INDOZONE.ID - Putus cinta sering kali terasa seperti ditabrak kenyataan yang nggak siap kita hadapi. Hari-hari yang biasanya penuh chat, telepon, atau rutinitas bersama tiba-tiba berubah sunyi. Notifikasi yang dulu bikin senyum sekarang justru nggak muncul sama sekali.
Yang lebih menyakitkan, terkadang yang hilang bukan cuma pasangan — tapi juga kebiasaan, rasa nyaman, bahkan bayangan masa depan yang sudah kamu susun rapi di kepala.
Putus memang nggak pernah terasa mudah, mau hubungan itu baru berjalan beberapa bulan atau sudah bertahun-tahun. Meski kamu merasa sudah siap dengan kemungkinan terburuk, rasa sakitnya sering tetap datang seperti tamu tak diundang.
Baca juga: Jangan Buru-Buru Putus! 3 Cara Ini Bisa Selamatkan Asmara yang Hampir Hancur
Putus Cinta Bisa Bikin Mental Ikut Kacau
Jangan heran kalau setelah putus kamu jadi gampang cemas, sulit tidur, kehilangan nafsu makan, atau pikiranmu nggak bisa berhenti mengulang semua momen manis di masa lalu.
Sebuah penelitian menemukan bahwa perpisahan dalam hubungan dapat meningkatkan rasa cemas dan memicu gejala depresi dalam jangka pendek.
Ini terjadi karena otak sedang berusaha beradaptasi dengan kehilangan seseorang yang sebelumnya selalu hadir dalam hidupmu.
Ibaratnya begini: kamu terbiasa berjalan dengan seseorang setiap hari, lalu tiba-tiba harus melanjutkan perjalanan sendirian di jalan yang sama. Wajar kalau langkahmu terasa berat di awal.
Baca juga: Doa Menyembelih Hewan Kurban Lengkap dengan Tata Caranya
Apalagi jika kamu dan mantan sudah punya banyak rencana besar — mulai dari tinggal bersama, menikah, traveling bareng, atau membangun masa depan yang terlihat begitu nyata.
Saat hubungan berakhir, yang ikut hancur bukan cuma hubungan itu sendiri, tapi juga ekspektasi yang pernah dibangun bersama.
Jangan Sok Kuat, Kamu Boleh Merasa Hancur
Banyak orang memaksa diri terlihat baik-baik saja setelah putus hanya demi terlihat kuat di depan orang lain. Padahal, luka emosional nggak akan sembuh hanya karena kamu pura-pura bahagia di media sosial.
Kalau memang sedih, kamu boleh bersedih.
Kalau ingin menangis, maka menangislah.
Baca juga: Hukum Patungan Kurban di Sekolah, Sah atau Tidak?
Kalau merasa marah, kecewa, atau bingung, itu semua wajar dan valid.
Menyimpan semua emosi seperti menutup luka tanpa mengobatinya — dari luar terlihat baik, tapi di dalam bisa makin parah.
Memberi ruang pada diri sendiri untuk berduka justru jadi langkah penting agar kamu bisa pulih dengan cara yang sehat.
Proses Move On Tiap Orang Itu Berbeda
Jangan panik kalau temanmu bisa move on dalam dua minggu sementara kamu masih kepikiran mantan setelah berbulan-bulan. Itu normal. Hati manusia bukan mesin yang bisa di-reset dalam semalam.
Baca juga: Karyawan Wajib Tahu, Ini Aturan Cuti Mendampingi Istri Melahirkan
Setiap orang punya cara dan waktu masing-masing untuk pulih. Fokuslah pada dirimu sendiri tanpa membandingkan perjalananmu dengan orang lain.
Pelan-pelan saja. Tidak perlu diburu-buru.
Hari ini mungkin masih terasa berat, tapi bukan berarti selamanya akan seperti itu.
Ingat, Putus Cinta Bukan Akhir Hidupmu
Saat hubungan berakhir, semuanya mungkin terasa gelap. Tapi percaya deh, hidupmu nggak berhenti hanya karena satu orang pergi.
Baca juga: Doa Sujud Syukur Lengkap Beserta Tata Cara dan Syarat Sahnya
Kadang seseorang pergi bukan untuk menghancurkan hidupmu, tapi membuka ruang untuk hal-hal yang lebih baik datang.
Hari ini mungkin kamu sedang patah hati. Besok? Siapa tahu kamu justru berterima kasih karena hubungan itu berakhir.
Hati yang patah tetap bisa sembuh, asal kamu memberi waktu pada dirimu sendiri untuk kembali utuh. Tetaplah berjalan walau perlahan.
Tidak perlu berlari atau bahkan menghindari dari rasa sakit itu. Karena itu justru akan semakin melukai perasaanmu yang sudah terluka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline