INDOZONE.ID - Awalnya saling kirim pesan sampai ketiduran di depan layar. Dulu hal kecil terasa lucu. Sekarang cara dia mengetik pesan saja bisa bikin emosi naik.
Tapi sekarang? Baru lihat notif dari pasangan saja rasanya sudah malas membalas.
Kalau kamu sedang ada di fase hubungan seperti ini, kamu nggak sendirian.
Banyak pasangan berpikir hubungan berakhir karena rasa cinta hilang. Padahal kenyataannya, banyak hubungan kandas karena luka lama terus disimpan.
Baca juga: Punya Kulit “Glass Skin” Bukan Mimpi! Ternyata Cuma 1 Hal Ini yang Sering Diremehkan
Sebelum buru-buru bilang putus, ada satu hal penting yang perlu dipikirkan matang-matang: apakah kalian masih bisa saling memaafkan?
Dendam Lama Bisa Jadi Bom Waktu dalam Hubungan
Salah satu kebiasaan paling merusak dalam hubungan adalah terus mengungkit kesalahan masa lalu.
Saat bertengkar soal hal kecil, tiba-tiba masalah lama ikut dibongkar lagi. Mulai dari kesalahan bertahun-tahun lalu, janji yang pernah diingkari, sampai luka yang sebenarnya sempat dianggap selesai.
Masalahnya, hubungan nggak akan pernah bergerak maju kalau kalian terus berjalan sambil menarik beban masa lalu. Ibarat naik motor sambil menahan rem, capeknya dobel dan kalian tetap nggak sampai ke tujuan.
Baca juga: Hukum Patungan Kurban di Sekolah, Sah atau Tidak?
Kalimat seperti:
“Kamu dulu juga pernah bohong.”
“Aku masih sakit hati sama kejadian itu.”
“Aku nggak bisa lupa apa yang kamu lakuin.”
Jika terus diulang, hubungan perlahan akan kehilangan ruang untuk tumbuh.
Baca juga: Karyawan Wajib Tahu, Ini Aturan Cuti Mendampingi Istri Melahirkan
Memaafkan Itu Sulit, Tapi Kadang Jadi Jalan Satu-Satunya
Jujur saja, memaafkan bukan hal mudah. Apalagi kalau luka yang diberikan benar-benar membekas.
Namun memaafkan bukan berarti kamu pura-pura lupa atau menganggap kesalahan pasangan itu wajar. Memaafkan adalah keputusan untuk berhenti memberi makan rasa marah setiap hari.
Karena kalau luka terus dipelihara, yang lelah bukan cuma hubungan — kamu juga.
Sebelum memutuskan berpisah, coba tanyakan ke diri sendiri:
“Apakah kamu masih ingin memperbaiki hubungan ini?”
Baca juga: Doa Sujud Syukur Lengkap Beserta Tata Cara dan Syarat Sahnya
“Apakah pasanganmu juga mau berubah?”
“Apakah kalian masih punya niat untuk memperjuangkan hubungan ini?”
Kalau jawabannya iya, memaafkan bisa jadi langkah awal untuk membangun ulang hubungan yang hampir runtuh.
Hubungan Langgeng Bukan Tentang Pasangan yang Sempurna
Media sosial sering bikin hubungan orang lain terlihat mulus tanpa drama. Padahal kenyataannya, hampir semua pasangan pernah melewati fase ingin menyerah.
Baca juga: 8 Bahan Alami yang Bisa Usir Tikus dari Rumah, Auto Kabur tanpa Ribet!
Yang membuat hubungan bertahan bukan karena mereka sempurna. Mereka hanya belajar untuk berhenti saling menghukum atas kesalahan yang sudah lewat.
Hubungan itu seperti luka di kulit. Kalau terus digaruk, luka tersebut nggak akan pernah sembuh. Tapi kalau dirawat dengan benar, perlahan bisa pulih dan meninggalkan pelajaran berharga.
Jadi sebelum memilih pergi, pastikan kamu nggak menyerah hanya karena luka lama yang sebenarnya masih bisa disembuhkan bersama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline