INDOZONE.ID - Menjalani hubungan jarak jauh atau long-distance relationship (LDR) sering kali terlihat romantis di media sosial.
Video call sampai ketiduran, kirim makanan online, countdown jadwal ketemu, hingga momen reuni di bandara sering bikin banyak orang iri.
Tapi dibalik momen manis itu, ada tantangan besar yang nggak semua pasangan siap hadapi: komunikasi.
Bukan soal seberapa sering kalian telepon atau chat setiap hari, tetapi bagaimana cara menyampaikan perasaan saat hubungan sedang tidak baik-baik saja.
Baca juga: Pergelaran Amal Angkat Kisah Anak Pejuang Kanker, Ajak Publik Turut Berkontribusi
Sayangnya, banyak pasangan LDR justru melakukan kebiasaan yang terlihat sepele, tetapi bisa merusak hubungan secara perlahan, yaitu memendam perasaan sendiri dan memilih diam saat ada masalah. Padahal, kebiasaan ini bisa menjadi awal dari renggangnya hubungan tanpa disadari.
Merasa “Nggak Enak” untuk Jujur pada Pasangan
Banyak orang dalam hubungan LDR memilih menahan emosi karena merasa tidak enak jika harus membebani pasangan. Misalnya saat pasangan sedang sibuk bekerja, kuliah, atau memiliki masalah pribadi, seseorang akhirnya memilih diam meski sebenarnya sedang kecewa.
Ada juga yang berpikir membahas masalah lewat chat hanya akan membuat situasi semakin rumit. Akhirnya muncul kalimat-kalimat seperti:
Baca juga: Ide Kencan Virtual Ini Dijamin Bikin Hubungan LDR Kamu Makin Hangat!
“Aku nggak apa-apa kok.”
“Tenang aja, nggak ada masalah.”
“Aku cuma capek.”
Padahal kenyataannya, ada rasa sedih, kecewa, marah, atau kesepian yang sedang disimpan sendirian.
Jika terus dilakukan, pasangan justru tidak pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Baca juga: Masak Online Bareng Doi, Ide VIrtual Date Seru Buat Pejuang LDR
LDR Rentan Banget dengan Salah Paham
Berbeda dengan pasangan yang bisa bertemu langsung, hubungan jarak jauh punya keterbatasan besar.
Kamu tidak bisa melihat ekspresi wajah pasangan setiap saat. Kamu juga tidak tahu bahasa tubuh mereka saat sedang kesal, sedih, atau kecewa.
Dalam pesan teks, satu kata singkat seperti “Oke” bisa terdengar dingin.
Balasan yang lama bisa memicu overthinking.
Nada bicara saat telepon juga terkadang bisa disalahartikan.
Hal kecil seperti ini sering memicu konflik besar karena masing-masing pihak membuat asumsi sendiri.
Menurut Scott Cubberly, MSW, LCSW, kemampuan untuk membahas emosi dan topik sulit secara terbuka sangat penting dalam hubungan, terutama hubungan jarak jauh.
Banyak orang cenderung menghindari percakapan serius karena takut menimbulkan emosi atau pertengkaran. Namun kebiasaan tersebut justru dapat memperbesar masalah dalam jangka panjang.
Baca juga: 6 Cara Unik Ini Bisa Bikin Hubungan LDR Kamu Lebih Menyenangkan
Masalah Kecil Bisa Menumpuk Jadi Ledakan Besar
Memendam perasaan mungkin terasa aman untuk sementara waktu. Kamu mungkin berpikir masalah akan selesai sendiri jika diabaikan. Sayangnya, emosi yang terus dipendam biasanya tidak benar-benar hilang.
Rasa kecewa kecil bisa berubah menjadi rasa kesal. Rasa kesal bisa berkembang menjadi kebencian. Lama-lama hubungan terasa dingin karena komunikasi hanya berisi obrolan formal seperti:
“Udah makan?”
“Lagi ngapain?”
“Semangat kerja ya.”
Baca juga: Apa Itu Quarter Life Crisis? Kenali Tanda dan Tips Menghadapinya
Tidak ada lagi obrolan yang jujur dan mendalam. Saat hal ini terjadi terus-menerus, hubungan bisa terasa seperti kewajiban, bukan lagi tempat yang nyaman.
Jujur Bukan Berarti Cari Ribut
Banyak orang takut terbuka karena khawatir dianggap drama atau terlalu sensitif. Padahal menyampaikan perasaan dengan cara yang sehat justru bisa menyelamatkan hubungan.
Jika merasa kesepian, sampaikan. Jika merasa kurang diperhatikan, bicarakan.
Baca juga: Cara Simpel yang Bisa Bikin Komunikasimu dengan Dia Tidak Hambar Ketika LDR
Jika ada perilaku pasangan yang membuat tidak nyaman, ungkapkan dengan baik.
Komunikasi yang sehat bukan soal menyalahkan pasangan, tetapi mencari solusi bersama.
LDR Butuh Komunikasi yang Lebih Kuat
Hubungan jarak jauh memang tidak mudah, tetapi bukan berarti mustahil dijalani. Kunci utamanya adalah komunikasi yang jujur, konsisten, dan terbuka.
Memendam perasaan mungkin terlihat seperti cara paling mudah untuk menghindari konflik. Namun tanpa disadari, kebiasaan itu justru bisa menjadi alasan hubungan berakhir.
Baca juga: Cuma Modal Nonton Film Bareng, Kalian Bisa Makin Dekat Walau Lagi LDR
Kalau kamu sedang menjalani LDR, jangan hanya rutin bilang “Selamat pagi” dan “Selamat tidur”.
Pastikan pasanganmu juga tahu apa yang benar-benar kamu rasakan sebelum semuanya terlambat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline