INDOZONE.ID - Sejumlah generasi muda berjiwa kepemimpinan di Tanah Air baru saja melakukan konferensi di Maldives. Konferensi bertajuk Asia World Model United Nations (AWMUN) XIV pun diapresiasi langsung oleh pemerintah Maldives.
Menteri Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Maldives Abdulla Rafiu mengatakan, kepemimpinan di era saat ini tidak dapat berjalan sendiri. Namun harus dibangun atas dasar kepedulian (compassion) dan kerja sama (cooperation).
“Kami ajak seluruh generasi muda yang hadir untuk berani mengambil tindakan nyata dan tidak meremehkan kemampuan diri sendiri dalam menciptakan perubahan,” ujarnya melalui siaran daring.
Senada, Menteri Luar Negeri Maldives Iruthisham Adam menyampaikan bahwa generasi muda memiliki peran besar di era keterbukaan informasi saat ini. Menurutnya, kepercayaan diri dan rasa saling percaya merupakan elemen penting dalam proses negosiasi.
Ia juga menekankan bahwa kebiasaan tersebut perlu dibangun sejak dini, mulai dari ruang kelas, percakapan sehari-hari, hingga forum internasional.
“Platform seperti ini tidak hanya membangun hubungan dan koneksi antarnegara, tetapi juga menjadi simulasi nyata praktik diplomasi internasional,” kata Iruthisham.
Presiden International Global Network, Muhammad Fahrizal menjelaskan, melalui forum ini para peserta belajar keterampilan penting yang jarang diajarkan. Termasuk kemampuan untuk berbeda pendapat tanpa saling merendahkan, serta mendengarkan dengan empati.
Baca juga: Bahasa Indonesia Resmi Masuk ke Dalam 10 Bahasa Resmi Konferensi Umum UNESCO
Di sisi lain, konferensi ini menjadi batu loncatan bagi para peserta untuk menguji ide-ide brilian, membangun kepercayaan diri, sekaligus memulai perjalanan menuju masa depan di panggung global.
“Para peserta harus benar-benar terlibat dan hadir sepenuhnya dalam setiap agenda, bukan hanya untuk berpartisipasi tetapi juga bertransformasi,” paparnya.
Sebagai informasi, AWMUN XIV juga menghadirkan dua council yaitu World Health Organization (WHO) dengan topik "Preventing the Spread of Communicable Diseases in Public Places" untuk usia peserta 11-14 tahun dan United Nations Human Rights Council (UNHRC) dengan topik "Fair Play: Protecting Political Rights and Preventing Arbitrary Detention During Electoral Processes" untuk usia peserta 15 tahun ke atas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Online