INDOZONE.ID - Kompetisi quiz untuk anak kini tidak lagi sekadar menjadi ajang mencari siapa yang paling pintar atau paling cepat menjawab soal.
Lebih dari itu, melalui DANCOW Indonesia Cerdas Season 2, anak-anak diajak mengikuti kompetisi yang bukan hanya menguji kemampuan akademik, tetapi juga mengasah soft skill dan hard skill mereka.
Lantas, seperti apa skala, tujuan, dan proses seleksi kompetisi ini? Berikut penjelasannya:
Kompetisi Berskala Besar untuk Mengasah Potensi Anak Indonesia
Dibandingkan kompetisi DANCOW lainnya, program ini menonjol dari sisi skala dan pendekatan yang lebih luas.
Pihak penyelenggara, juga menyebut kompetisi ini dirancang untuk menjangkau sebanyak mungkin anak Indonesia agar mereka punya ruang untuk mengembangkan potensinya.
Tidak hanya berpusat di satu wilayah, seleksi dilakukan di banyak sekolah dan kota agar lebih banyak anak mendapat kesempatan yang sama.
“Tahun ini kami melakukan seleksi di 2.000 sekolah, melibatkan hampir 200 ribu siswa di 40 kota, mencakup 15 provinsi di Indonesia,” ungkap Johanlie Aliffin sebagai Marketing Manager DANCOW dalam acara Kompetisi DANCOW Indonesia Cerdas Season 2 yang diselenggarakan di Jakarta Pusat (05/18/26)
Menariknya, kompetisi ini tidak hanya berfokus pada pelajaran sekolah atau kemampuan menghafal.
Anak-anak juga diuji lewat aspek lainnya yang mengasah soft skill dan hard skill.
Tujuan Kompetisi Quiz Ini Dibuat
Quiz ini dibuat bukan sekadar untuk mencari anak yang paling cepat menjawab pertanyaan, tetapi juga untuk membantu anak mengenali potensi dirinya.
Baca juga: Anak Jago Bahasa Inggris? Ikut Kompetisi Moms Biar Makin PD
Lewat kompetisi yang sehat, anak-anak diajak untuk berani mencoba, bekerja sama, dan menyelesaikan tantangan dengan cara yang menyenangkan.
Proses seperti ini penting karena tumbuh kembang anak tidak hanya dipengaruhi oleh nilai sekolah, tetapi juga stimulasi, pengalaman sosial, dan kesempatan untuk mengeksplorasi kemampuan diri.
“Kompetisi ini bukan hanya untuk mendukung tumbuh kembang anak Indonesia, tapi juga memberikan bekal bagi mereka untuk melatih kapasitas intelektual, kerja sama tim, kreativitas, agar mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, kuat, cerdas, dan berani,” tambah Johanlie Aliffin
Melalui pendekatan ini, anak-anak bisa belajar bahwa kompetisi bukan hanya tentang menang atau kalah.
Mereka juga bisa memahami proses, membangun rasa percaya diri, dan belajar menghadapi tekanan dengan cara yang lebih sehat.
Hal ini menjadi penting terutama bagi anak usia sekolah yang sedang berada dalam fase membangun karakter.
Setelah potensi itu diasah, proses seleksi pun dibuat bertahap agar setiap anak bisa dinilai secara lebih menyeluruh.
Seleksi Bertahap hingga Final Nasional yang Tayang di Televisi
Proses seleksi kompetisi ini dilakukan secara bertahap, mulai dari tingkat sekolah, kota, provinsi, hingga menuju final nasional.
Pada tahap awal, penyelenggara datang ke sekolah dan memberikan tes melalui microsite yang mencakup pengetahuan sekolah, pengetahuan sosial sesuai kurikulum, serta pengetahuan umum.
Baca juga: Buat Kamu Anak SMA, Ada Kompetisi Desain Tas Belanja Ramah Lingkungan Berhadiah Ratusan Juta Nih!
Setelah itu, peserta akan mengikuti tahap berikutnya berupa wawancara dan esai sebelum akhirnya dipilih perwakilan terbaik dari masing-masing provinsi.
“Sama seperti di Jakarta, akan ada empat yang terbaik mewakili Jakarta, dan nanti juga ada empat terbaik yang mewakili provinsi lainnya,” jelasnya Johanlie Aliffin
Tahap pertama kompetisi ini pun sudah berlangsung pada Januari hingga Maret, kemudian berlanjut ke tahap kedua pada Mei 2026.
Sementara itu, babak final dijadwalkan tayang di salah satu stasiun televisi Indonesia pada Juli hingga Agustus 2026 dalam 13 episode setiap Sabtu dan Minggu.
Format finalnya dibuat edukatif sekaligus menghibur, sehingga penonton di rumah juga bisa ikut merasakan keseruan menjawab pertanyaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan