INDOZONE.ID - Belakangan ini, semakin banyak orang merasa gampang lelah secara mental. Sedikit-sedikit burnout, mudah overthinking, sering merasa “hampa”, bahkan kehilangan semangat menjalani aktivitas sehari-hari.
Dan akhirnya, diam-diam mereka semakin kehilangan koneksi sosial.
Menariknya, penyebabnya tidak selalu datang dari pekerjaan berat atau masalah besar dalam hidup.
Ada satu hal sederhana yang sering dianggap sepele, tetapi ternyata punya pengaruh besar terhadap kesehatan mental: hubungan sosial.
Di tengah gaya hidup modern yang serba sibuk, banyak orang mulai tanpa sadar menjauh dari interaksi nyata.
Baca juga: Dinkes Mataram Tegaskan Tak Ada Instruksi Swab Massal Hantavirus
Pulang kerja langsung masuk kamar, lebih nyaman main ponsel, malas membalas pesan, hingga menolak ajakan bertemu teman karena merasa terlalu capek bersosialisasi.
Padahal menurut sejumlah penelitian, menjaga koneksi sosial secara rutin bisa membantu menurunkan risiko depresi secara signifikan.
Bahkan, hubungan sosial disebut sebagai salah satu faktor paling penting yang dapat melindungi seseorang dari depresi berulang.
Ternyata, Manusia Memang Butuh Merasa “Terhubung”
Banyak orang menganggap kebahagiaan hanya berasal dari pencapaian pribadi, uang, atau kemampuan mencintai diri sendiri.
Baca juga: Dada Tiba-Tiba Sesak? Simak Penyebab dan Penanganannya
Tidak salah, tetapi ada satu kebutuhan emosional yang sering terlupakan: kebutuhan untuk merasa dekat dengan orang lain.
Sesederhana ngobrol santai sambil makan, mendengar cerita teman, bercanda dengan keluarga, atau sekadar ditanya “Kamu lagi capek ya?” – ternyata bisa memberi efek besar bagi kondisi psikologis seseorang.
Penelitian menemukan bahwa orang yang aktif menjaga hubungan sosial memiliki risiko depresi sekitar 18 persen lebih rendah dibanding mereka yang cenderung mengisolasi diri.
Hal ini menunjukkan bahwa kesehatan mental tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi internal seseorang, tetapi juga oleh kualitas hubungan yang dimiliki dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Demam di Malam Hari Bikin Tidak Nyaman? Coba Cara Ini
Karena pada dasarnya, manusia bukan makhluk yang dirancang untuk menjalani semuanya sendirian.
Fenomena “Kesepian Modern” Makin Banyak Terjadi
Ironisnya, meski sekarang semua orang bisa terhubung lewat internet dan media sosial, rasa kesepian justru semakin sering dirasakan.
Tidak sedikit orang yang terlihat aktif di Instagram, TikTok, atau grup chat, tetapi sebenarnya merasa hampa dan tidak punya tempat bercerita.
Ada juga yang memiliki banyak followers, namun tetap merasa tidak memiliki siapapun.
Baca juga: Demam di Malam Hari Bikin Tidak Nyaman? Coba Cara Ini
Fenomena ini sering disebut sebagai “modern loneliness” atau kesepian modern. Kondisi ketika seseorang dikelilingi teknologi komunikasi, tetapi minim koneksi emosional yang benar-benar hangat dan tulus.
Lama-kelamaan, kondisi tersebut bisa memicu stres berkepanjangan, kecemasan, sulit tidur, overthinking, hingga meningkatkan risiko depresi.
Terlalu Lama Menarik Diri Bisa Berdampak ke Mental
Saat sedang lelah atau punya masalah, sebagian orang memang memilih menyendiri untuk menenangkan diri. Itu hal yang normal. Namun jika terlalu sering menutup diri dari lingkungan sosial, dampaknya bisa berbeda.
Seseorang bisa mulai merasa tidak dipahami, kehilangan support system, hingga terbiasa memendam emosi sendirian.
Baca juga: Tips yang Bisa Dilakukan Sebelum Medical Check Up, Bikin Hasilnya Tetap Optimal
Akibatnya, pikiran negatif lebih mudah berkembang tanpa ada tempat untuk menyalurkan perasaan. Dan tidak sedikit orang yang akhirnya merasa hidupnya kosong meski aktivitas berjalan seperti biasa.
Inilah alasan mengapa menjaga komunikasi dengan orang lain menjadi penting, bahkan ketika sedang sibuk sekalipun.
Bukan Soal Banyak Teman, Tapi Punya Hubungan yang Berkualitas
Kesehatan mental bukan ditentukan dari seberapa ramai circle pertemanan seseorang.
Punya satu atau dua orang yang benar-benar peduli dan bisa dipercaya justru seringkali jauh lebih berarti dibanding memiliki banyak relasi yang hanya sebatas formalitas.
Baca juga: Multigrain Biru, Nutrisi Pendamping Penderita Diabetes yang Teruji Bantu Kontrol Gula Darah
Hubungan yang sehat bisa membantu seseorang merasa didengar, diterima, dan tidak menghadapi semuanya sendirian.
Karena itu, tidak perlu memaksakan diri menjadi pribadi super extrovert. Yang lebih penting adalah tetap menjaga koneksi dengan orang-orang yang memberi energi positif.
Mulai dari Hal Kecil, Efeknya Bisa Besar
- Membangun koneksi sosial tidak selalu harus lewat pertemuan besar atau nongkrong setiap hari. Hal sederhana pun bisa memberi dampak positif untuk mental, seperti:
- Menghubungi teman lama
- Menanyakan kabar keluarga
- Makan bersama tanpa sibuk bermain ponsel
- Mengobrol santai setelah jam kerja
- Meluangkan waktu untuk bertemu orang terdekat
Baca juga: Hidup Terasa Gitu-Gitu Aja? Mungkin Ini Tanda Kamu Butuh Ubah Gaya Hidup!
Kadang, satu percakapan sederhana bisa membuat seseorang merasa jauh lebih tenang dan tidak sendirian.
Di tengah dunia yang semakin sibuk dan individualistis, menjaga hubungan sosial ternyata bukan cuma soal bersenang-senang.
Bagi banyak orang, itu bisa menjadi salah satu cara paling penting untuk menjaga kesehatan mental tetap stabil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Psychologytoday.com