INDOZONE.ID - Kondisi keluarga memang memiliki pengaruh besar untuk tumbuh kembang anak. Jika rumah sering dipenuhi konflik atau orang tua berpisah, anak sering jadi pihak yang paling merasakan dampaknya.
Situasi broken home bukan hanya soal hubungan orang tua yang renggang, tapi juga bisa memengaruhi mental, emosi, sampai perilaku anak sehari-hari.
Baca juga: 6 Cara Menghadapi Cewek PMS, Jangan Bikin Moodnya Makin Berantakan!
Dampak Broken Home terhadap Mental dan Perilaku Anak
Nah, berikut beberapa dampak broken home yang sering dialami anak.
1. Anak Jadi Mudah Merasa Sedih dan Kesepian
Anak biasanya merasa kehilangan perhatian atau kehadiran salah satu orang tua,, yang bisa membuat anak jadi lebih sering sedih, merasa sendiri, atau bingung harus cerita ke siapa.
Tidak sedikit juga anak yang akhirnya lebih memilih memendam perasaannya sendiri.
2. Emosi Anak Jadi Lebih Sensitif
Jika suasana rumah sering penuh pertengkaran, kondisi emosi anak juga bisa ikut terganggu. Anak jadi mudah marah, cemas, stres, sensitif, bahkan lebih pendiam dari biasanya.
Baca juga: 5 Framework Kreatif yang Bisa Bikin Ide Kamu Nggak Stuck Lagi!
3. Kepercayaan Diri Bisa Menurun
Beberapa anak sering merasa dirinya jadi penyebab masalah di rumah dan pikiran seperti itu bisa membuat anak jadi kurang percaya diri.
4. Sulit Fokus Belajar
Masalah keluarga sering ikut memengaruhi kondisi anak di sekolah. Karena pikirannya bercampur, anak jadi susah fokus belajar, semangat sekolah menurun, atau lebih sering melamun saat di kelas.
5. Anak Sulit Percaya dengan Orang Lain
Anak yang tumbuh di lingkungan penuh konflik kadang jadi lebih hati-hati saat dekat dengan orang lain.
Mereka takut kecewa, takut ditinggalkan, atau susah percaya karena pengalaman di rumah membuat mereka merasa tidak aman.
Baca juga: 5 Amalan Utama Bulan Dzulhijjah Selain Puasa, Pahalanya Luar Biasa!
6. Risiko Gangguan Mental Meningkat
Jika kondisi ini terus terjadi dalam waktu lama, kesehatan mental anak juga bisa ikut terganggu.
Mulai dari stres berlebih, gangguan kecemasan, hingga depresi bisa muncul jika anak tidak mendapat dukungan emosional yang cukup.
7. Memicu Kenakalan Remaja
Beberapa anak juga mencari pelarian dari masalah rumah melalui lingkungan pergaulan yang salah.
Mulai dari sering memberontak, terlibat kenakalan remaja, hingga mencoba hal-hal negatif bisa terjadi karena anak merasa kurang diperhatikan.
Baca juga: Panduan Memahami Kultur Unik "Boso Walikan" buat Kamu yang Baru Merantau ke Malang
Kondisi broken home memang tidak selalu bisa dihindari. Tapi meski hubungan orang tua berubah, anak tetap butuh perhatian, rasa aman, dan dukungan emosional yang cukup.
Bagi anak, suasana rumah tetap jadi tempat penting yang sangat memengaruhi cara mereka tumbuh dan melihat dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Siapnikah.org