehidupan dewasa.
Beberapa faktor yang sering menjadi pemicu antara lain:
- Perubahan besar dalam hidup;
- Tuntutan untuk merencanakan masa depan;
- Mulai hidup mandiri;
- Pengambilan keputusan penting;
- Tekanan dari lingkungan sosial dan keluarga;
- Masalah finansial atau pekerjaan;
- Melihat pencapaian orang lain.
Baca juga: 7 Aktivitas Seru Ini Bisa Bikin Hubungan Tetap Awet Meski Terpisah Jarak!
Ciri-ciri Quarter Life Crisis
Beberapa tanda yang bisa dikenali antara lain:
- Sering merasa cemas dan bingung;
- Membandingkan diri dengan orang lain;
- Takut tertinggal;
- Kehilangan motivasi;
- Sulit mengambil keputusan;
- Merasa tidak puas dengan hidup;
- Kesulitan menjalin hubungan sosial.
Cara Mengatasi Quarter Life Crisis
Fase ini bisa dihadapi dengan langkah yang lebih terarah. Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasinya seperti:
1. Bercerita dengan Orang Terdekat
Berbagi cerita bisa membantu mengurangi beban pikiran dan mendapatkan perspektif baru.
2. Mengurangi Kebiasaan Membandingkan Diri
Setiap orang memiliki proses dan waktu yang berbeda.
3. Melakukan Kegiatan yang Bermakna
Mengisi waktu dengan aktivitas positif dapat membantu mengalihkan kecemasan.
Baca juga: 8 Cara Membasmi Kamitetep di Rumah, Jangan Tunggu Sampai Bersarang Banyak !
4. Menetapkan Tujuan yang Realistis
Mulai dari target kecil yang bisa dicapai secara bertahap.
5. Mencari Lingkungan yang Mendukung
Lingkungan yang positif dapat membantu menjaga semangat.
6. Berani Mencoba Hal Baru
Keluar dari zona nyaman bisa membuka peluang dan pengalaman baru.
7. Membangun Penerimaan Diri
Menghargai proses dan pencapaian diri sendiri.
8. Mengatur Keuangan dengan Baik
Perencanaan finansial yang rapi dapat membantu mengurangi tekanan.
Baca juga: Viral Jemaah Haji Lansia Panik di Pesawat, Minta Turun untuk Beri Makan Ayamnya
Quarter life crisis adalah fase yang wajar dalam proses menuju kedewasaan. Dengan memahami tanda dan cara menghadapinya, kondisi ini bisa menjadi momen untuk berkembang dan menentukan arah hidup dengan lebih jelas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Sahabat Pegadaian, Verywell Mind, Yayasan Kesehatan Perempuan, Amatan