Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 05 MEI 2026 • 16:05 WIB

Benarkah Kebiasaan Cabut Kumis Bisa Berbahaya? Simak Faktanya

Benarkah Kebiasaan Cabut Kumis Bisa Berbahaya? Simak FaktanyaIlustrasi Kebiasaan Cabut Kumis. (Freepik)

INDOZONE.ID - Kebiasaan cabut kumis memang sudah jadi bagian dari cara merapikan tampilan. Tapi, apakah ini berbahaya? Penting untuk tahu fakta medis di balik kebiasaan ini.

Pertumbuhan rambut, seperti kumis, jenggot, atau bulu di bagian tubuh lain sebenarnya, bagian dari proses pubertas. Perubahan ini terjadi karena pengaruh hormon dalam tubuh.

Baca juga: Ilmuwan Ini Cari Cara Perpanjang Masa Subur, Menstruasi 3 Bulan Sekali?

Apakah Cabut Kumis Berbahaya?

Secara umum, mencabut kumis bukan hal yang berbahaya dan tidak menyebabkan masalah serius jika dilakukan dengan benar.

Rambut yang dicabut juga tidak akan hilang permanen. Sebab, itu tetap akan tumbuh kembali. Akan tetapi, ada beberapa risiko yang bisa terjadi kalau dilakukan sembarangan, seperti:

  • Iritasi kulit di area kumis atau jenggot;
  • Luka kecil akibat pencabutan yang terlalu keras;
  • Infeksi jika alat yang digunakan tidak bersih;
  • Bisul di area bekas cabutan.

Jadi, bukan tindakan mencabutnya yang berbahaya, tapi cara melakukannya yang perlu diperhatikan.

Baca juga: 7 Cara Mengatasi Ruam Popok pada Bayi, Ibu Wajib Tahu!

Benarkah Bisa Menyebabkan Pusing?

Banyak orang percaya, bahwa cabut kumis bisa mengakibatkan pusing. Faktanya, tidak ada hubungan langsung antara mencabut rambut dengan rasa pusing.

Jika kamu merasa pusing setelah mencabut kumis, kemungkinan besar penyebabnya dari faktor lain seperti:

  • Kelelahan;
  • Telat makan;
  • Dehidrasi;
  • Kurang tidur;
  • Stres.

Biasanya, kondisi ini akan membaik setelah istirahat dan memenuhi kebutuhan tubuh.

Waspada jika Jadi Kebiasaan Berlebihan

Meski terlihat sepele, kebiasaan mencabut rambut secara terus-menerus bisa jadi tanda kondisi psikologis yang disebut Trikotilomania.

Baca juga: Kapan Waktu Terbaik Sunat Anak Laki-laki? Ini Penjelasannya

Kondisi ini ditandai dengan dorongan kuat untuk mencabut rambut dan sulit dikendalikan. Jika sudah sampai tahap ini, sebaiknya segera konsultasi ke tenaga medis untuk penanganan lebih lanjut.

Jadi, cabut kumis sebenarnya aman selama dilakukan dengan benar dan tidak berlebihan. Akan tetapi, harus tetap jaga kebersihan dan perhatikan kondisi kulit.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: UliKe, DrRanaIrfan, Amatan, Healthline

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Benarkah Kebiasaan Cabut Kumis Bisa Berbahaya? Simak Faktanya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!